University 101: The Art of Asking Questions (1)

Yay! Akhirnya dapat semangat untuk menulis sesuatu yang ‘berbau’ akademis. Kali ini, ‘baunya’ agak jauh sih, tapi yaa gapapa lah yaa..

Baru-baru ini saya mengikuti online course yang diselenggarakan oleh FutureLearn tentang menyiapkan diri untuk berkuliah. Sejujurnya sih, course ini ditujukan bagi orang-orang yang akan mulai kuliah S1. Tapi, sepertinya penjelasan yang diberikan pun cukup relevan bagi seluruh jenjang perkuliahan. Yah, mungkin untuk me-refresh lagi ingatan mengenai study skills yang dibutuhkan pada saat berkuliah bagi teman-teman yang akan lanjut S2 atau S3.

Saya akan menulis seri artikel ini berdasarkan isi dari online course tersebut serta tambahan pengalaman pribadi saya. Pada masing-masing bagian, ada highlight study skills tertentu yang penting untuk diketahui, dipelajari, diasah, dan dipraktikkan agar dapat menjalankan kuliah dengan lancar. Semoga bermanfaat!

 

Pendahuluan

Menurut teman-teman, apa sih hal yang penting dimiliki oleh seorang mahasiswa? Apa bedanya mahasiswa dan siswa? Dulu waktu S1, rasanya dosen-dosen saya senang sekali meng-highlight perbedaan antara siswa dan mahasiswa. Mungkin karena kesal dengan kelakuan mahasiswa yang mirip anak SMA? Mungkin juga untuk selalu mengingatkan bahwa kami sudah besar, sudah harus bertanggung jawab. Kalau dulu saya sempat mengajar sebagai dosen, sih, gemes banget rasanya melihat mahasiswa yang kurang bertanggung jawab, tidak mau berusaha, dan yang paling penting, tidak mau membaca!

Bagi saya, dan mungkin banyak akademisi lain di luar sana, iklim universitas adalah iklim ilmiah, dimana semua orang seharusnya memiliki semangat yang sama untuk tahu lebih banyak tentang bidang ilmu yang diminati. Yah, seharusnya kan kita memang berkuliah di jurusan yang kita minati. Apalagi kalau sudah di level S2 atau S3. Wah, bisa keteteran juga kalau ternyata kita tidak suka dengan apa yang dipelajari. Nah, karena adanya motivasi internal dan minat terhadap bidang ilmu tertentu, harusnya semangat dong, ya? Oleh karena itu, tentunya ekspektasi para dosen cukup tinggi mengenai performa akademis mahasiswa. Setidaknya, diharapkan para mahasiswa menunjukkan usaha untuk memperkaya wawasan dan mendalami bidang ilmu. Setidaknya, mereka menunjukkan ketertarikan dan semangat saat berkuliah.

Ada lagi kah perbedaan mahasiswa dan siswa? Salah satu perbedaan yang cukup mencolok adalah mengenai kemandirian. Mahasiswa dituntut untuk dapat bertanggung jawab terhadap kemajuan akademisnya. Jam belajar, pengerjaan tugas, dan segala hal yang berhubungan dengan akademis harus ditentukan sendiri oleh mahasiswa. Dosen tidak lagi berfungsi sebagai guru yang harus ‘mengejar-ngejar’ mahasiswa untuk mengumpulkan tugas atau memberikan remedial ketika nilai kita jelek. Semua adalah tanggung jawab pribadi.

Dalam online course yang saya ikuti, ada beberapa kata yang disebutkan oleh para dosen di UK tentang apa saja ekspektasi mereka terhadap mahasiswa. Kata-kata tersebut diantaranya adalah curiosity, enthusiasm, self-determination, willingness to take risk, critical ability, synthesizing information, learning fast, discipline, dan teamwork. Karakteristik tersebut dianggap penting untuk dimiliki oleh mahasiswa. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk melakukan refleksi kembali, meninjau kembali, apakah kita yang akan berkuliah, apapun jenjangnya, telah memiliki karakterstik tersebut.

 

Rasa Ingin Tahu

Karaktersitik pertama yang akan saya bahas adalah rasa ingin tahu atau curiosity. Selain karena hal ini adalah pembahasan pertama di dalam online course mengenai Preparing for University, saya pribadi juga berpendapat bahwa rasa ingin tahu adalah hal yang krusial dalam menuntut ilmu. Tanpa rasa ingin tahu, tidak akan ada dorongan dan motivasi internal untuk memperkaya wawasan, untuk mendalami, dan untuk bertanya mengenai suatu hal.

Studying means asking questions. Studying means exploring. Belajar berarti mengakui bahwa kita belum sepenuhnya tahu. Belajar berarti berani meraba, mencari, mengeksplorasi sesuatu yang kita baru tahu sekelumit saja. Ya, bahkan para ahli pun masih terus menerus mencari. Itu sebabnya, penelitian adalah inti dari semua ilmu. Karena manusia hanya tahu sedikit saja. Kalau teman-teman segan untuk bertanya, merasa sudah tahu, tidak mau berusaha untuk mencari tahu, lalu untuk apa belajar? Untuk apa berkuliah? Sepertinya, sayang ya, waktu dan uang yang dihabiskan. Lebih baik bekerja saja atau mengisi waktu dengan hal lain yang juga berguna. Bagi saya, iklim akademis ditujukan bagi orang-orang yang ingin belajar dan orang-orang yang menyadari bahwa wawasan yang ia miliki hanyalah sekelumit dari yang ada – orang-orang yang humble enough untuk mengakui bahwa ia butuh lebih, ia punya banyak pertanyaan, ia tidak mengerti mengenai satu atau banyak hal.

Gampang lah…. Semua manusia sebenarnya memiliki rasa ingin tahu. Yah, kalau tidak, bagaimana kita dari bayi lalu bisa belajar banyak hal? Semua pasti karena ada rasa ingin tahu. Sayangnya, rasa ingin tahu pun bisa menurun intensitasnya apabila tidak dipupuk. Dalam hal ini, lingkungan eksternal sangat berpengaruh. Saya ingat sekali, waktu SD dulu, anak-anak yang dianggap baik dan pintar adalah anak yang mengangkat tangannya untuk menjawab, bukan untuk bertanya. Saya juga ingat, ada murid saya dulu yang sangat takut bertanya karena saat kelas 2 SD, seorang gurunya pernah berkomentar ‘yah, masa gitu aja nggak tahu?’ saat ia bertanya tentang sesuatu. Lalu kemudian, komentar gurunya pun disambung oleh tawa dari teman-temannya. The culture of shaming those who ask. Siapa lagi yang pernah punya pengalaman serupa? Pantas saja di jenjang universitas para dosen kewalahan memotivasi mahasiswa mereka untuk bertanya. Wong dari kecil dididik bahwa bertanya adalah hal yang memalukan.

Ketika para dosen di Indonesia bisa bertoleransi dengan gerakan tutup mulut mahasiswa untuk bertanya dan kemudian menyesuaikan approach mereka menjadi ala-ala guru sekolah, lain halnya dengan di luar negeri. Nah, ini khusus yang akan melanjutkan belajar di jenjang pendidikan tinggi di luar Indonesia, ya. Dosen-dosen disini tidak akan menoleransi gerakan tidak mau bertanya yang kita lakukan. Lalu? Lalu, either kita dipaksa untuk mengungkapkan sesuatu (bertanya, berpendapat) di kelas atau kita benar-benar akan jadi mahasiswa tidak terlihat. Maksudnya? Bahkan teman-teman pun tidak menyadari keberadaan kita di kelas saking pasifnya kita. Hasilnya apa? Kemajuan belajar kita terhambat, keterampilan belajar kita tidak terasah, dan hasil belajar pun bisa jadi tidak sesuai dengan ekspektasi. Sebagai gambaran, perkuliahan di UK, dan mungkin berbagai negara lain, menempatkan diskusi ilmiah pada pusat pembelajaran. Jadi, duduk dan mendengarkan dosen menjelaskan adalah hal yang jarang dilakukan. Mungkin hanya sekitar 40% dari kegiatan perkuliahan yang diisi oleh kegiatan ini. Sisanya? Diskusi kelompok, presentasi, debat, dan lain-lain. Semuanya menuntut partisipasi aktif dari para mahasiswa. Dari sini dapat terlihat bahwa rasa ingin tahu adalah hal yang penting dan kemampuan untuk bertanya adalah salah satu study skills yang utama.

Saya ingat ketika berkuliah S2, saya pernah mendapatkan satu kelas yang di setiap pertemuan selama satu tahun, si dosen hanya datang dengan satu bahan bacaan atau video dan satu pertanyaan. Pertanyaan tersebut ia gunakan untuk menstimulasi diskusi sehingga saya dan teman-teman harus aktif. Mengapa? Karena kalau tidak, kelas akan krik-krik. Bayangkan, kelas berdurasi 2.5 jam digunakan hanya untuk berdiskusi tentang satu tema yang diperkenalkan melalui pertanyaan. Awal bergabung di kelas ini, saya bingung se-bingung-bingungnya. Saya tidak mengerti apa yang dipelajari, saya tidak paham tujuan dari pembelajaran yang ada di kelas tersebut. Namun, saya akhirnya dapat beradaptasi dan terbiasa mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan dan berdiskusi. It turns out that dari kelas tersebut lah saya belajar paling banyak. Ya, melalui satu pertanyaan saja setiap pertemuan, saya bisa belajar sangat banyak sekali.

Dalam perkuliahan, dapat terlihat bahwa pertanyaan berfungsi sebagai trigger, pemicu diskusi. Melalui diskusi tersebut, informasi dari berbagai sudut pandang dapat terkumpul dan disintesis oleh masing-masing individu sehingga membentuk personal knowledge. Pertanyaan juga dapat berujung pada banyak pertanyaan lain. Hal ini kemudian memotivasi mahasiswa untuk mencari tahu lebih dalam mengenai topik tertentu. Mencari darimana? Dari mana saja. Dosen bukanlah sumber utama ilmu dan pengetahuan. Bisa dibilang, saat bertanya pada dosen, mungkin ia akan menjawab secara umum atau merujuk kita pada buku atau jurnal tertentu, atau – yang paling menyebalkan (eh?) – menjawab dengan pertanyaan lain. Hahaha… Therefore, don’t ask silly questions.

Malu bertanya sesat di jalan. Betul. Tapi bagi saya, kebanyakan bertanya menunjukkan tidak ada usaha. Sorry to say, tapi saya sangat tidak terkesan pada pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sangat mudah didapat hanya dengan googling atau membaca buku rujukan. Rasanya kok ya, orang ini bertanya hanya untuk iseng, menguji pengetahuan dosen, atau memang plainly tidak mau usaha membaca atau mencari tahu. Nah, kalau sudah begini, untuk apa berkuliah? S1 masih begini, mungkin masih bisa dimaklumi karena baru beradaptasi. S2 begini? Wah, ke laut aja. Sudah berani memutuskan untuk sekolah tinggi-tinggi, seharusnya sudah ada motivasi untuk belajar dan tahu lebih banyak. Indeed, S2 itu berat! Jangan bayangkan seperti kuliah S1, apalagi kalau teman-teman berkesempatan untuk kuliah di luar negeri. Model-model pertanyaan yang ‘konyol’ paling hanya mendapat tanggapan pertanyaan balik dari dosen ‘Have you read the reading material?’. Hiyaaahhh… mati kutu deh kalau dosen sudah bilang begitu.

Terus bagaimana dong? Bagaimana saya mau belajar, bertanya saja sulit? Hihi… tenang… Preparation is key. Kunci dari pertanyaan yang baik adalah persiapan. Sebelum masuk kelas, biasakanlah untuk membaca dan mencari informasi seputar topik yang akan dibahasi di kelas. Setiap dosen pasti sudah memberikan reading list, buku referensi, bahkan presentasi yang akan digunakan di kelas. Jangan malas membaca karena nanti hanya bisa diam, bengong, dan meratapi nasib di kelas. Saat membaca materi sebelum kelas, mulailah mempertanyakan hal-hal yang tidak dimengerti. Saat berkuliah S2, buku catatan saya tidak penuh dengan catatan, tapi penuh dengan pertanyaan. Ya, bukan anak SD lagi yang harus menyalin catatan dari papan tulis, kan? Materi sudah dengan mudah didapat dari internet dan tinggal di-save, buku catatan pun beralih fungsi menjadi buku pertanyaan. Selain itu, selama di kelas pun kita bisa berlatih bertanya. Setiap ada isu yang menarik, cobalah buat pertanyaan mengenai isu tersebut, lalu tanyakan.
Mari berlatih bertanya. Salah satu study skill yang penting dimiliki bagi mahasiswa ini adalah pintu gerbang wawasan. Pertanyaan juga dapat membangun rasa ingin tahu sehingga kita selalu ‘haus’ akan ilmu dan terus termotivasi untuk belajar.

Menjadi Advokat bagi Anak

Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman SMP sempat dihebohkan oleh pemberitaan mengenai kelas akselerasi di SMP kami yang akan ditutup pada tahun ajaran mendatang. Sebagai mantan siswa kelas akselerasi, kami merasa tidak nyaman. Muncul banyak pertanyaan mengenai pertimbangan penutupan kelas ini. Yah, bagi kami yang memiliki ikatan emosional dengan kelas akselerasi, tentu inginnya program ini tetap ada. Namun, bagaimana sih sebenarnya program akselerasi ini? Benarkah berdampak negatif? Atau benarkah berdampak positif?

Siswa yang menjalani program akselerasi biasanya tergolong sebagai anak berbakat. Konsep anak berbakat ini sendiri masih juga cukup problematik karena pengukuran bakat dan inteligensi sendiri ada banyak sekali jenisnya. Selain itu, keberbakatan seseorang ternyata belum tentu berbanding lurus denga kesuksesannya di masa depan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa anak-anak yang mengikuti program akselerasi memiliki kebutuhan khusus. Salah satu teman SMP saya bahkan sampai bilang, ‘wah, aksel aja kita sempet nakal yaa.. kaya nggak ada kerjaan aja isengnya. apalagi kalau nggak aksel? gabut banget kayanya deh’. Bukan sombong, tapi memang begitulah keadaan saya dan teman-teman sekelas saya di akselerasi SMP. Kami belajar, kami sibuk dengan tugas dan ujian, tapi kami juga sempat bermain dan berkreasi (alias kadang-kadang nakal dan iseng juga). Bagaimana jadinya anak-anak yang memiliki kebutuhan ekstra untuk distimulasi secara kognitif ini terpenuhi kebutuhannya di kelas reguler?

Opini yang cukup populer saat ini, termasuk juga yang sependapat dengan saya, adalah mengenai sekolah dan kelas inklusi. What? Bukannya inklusi itu untuk anak-anak berkebutuhan khusus? Nah, disinilah letak kesalahan pandangan mengenai arti konsep inklusi dalam pendidikan yang umumnya dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Sekolah inklusi berarti sekolah yang dapat memberikan pelayanan sesuai kebutuhan siswa, bagaimana pun karakteristik siswa tersebut. Jadi, inklusi tidak hanya ditujukan bagi anak berkebutuhan khusus (ya toh anak berbakat juga termasuk dalam golongan anak berkebutuhan khusus), tapi juga bagi anak-anak dengan kondisi tertentu, seperti anak-anak dari golongan menengah ke bawah, pekerja anak, anak jalanan, anak bilingual, dan lain-lain.

Adanya sekolah inklusi dapat menggantikan segala program akselerasi, SLB, dan sekolah singgah karena pelayanan pendidikan yang diberikan akan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing individu. Masalahnya, menjalankan pendidikan inklusi ini tidak mudah. Rasanya, Indonesia masih harus banyak melakukan improvement agar dapat menjalankan pendidikan inklusi yang menyeluruh. Selama ini belum bisa dilakukan? PR bagi orang tua dan guru untuk dapat memenuhi kebutuhan anak.

Nah,itu baru pendahuluannya. Iyaaakk panjang kali itu pendahuluan. Sekali-sekali lah ya… Masih berhubungan dengan akselerasi juga, beberapa bulan yang lalu saya juga sempat membaca tulisan salah satu orang tua yang mengimbau orang tua lain untuk tidak menyertakan anak-anak mereka di program akselerasi karena dianggap merusak masa kecil anak demi memenuhi kebutuhan prestis orang tua. Hehehe… Saya cukup tertawa saja membaca ini. Selain cerita saya dan teman-teman SMP yang bahagia-bahagia saja meskipun menjalani program akselerasi, saya dan suami datang dari keluarga akselerasi yang juga baik-baik saja. Kami ikut program tersebut bukan karena paksaan dari orang tua melainkan karena motivasi pribadi. Salahkah jika anak yang ingin ikut program akselerasi kemudian dilarang oleh orang tua?

Hmmmm… Saya belum menjadi orang tua. However, I’ve learnt a great deal of parenting, how to be a parent, child development, dan tentang pendidikan anak. Yang membaca artikel ini boleh kok berkomentar ‘Ya situ belum jadi orang tua, nggak tau susahnya sih’. Hehe… Pengalaman saya memang pastinya minim, tapi saya pernah mengajar anak yang sungguh sangat kecil hingga remaja-remaja galau. Jadi, saya menulis ini berdasarkan pengalaman saya yang seadanya itu.

Berkaitan dengan topik di atas, rasanya kita perlu mengingat kembali salah satu peran dari guru dan orang tua, yaitu sebagai advokat bagi anak. What kind of thing is that?

Peran orang tua dan guru sebagai advokat berarti mereka berfungsi sebagai penjembatan antara kebutuhan anak dengan hal yang dapat memenuhi kebutuhan anak. Misalnya, anak membutuhkan stimulasi kegiatan fisik karena ia memiliki energi yang cukup banyak dan senang berkegiatan fisik. Orang tua sebagai advokat bertugas untuk ‘membaca’ dan ‘mengerti’ kebutuhan anak tersebut. Hal ini tidak mudah dilakukan karena anak-anak masih perlu bantuan dalam menyampaikan keinginannya. Bagi anak-anak yang belum bisa berbicara, maka orang tua perlu jeli memperhatikan perilaku dan tanda-tanda yang diberikan oleh anak. Setelah orang tua mengetahui kebutuhan tersebut, tugasnya adalah mencari sumber pemenuhan kebutuhan anak. Dalam contoh ini, orang tua dapat mengajak anak ke taman untuk bermain, mengikutkan anak ke kegiatan olah raga, atau mengajak anak berenang. Bebas, tergantung minat anak dan orang tua serta kemampuan orang tua.

Wah, jadi seluruh kemauan anak perlu dipenuhi? No. Kebutuhan anak perlu dipenuhi. Ingat, orang tua dan guru juga memiliki peran sebagai pendidik. Oleh karena itu, jangan lupakan juga fungsi sebagai ‘penyaring’ norma, nilai, dan moral. Hal tersebut tentunya disesuaikan dengan keyakinan yang dianut oleh orang tua, sekolah, serta masyarakat sekitar.

Kok kelihatannya anak jadi ‘raja’ ya, disini? Hmmm… sebenarnya tidak juga. Disini, anak berada di pusat pengasuhan. Bukankah begitu ibu-ibu? Parenting is about the child, not about the parents, right? Kalau kita mau yang terbaik bagi anak, jangan lupakan bahwa yang menjalankan keinginan-keinginan orang tua adalah anak. Ya, harus menyadari juga bahwa kita (orang tua dan guru) dan anak adalah entitas yang berbeda. Yang kita mau, belum tentu mereka mau. Yang menurut kita baik, belum tentu menurut mereka baik. Tentunya, ini tidak diterapkan dalam hal-hal prinsip bagi masing-masing orang tua, seperti misalnya agama bagi saya.

Jadi, instead of ‘saya melakukan semua ini demi anak’ tapi apa-apa yang dilakukan dan yang diputuskan berasal dari pemikiran, pendapat, dan kehendak orang tua, mengapa tidak kita coba dengarkan apa sih pendapat anak-anak kita? Mereka juga punya suara, pemikiran, dan pendapat, loh! Mereka punya kebutuhan yang mungkin berbeda dengan kebutuhan kita.

Hiyah, panjang banget ya tulisan ini. Tapi semoga dimengerti. I am far from an expert, this is merely what I know. Semoga kita bisa menjadi orang tua dan guru yang lebih baik bagi anak-anak kita!

Home Away from Home: Daily Life (2)

Setelah minggu lalu membahas bab perbelanjaan dan urusan makanan, kali ini kami akan membahas tentang serba-serbi transportasi dan ibadah di UK. Dimanapun kita berada, hidup sehari-hari pastinya tidak lepas dari mobilitas ya.. Jika di Indonesia kebanyakan dari kita mungkin terbiasa mengendarai mobil atau motor pribadi kemana-mana, juga bus kota dan KRL, maka di sini kita harus membiasakan diri untuk lebih banyak berjalan kaki. Meskipun begitu, untuk tujuan dengan jarak yang lebih jauh ya pilihannya kita harus menggunakan public transportation. Sebagaimana pentingnya makan dan transportasi, ibadah juga menjadi hal pokok dalam aktivitas harian kita. Apa saja macam-macam transportasi umum di Inggris? Mudahkah menemukan tempat ibadah di UK? Simak paparan kami berikut ini ya..

 

Transportasi

Bus, kereta, dan tram,  adalah pilihan moda transportasi umum yang tersedia di Inggris. Tetapi memang jenisnya berbeda di masing-masing kota, dan bahkan tidak semua kotanya memiliki tram. Dengan beragam angkutan umum tersebut, maka kita harus jeli memilih mana yang sesuai dengan preferensi kita baik dari segi harga maupun kenyamanan.

Untuk bepergian baik dalam maupun antar kota, ada beberapa pilihan yaitu naik bus, kereta, dan tram. Hm.. lantas mana yang paling enak dan murah? Tentunya ya pilihan tersebut kita dasarkan pada seberapa sering kita pergi ke tempat tersebut, apakah setiap hari, apakah hanya seminggu sekali atau mungkin dua bulan sekali. Biasakan juga untuk mengecek adakah halte bus atau stasiun kereta yang terdekat dengan rumah maupun lokasi tujuan kita, kemudian pilihlah kombinasi lamanya waktu yang diperlukan untuk menggunakan angkutan umum dan lamanya berjalan kaki. Dengan begitu, anda akan tahu mana yang lebih efisien dari segi waktu. Selanjutnya kita lihat apakah tarif angkutan umum tersebut sesuai dengan budget kita.

Transportasi Dalam Kota

Di Inggris kita bisa memilih ingin naik bus, kereta, subway, atau tram. Tentu saja masing-masing moda transportasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

  • Bus

Terdapat banyak perusahaan atau provider bus kota di UK, dan biasanya dalam satu kota, semakin banyak perusahaan bus yang beroperasi, tarifnya pun akan bersaing. Di Liverpool misalnya, kita akan menjumpai banyak provider bus yang beroperasi untuk rute yang sama, sehingga penumpang memiliki lebih banyak pilihan. Lain lagi ceritanya di Birmingham, tidak terlalu banyak perusahaan bus yang memiliki rute sama, bahkan nyaris masing-masing bus company nya sudah memiliki rute tersendiri. Nah, kalau kasusnya seperti itu, akibatnya tarif busnya pun menjadi sedikit lebih mahal karena penumpang akhirnya tidak memiliki banyak pilihan.

Tarif bus pun biasanya terbagi menjadi beberapa macam misalnya kita bisa membeli tiket ‘single journey’ jika hanya perlu naik bus satu kali saja, atau ‘one day ticket’ yang dapat kita gunakan untuk naik bus seharian (sehingga tidak perlu membeli tiket lagi setiap kali naik bus). Selain itu, jika kita ingin bepergian bersama teman atau keluarga, ada pilihan tiket ‘group/family day saver’ yang memungkinkan kita bepergian seharian dan dapat dipakai oleh maksimal 5 orang. Tawaran yang cukup menarik, bukan? Biasanya untuk tiket family day saver ini, ada promosi diskon juga untuk hari-hari tertentu, dan kita dapat menemukan update nya lewat internet. Sebagai gambaran, di Birmingham kita dapat membeli single journey ticket dengan uang GBP 2.3, kemudian untuk one day saver kita perlu merogoh kocek sebesar GBP 4.4 (peak hours) atau GBP 4 (off peak hours). Sementara itu, tiket family/group day saver dihargai GBP 8, dimana ini berarti kita hanya membayar sebesar GBP 1.6 saja per orang jika kita memakainya untuk lima orang dan tidak ada perbedaan waktu peak dan off peak untuk tiket ini. Untuk membeli tiket bus, anda cukup memasukkan uang ke dalam kotak uang yang ada di depan, dan mengatakan kepada bus driver jenis tiket yang akan dibeli. Di beberapa kota, perusahaan bus dengan ketat memberlakukan ketentuan ‘no change policy’ yang berarti anda harus membayar dengan uang pas. Namun, di beberapa kota lain, supir bus akan memberikan kembalian apabila anda membayar tidak dengan uang pas.

Wah, repot juga ya harus menyiapkan uang pas saat akan bepergian? Tenang saja. Di beberapa kota, sudah ada pilihan tiket langganan bus atau kartu tap yang berisi saldo. Jadi, anda tidak perlu menyiapkan uang tunai untuk membayar tiket. Hal ini juga cukup membantu karena biasanya perusahaan bus pun memberikan potongan harga bagi pemegang kartu tap.

Bagaimana kita naik bus di UK? Tidak seperti di Indonesia dimana kita bisa memberhentikan bus dimana saja, di UK kita harus memberhentikan bus di halte yang tersedia. Pun, tidak semua bus berhenti di semua halte. Oleh karena itu, bacalah keterangan yang ada di halte saat akan naik bus. Anda dapat mengecek timetable bus agar tahu frekuensi kedatangan bus sehingga tidak perlu terlalu lama menunggu di halte. Anda harus memberi tanda berhenti pada bus, seperti dengan melambaikan tangan, agar bus berhenti di halte tempat Anda menunggu. Untuk anda yang membawa balita yang masih menggunakan stroller, rata-rata bus di UK hanya memiliki space untuk maksimal dua buah stroller. Kalau tidak ada tempat, bagaimana? Anda bisa melipat stroller atau menunggu bus berikutnya. Sebelum berhenti di halte tujuan, jangan lupa untuk memencet tombol ‘stop’ agar supir bus aware untuk berhenti dan menurunkan penumpang.

  • Kereta Api dan Subway

Alat transportasi yang juga sangat reliable dan menjadi pilihan banyak masyarakat di UK adalah kereta. Dengan waktu tempuh lebih singkat dan kondisi perjalanan yang nyaris bebas macet, kereta dan subway menjadi transportasi favorit untuk warganya. Jika dibandingkan dengan bus, kereta api mungkin relatif lebih nyaman dan efisien dari segi waktu, dan biasanya perhitungan harga tiketnya lebih murah. Selain itu, salah satu perbedaan kereta dengan bus adalah jangkauan daerah serta frekuensi. Menggunakan kereta sebagai moda transportasi utama dapat menjadi pilihan apabila Anda tinggal di dekat stasiun kereta dan sering bepergian ke tempat yang juga terjangkau dari stasiun kereta. Anda pun harus mengecek jadwal kereta untuk pergi ke tempat tertentu.

Apabila ada tiket langganan bus sehingga harga tiket lebih murah, kita juga bisa membuat railcard untuk mendapatkan diskon saat membeli tiket kereta. Ada berbagai jenis railcard yang tersedia, seperti 16-25 railcard, student railcard, family railcard, dan two together railcard. Kartu ini bisa digunakan tidak hanya di kota tempat Anda tinggal, tetapi juga di seluruh UK. Selain potongan harga sebesar 30%, biasanya ada juga merchant yang bekerja sama dengan perusahaan kereta sehingga kita pun bisa mendapatkan diskon di toko-toko tersebut.

  • Tram

Sama seperti kereta atau subway, tidak semua kota di UK memiliki tram. Biasanya, hanya kota-kota besar yang menyediakan fasilitas ini. Tram sendiri merupakan sejenis kereta yang beroperasi di jalan raya. Kendaraan ini biasanya memakan waktu tempuh yang lebih lama daripada kereta, tetapi lebih cepat dari bus. Berapakah tiket untuk naik tram? Berdasarkan informasi, pengalaman, dan pengamatan kami, harganya berkisar antara GBP 1 (short-hop) hingga GBP 5 di kota-kota seperti Birmingham dan Manchester.

  • Taxi

Adakalanya kita public transport memiliki kelemahan dalam hal fleksibilitas. Misalnya nih, kita sedang ingin buru-buru atau harus pergi di pagi buta dimana transportasi umum belum mulai beroperasi. Bisa juga, terkadang kita ingin pergi ke suatu tempat yang lokasinya terbilang jauh dari halte bus maupun stasiun kereta. Terlebih lagi jika kita harus bepergian dengan membawa barang bawaan super banyak termasuk koper-koper besar, mungkin menjadi kurang nyaman karena harus berganti-ganti bus atau kereta. Kendala-kendala semacam ini tentunya jangan sampai menghalangi aktivitas kita. Kalau sudah begitu, pilihannya adalah dengan menyewa taksi. Taksi ini moda transportasi yang cukup populer di Inggris, dan bahkan di London, hampir semua taxi berwarna hitam dengan bentuk yang sangat khas. Memang tarifnya lebih mahal, tetapi cukup worth it kok jika kita dihadapkan pada situasi sulit seperti yang kami sebutkan di atas. Selain taksi yang resmi, ada juga minicab yang mematok tarif cukup bersahabat dengan kantong mahasiswa, biasa juga dikenal dengan Taksi Uber. Untuk memesannya, kita harus instal aplikasi nya di smartphone atau gadget terlebih dahulu, baru kemudian kita bisa order taksi tersebut. Teknisnya mirip-mirip seperti grabtaxi atau gojek di Indonesia. Eh, tapi untuk taksi uber ini, kita perlu berhati-hati juga lho. Pengalaman alif, saat ia akan pergi ke city center untuk naik bus ke luar kota, taksi uber yang sudah dipesan tiba-tiba membatalkan order di 5 menit sebelum tiba di rumah. Sehingga ia panik karena waktu keberangkatan yang sudah mepet, tetapi untungnya saat mengorder lagi, ada taksi lain yang berposisi tidak jauh dari rumah.

Transportasi Antar Kota

  • Bus

Jika anda ingin bepergian antar kota di UK, maka bus adalah pilihan transportasi yang cukup bisa menghemat kantong. Megabus (http://uk.megabus.com/) dan National Express (http://www.nationalexpress.com/home.aspx) adalah contoh dua perusahaan bus yang menawarkan harga relatif murah dan menyediakan banyak rute antar kota bahkan hingga ke luar negeri (luar UK). Bahkan untuk Megabus, tidak jarang kita bisa mendapatkan harga hanya GBP 1-2 saja untuk sekali jalan ke luar kota per orang jika kita memesannya jauh sebelum tanggal keberangkatan, agak sulit dipercaya ya, tapi hal ini memang ada lho, hehehe.. Idealnya kita merencanakan tanggal berangkat beberapa minggu sebelumnya, sehingga kemungkinan besar kita masih bisa mendapatkan harga yang paling rendah. Tetapi jika kita baru sempat memesan tiket mendekati hari keberangkatanpun tidak masalah, harga tiket busnya masih terhitung ramah di kantong kok, sekitar GBP 8-12. Saran kami, sebelum memesan tiket, sebaiknya anda bandingkan terlebih dahulu antar bus company, sehingga tahu mana yang lebih murah. Tiket dapat dibeli secara online maupun offline. Untuk pembelian online, sebaiknya anda membawa print-out tiket tersebut untuk ditunjukkan kepada supir sebelum keberangkatan, karena meskipun ada versi digitalnya, tidak semua driver mau menerima dan mengotorisasi tiket yang belum dicetak. Bus yang melayani rute antar kota ini biasanya adalah bus yang berukuran besar dan dilengkapi dengan toilet, dan sebagian besar memiliki electronic plug pada sisi samping tempat duduknya. Berbeda dengan di Indonesia, bus-bus antar kota di UK beroperasi di bawah standar keamanan yang ketat, sehingga hampir dipastikan bus ini akan berhenti minimal satu kali (tergantung jarak yang ditempuh) di rest area, sehingga baik supir dan penumpangnya dapat rehat sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

  • Kereta

Seperti yang telah disinggung di atas, bahwa untuk anda yang memiliki rail card, anda dapat memperoleh potongan harga tiket ketika bepergian ke luar kota dengan kereta. Menariknya lagi, ada pula diskon untuk beberapa tourist attraction di UK jika anda bepergian  menggunakan kereta yaitu dengan menunjukkan tiket kereta anda pada saat membeli tiket di tempat wisata tersebut. Mahal kah tiket kereta? Dengar-dengar, harga tiket kereta di UK termasuk yang paling mahal di dunia apabila dihitung harga per mileage-nya. Namun, ada banyak cara untuk mendapatkan tiket kereta murah untuk transportasi antarkota.

Ada berbagai jenis perusahaan kereta di UK. Biasanya, perusahaan tersebut berbasis pada daerah. Misalnya, perusahaan Northern Rail melayani rute kota-kota di bagian utara UK, Arriva Train melayani rute kereta di Wales, dan London Midland melayani rute London dan West Midlands. Selain itu, ada juga perusahaan kereta yang melayani hampir seluruh rute di UK, seperti Cross Country dan Virgin Train. Masing-masing perusahaan memiliki website masing-masing dan kita bisa memesan tiket dari website-website tersebut. Biasanya, pembelian dari website perusahaan langsung akan lebih murah dibandingkan dengan membeli tiket di website kolektif kereta, seperti Trainline, karena kita akan dikenakan booking fee. Nah, bagaimana cara mengecek penawaran harga tiket kereta termurah? Trainline menyediakan fasilitas pencarian harga terbaik melalui halaman: https://www.thetrainline.com/farefinder/. Setelah mengecek harga, kita bisa langsung menuju website perusahaan kereta untuk melakukan pemesanan tiket. Tiket termurah biasanya didapat dengan membeli advance ticket yang berarti kita hanya boleh bepergian dengan kereta yang tercantum di tiket. Apabila menginginkan fleksibilitas yang lebih tinggi, membeli tiket off peak atau super off peak juga dapat dipertimbangkan. Namun, harus diingat bahwa fleksibilitas yang semakin tinggi berarti harga yang semakin mahal juga. Apabila Anda harus pergi secara tiba-tiba, Anda juga bisa membeli tiket langsung di stasiun, tentunya dengan tarif yang juga lebih mahal.

Kereta antarkota di UK biasanya tersedia dalam kondisi yang baik, atau bahkan sangat baik. Kereta-kereta dilengkapi oleh kamar mandi, area untuk disabled people, beberapa menawarkan makanan dan minuman, dan ada juga yang menyediakan kit permainan anak agar anak tidak bosan selama berada di perjalanan. Sama halnya dengan bus, kereta pun menyediakan electronic plug sehingga kita bisa men-charge baterai alat-alat elektronik selama perjalanan. Berapa lama durasi perjalanan? Tentunya berbeda tergantung jarak dan kereta. Misalnya, kereta London Midlands dari Birmingham ke London biasanya memiliki durasi perjalanan sekitar 2 jam 15 menit. Kereta ini banyak berhenti di stasiun-stasiun kecil sepanjang perjalanan. Namun, apabila kita memilih untuk naik kereta Virgin Train, maka perjalanan yang sama akan ditempuh selama 1 jam 15 menit karena perusahaan ini menyediakan kereta cepat yang hanya berhenti di 1-2 stasiun di antara Birmingham dan London. Lagi-lagi, beda durasi juga berarti beda harga. Cermat-cermat lah dalam memilih!

 

Beribadah di UK

Ibadah merupakan salah satu hal pokok untuk kita dalam rangka pemenuhan kebutuhan spiritual. Bagi umat muslim, tempat ibadah atau tempat sholat tentunya menjadi concern tersendiri ya, apalagi di negara yang muslimnya tergolong minoritas. Akan tetapi, seiring semakin banyaknya warga yang memeluk agama Islam di UK dan meningkatnya pendatang yang juga beragama Islam, menemukan tempat ibadah atau masjid bukan menjadi hal yang sulit. Cara termudah untuk menemukan tempat sholat adalah dengan menuju universitas. Hampir semua universitas memiliki mushola atau setidaknya prayer room, sehingga bagi anda yang ingin sholat dan belum menemukan masjid terdekat, mengunjungi universitas mungkin bisa menjadi alternatif. Selain itu, terdapat banyak masjid tersebar di kota-kota besar di UK, akan tetapi agak sulit untuk menemukan masjid di kota kecil terutama yang tidak banyak penduduk asing (non-UK) bermukim di situ. Datangi saja area pemukiman komunitas umat Islam, maka biasanya tidak jauh dari situ terdapat masjid. Meskipun ada yang memiliki kubah dan menara, bentuk masjid di UK kebanyakan berbeda dengan di Indonesia, karena seringkali tempat ibadah tersebut memakai bangunan yang kemudian dialih fungsikan menjadi masjid, sehingga tidak semua masjid memiliki penampakan layaknya masjid-masjid di negara berpenduduk mayoritas muslim yang biasanya lengkap dengan kubah, menara, ornamen-ornamen khas Islam. Sebelum mengunjungi masjid tersebut, penting juga jika memungkinkan untuk mencari tahu tentang detil masjid tersebut apakah jam buka masjidnya hanya pada saat waktu sholat saja ataukah buka sepanjang hari untuk umum. Selain itu, perlu juga ditanyakan apakah masjid tersebut menyediakan ruangan sholat untuk wanita, ataukah hanya bagi pria. Oh ya! Beberapa masjid juga tidak menyediakan tempat wudhu sehingga biasakanlah untuk berwudhu sebelum bepergian.

Hal yang juga perlu diperhatikan saat beribadah adalah mengenai waktu ibadah. Sebagai Muslim, kami wajib untuk solat lima waktu. Berbeda dengan keadaan di Indonesia yang waktu solatnya tidak jauh berbeda sepanjang tahun, UK adalah negara yang terletak pada zona subtropis sehingga jatuhnya malam dan siang pun silih berganti sepanjang tahun. Keadaan ini membuat waktu solat terus berubah-ubah. Pada musim dingin, Muslim di UK baru solat subuh pada pukul 07.00 (karena matahari pun belum muncul di waktu tersebut) dan solat magrib pada pukul 15.00. Hari sangat pendek sehingga waktu solat pun jaraknya sangat dekat. Namun, pada musim panas seperti saat ini, waktu subuh adalah pukul 03.00 dan magrib jatuh pada pukul 21.30. Ini adalah perhitungan waktu solat di daerah Birmingham, sekitar bagian tengah dari wilayah UK. Semakin ke utara, semakin ekstrem pula perbedaan waktu terbit dan terbenamnya matahari. Oleh karena itu, kita tidak bisa lagi berpatokan pada jam. Biasanya, orang-orang Muslim di UK sudah memiliki aplikasi pengingat waktu solat atau jadwal solat dari masjid terdekat yang ditempel di rumah masing-masing.

Jadi, adaptasi ibadah hanya diperlukan oleh umat Muslim, kah? Berdasarkan hasil pengamatan dan ngobrol-ngobrol kami, ternyata adaptasi pun harus dilakukan oleh orang-orang beragama non Muslim dari Indonesia. UK adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Kristiani, meskipun tidak semuanya merupakan practicing Christian. Yah, semacam kalau di Indonesia mereka-mereka yang hanya numpang agama di KTP. Namun, ada banyak aliran agama Kristen di UK. Bagi umat Kristen dari Indonesia, kadang-kadang agak sulit menemukan tempat ibadah dengan aliran yang sama dengan yang dianut di Indonesia. Beberapa teman sempat ‘nyasar’ gereja, sebelum akhirnya menemukan gereja yang tepat. Berbeda halnya dengan penganut agama Hindu dan Budha yang termasuk agama yang diakui di Indonesia. Jumlah penganut kedua agama tersebut terbilang sedikit di UK dan agak sulit ditemukan. Biasanya, akhirnya orang-orang Indonesia beragama Hindu dan Budha akan berkumpul sesama orang Indonesia untuk beribadah.

Perbedaan aliran ini juga cukup terasa dalam kelompok agama Islam. Di UK, penganut agama Islam kebanyakan berasal dari India, Timur Tengah, Afrika, dan negara-negara Asia Tenggara. Tentunya ini juga mengakibatkan adanya perbedaan cara ibadah dan pendapat mengenai masalah-masalah tertentu. Bukan perbedaan mendasar, tentunya, tapi perlu juga diketahui supaya tidak kaget pada saat beribadah bersama mereka. Misalnya, Izza sebagai orang Indonesia selalu diajarkan untuk solat dengan tidak menggunakan alas kaki. Saat ia berkuliah dan harus solat di dalam ruangan kelas, ia pun melepas sepatu dan solat. Namun, ia cukup terkejut saat seorang temannya yang berasal dari Arab Saudi solat dengan tetap memakai sepatunya. Setelah ditanyakan dan dicek kembali kepada ahli agama, ternyata hal tersebut boleh dilakukan. Pengalaman lain adalah ketika kami melihat orang sholat dengan tidak menyilangkan kedua tangannya di depan dada, padahal di Indonesia kita belajar sholat dengan menyilangkan tangan di depan dada setelah takbiratul ikram. Memang tidak lazim bagi orang Indonesia, tetapi tidak salah. Ya, berbeda belum tentu salah satunya salah, kan? Hal-hal seperti ini mungkin akan cukup sering ditemui saat berada di UK karena banyaknya aliran, perbedaan mahzab, dan lain-lain.

 
Sekian bagi-bagi pengalaman kami mengenai kehidupan sehari-hari di UK. Semoga bisa memberikan gambaran bagi Anda yang berencana untuk datang kesini. Ada pertanyaan? Hehe… Silahkan berikan komentar di blog kami, yaa… Kami akan dengan senang membantu Anda. Nantikan juga tulisan kami minggu depan mengenai budaya lokal di UK.

 

Belajar dari Keberagaman (1)

Sudah lama sebenarnya ingin menulis ini, tapi entah kenapa selalu tertunda. Tema ini bagi saya sangat menggelitik. Sesuatu yang mungkin tidak kita sadari saat tinggal di tempat yang homogen, tetapi sangat terasa saat berada di lingkungan yang sangat multikultural. Keberagaman alias diversity. Kata yang akhir-akhir ini seringkali di dengar, entah karena zaman yang sudah mengglobal, semakin tipisnya jarak antarbudaya, atau karena paham-paham pluralisme. Meskipun baru populer, bukan berarti keberagaman baru saja terjadi. Oh no! Sejak zaman dahulu pun, manusia sudah tersebar di seluruh muka bumi, berbeda-beda.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثى وَجَعَلْناكُمْ شُعُوباً وَقَبائِلَ لِتَعارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs. al-Hujurat: 13)

Yak! Di Al Quran pun ada loh, ayat yang membahas mengenai keberagaman. Berarti, ini adalah suatu hal yang niscaya, hal yang pasti adanya dan manusia perlu belajar darinya.

Ngapain sih Za, bahas ini? Pertama, saya ter-trigger oleh percakapan-percakapan kecil dengan seorang anak mengenai dirinya yang berbeda dengan teman-temannya. Maklum saja, saya dan banyak orang Indonesia lain yang tinggal di UK ini kan menjadi anak rantau, diaspora, yang tentu berbeda dengan orang-orang asli UK. Namun, yang berbeda bukan hanya kami. UK adalah negara multikultural. Ada banyak sekali ras, agama, budaya, dan warna kulit yang beragam. Jadi, di negara ini, keberagaman adalah suatu hal yang kasat mata. Berbeda tentunya dengan kondisi di Indonesia yang orang-orangnya pun secara fisik tidak jauh berbeda. Istilahnya, di UK kami terpapar keberagaman eksplisit, sedangkan di Indonesia kita terpapar keberagaman implisit. Ya, kan? Secara fisik mirip bukan berarti tidak berbeda.

Lalu, beberapa waktu terakhir ini saat sudah memasuki bulan Ramadan, si anak kecil ini berkomentar ‘ih, kan nggak boleh ya makan siang hari waktu Ramadan. Orang lain kan ada yang puasa? Nanti yang makan ditangkap’. Jiahaha…. Namanya juga anak-anak, kan? Konsep saling menghormati, otoritas moral, dan perbedaan masih jadi suatu hal yang sangat vague. Saya jadi ingat teori mengenai perkembangan moral-nya Kohlberg yang mengatakan bahwa anak-anak (dan banyak juga orang dewasa yang tidak berkembang penalaran moralnya) masih berada di tahap membedakan benar dan salah karena ada otoritas dan peraturan. Segalanya diterjemahkan secara literal sehingga tidak ada proses berpikir lebih dalam. Jadi, wajar toh si anak berkomentar seperti itu? Penalaran sederhana dan berdasarkan pengamatan. Lah? Memangnya di UK ada aturan orang yang makan siang saat orang lain puasa harus ditangkap? No. Mungkin si anak belajar dari perkataan orang dewasa lain? Mungkin juga ia belajar dari pengamatan bahwa di Indonesia, makan dengan terang-terangan pada saat siang hari di bulan Ramadan adalah hal yang tabu dan perlu mendapatkan semacam ‘punishment’. Terbukti kan, tindakan penutupan warung makan secara paksa berakar dari penalaran pendek macam anak-anak, merupakan bentuk ‘punishment’, dan menurut saya, bentuk nyata dari kurangnya kesadaran akan keberagaman. Bahayanya, masyarakat luas, bahkan anak-anak, lalu belajar dari perilaku mereka dan menginternalisasi penalaran pendek.

Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk hidup di sebuah negara dengan kultur yang berbeda dengan Indonesia. Saya juga bersyukur bisa merasakan hidup di lingkungan multicultural, dimana saya adalah minoritas. Yah, kita tidak akan selamanya jadi kaum mayoritas, kan? Apa rasanya, Za? Rasanya… saya jadi selalu diingatkan untuk terus menerus menyadari adanya keberagaman dan perbedaan dan untuk terus menerus berusahan untuk menghargai orang lain dan bertoleransi. Yang berbeda belum tentu buruk, yang berbeda belum tentu salah. Slogan ‘Don’t judge a book by its cover’ jadi ucapan yang tidak hanya ucapan, tapi berusaha untuk dipraktikkan.

Terbayang nggak, kalau di negeri minoritas Muslim ini orang-orang yang makan di siang hari saat bulan Ramadan ditangkap? Bisa-bisa perekonomian mati dan tinggal segelintir orang yang masuk sekolah, kantor, dan tempat-tempat publik lainnya. Lalu, apakah jadinya terbalik, justru umat Islam yang harus bertoleransi terhadap orang-orang yang tidak berpuasa? Well, toh orang-orang non Muslim disini yang mengetahui bahwa kita berpuasa pun menghargai kok. Setidaknya dengan mengucap ‘Ramadan Kareem’ atau dengan meminta maaf saat harus makan di hadapan kita.

Bagi saya, toleransi adalah two-way interaction. Kalau dulu di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam dan berasal dari ras Melayu, maka bukan berarti hanya yang minoritas yang harus bertoleransi pada yang mayoritas. Saat yang minoritas bertoleransi dengan tidak makan di area umum, maka yang mayoritas pun harus bertoleransi dengan memahami bahwa ada orang yang tidak berpuasa dan harus makan. Ya, nggak? Sama juga seperti saya di sini. Ketika saya bertoleransi dengan mereka yang tidak berpuasa dan harus melihat di depan mata orang-orang tersebut makan dan minum, mereka pun bertoleransi dengan menghargai keputusan saya untuk berpuasa. It goes around.

Mungkin kita semua harus lebih banyak lagi terpapar keberagaman sehingga bisa belajar lebih banyak lagi tentang toleransi. Suatu hal yang saat diukur, mungkin tidak ada titik tertingginya juga. Oleh karena itu, kita, terutama saya, harus lebih banyak lagi berefleksi, menghayati, mengalami, dan mengamati sehingga bisa menjadi orang yang lebih bijak dalam menghadapi perbedaan.

Selamat berpuasa, selamat tidak berpuasa, selamat berlatih bertoleransi.

AdventureNotes #25: Liverpool

Liverpool is blue. I don’t know why but the two times I visited Liverpool, I was welcomed with great weather and the blue sky. Therefore, I associate Liverpool with blue. I don’t know a city with bluer sky than Liverpool. I just love it. In this article, I will share my experience visiting the city. It is such an interesting city so that I want to visit it again and again.

Going to Liverpool is quite easy. The city is accessible by train or bus. As it is a popular city, the train station is big and there are a lot of services from and to Liverpool. We can also go by bus as Megabus provides service to and from Liverpool to many cities around the UK. The last time I went to Liverpool from Birmingham and the journey takes around 2 hours and 30 minutes. It was quite a pleasant journey. I arrived in Liverpool at around 9 so I could take my time to reach my destination.

In my opinion, Liverpool is not too big. At least the city center and the location of most attractions are within the walking distance. Therefore, I chose to just walk around the city. Well, at least the last time I visited. The furthest distance was covered in around 25 minutes. Not too bad, right? The first time I visited the city, I opted for the Hop On Hop Off bus. There are many tourist bus providers in Liverpool and it is quite an efficient way to explore the city in limited time. However, these two options may not be good enough for you if you want to visit the football stadiums. Anfield is located a little bit out of town so that you have to take the city bus to visit the place.

Liverpool is home of The Beatles. This legendary band was founded in Liverpool and all of the members are Liverpool boys. It is rather difficult to separate the fame of this city from The Beatles. For those who are hardcore fans, visiting this city is a must, along with entering The Beatles Museum. To enter the museum, we have to pay around GBP 30 admission fee. It is expensive, indeed. I would not recommend it if you don’t really like The Beatles or not interested in getting to know the band. However, for the fans, it is a worth visit. You can read stories of The Beatles, soaking at the atmosphere of the band, seeing the replica of the Tavern Pub where they first had they performance, etc. I must say that the museum is not boring at all and very attractive. Ah! And don’t forget to take a picture with the life-size The Beatles statues just in front of the Pier Head.

Keep calm, Liverpool is not just for The Beatles fans. It is also a city for football fans. There are two quite famous football teams in Liverpool, which are Liverpool FC and Everton. If you are a football maniac, visiting the stadiums of those clubs can be heaven. Similar to many football stadiums in the UK, the place is open for visitors and you can take a tour for some amount of money. I didn’t visit the stadium as I was not too interested in it and my husband is not a Liverpool fans. For you who want to know the stadium but is on a limited budget, you can always take a picture outside the stadium as there are also many players pictures and statues outside.

Still not too interesting? For me, Liverpool is a city with many museums that all are very interesting. One day is not enough to visit one museum in Liverpool. However, as I only went for a day trip, I had to cram two museums into one day. The museums I visited were Liverpool Museum and Maritime Museum. There is one other museum, which is World Museum. My favorite? Liverpool Museum, off course. The museum is not themed, but it is about Liverpool. I just love how everything is explained clearly and attractively. I felt like a child, there. I played around, read stories, experimented with things, and such. There are also two movies being played daily, one about The Beatles and one about football. There is also a repeated short movie about the movie industry in Liverpool. How nice! I really didn’t want to go out of that museum. My friend who lives in Liverpool said that it took him three days to finish the museum. I guarantee that you won’t be bored here and the image of traditional museum will vanish!

I also managed to visit Liverpool Maritime Museum. It mostly tells us stories about Lusitania and Titanic although there are also stories about warships. It is quite interesting to know the history of warships and megaships. On the top floor of the museum, there is a slavery museum. I forget the exact name for this museum. For me, this is even more interesting than the Maritime Museum. Haha. It tells stories about slavery, how it was and how it is now. Indeed, there are many forms of slavery and there is still implicit slavery all over the world. It is such an inspiring exhibition.

There is also a newly opened exhibition at the basement of the Maritime Museum building, which is about customs. As its name, the exhibition is about tax and customs and how illegal goods are transported from one place to another. It also highlights the danger of imitation goods to the economy and our health and daily functions. Interestingly, there is even an exhibition of imitation goods, such as shoes, bags, and electronics. I bet many Indonesian people’s goods deserve to be there. LOL.

Those museums are located very close to each other in the areas called Pier Head and Albert Dock. There is also Tate Liverpool gallery in Albert Dock. It is such a touristy area, an interesting one. I really like the ambience in Albert Dock, such a unique and beautiful place. Nearby, just across the road from Albert Dock, there is a shopping district. There is one unique shopping place called Liverpool One. It is like an outdoor shopping center. If you like to shop, it may be a good idea to visit this place and wander around the shops.

For me? I’d rather go to other attractions, such as Liverpool Cathedral and Metropolitan Cathedral. I love to stroll on the small alleys with unique shops and cafes. What a lovely city! You can certainly visit the cafes and the independent shops. They are one of a kind. I was also determined to eat fish and chips there as cities nearest to the sea always have the best seafood. Indeed, the fish and chips is sooooo delicious! The best one I’ve ever had in the UK, I must say.

Liverpool has it all. Good place, good attractions, good people, and good food. Do visit the city and experience it by yourself.

Home Away from Home: Budgeting

Photo Source: http://ukace.org/wp-content/uploads/2015/07/4cfbad65-2641-4e04-ab8a-6ab28f6356d9_money_pounds_cash.jpg

Hidup di Inggris itu mahal. Betul, kah?

Apakah biaya hidup di sana cukup hanya dengan beasiswa yang kita dapat? Seringkali kami mendapatkan pertanyaan mengenai hal ini. Kami juga beberapa kali mendengar keraguan keluarga yang akan ikut pasangan ke UK mengenai kecukupan tunjangan yang diberikan oleh beasiswa untuk menghidupi keluarga. Hal ini wajar saja, karena memang harga barang dan jasa di UK akan terasa sangat tinggi apabila kita mengkonversi dari Poundsterling ke Rupiah. Hmmmm… cukup sulit memang untuk menjawab pertanyaan tersebut karena  skema beasiswa yang diperoleh pelajar yang sekolah di sini berbeda, ada yang menyertakan tunjangan untuk anggota keluarga, ada pula yang tidak. Selain itu, tempo pencairan beasiswanya pun tidak sama, ada yang rutin setiap bulan, setiap tiga bulanan, bahkan ada juga yang memiliki pengalaman tentang tak menentunya frekuensi pencairan allowancenya. Tetapi terlepas dari itu semua, kecukupan uang sangat tergantung pada gaya hidup masing-masing keluarga. Namun, pengalaman kami dan banyak keluarga disini, tunjangan dari beasiswa masih cukup kok untuk hidup, meskipun pada kasus-kasus tertentu ada pasangan yang harus bekerja untuk menambah pemasukan atau keluarga yang harus berhemat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup, terlebih lagi agar dapat menabung untuk keperluan jalan-jalan.

 

Biaya Hidup di Inggris

Seperti pada penjelasan mengenai financial planning, komponen yang harus dipertimbangkan dalam budgeting adalah biaya. Berbeda kah biaya yang dikeluarkan oleh keluarga di Indonesia dan di UK? Sebenarnya komponennya relatif sama, hanya memang kursnya yang berbeda,hehehe. Biaya hidup disini mencakup uang sewa rumah atau akomodasi, tagihan listrik, gas, dan air, uang belanja kebutuhan pokok, dan biaya transportasi.

Biaya sewa rumah atau akomodasi biasanya memiliki porsi terbesar dalam pengeluaran kita. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya di artikel mengenai akomodasi (link), kisaran biaya sewa tempat tinggal adalah 500-800 GBP per bulan bagi keluarga (harga di luar kota London). Biaya ini bisa dihemat dengan cara misalnya, sharing rumah bagi keluarga yang belum memiliki anak atau dengan mencari alternatif tempat tinggal lain. Namun, sebaiknya kita jangan terlalu berharap mendapatkan akomodasi dengan harga sewa di bawah range tersebut karena susaaahhh… Ya, akomodasi mahasiswa adalah bisnis yang bergerak dengan cepat di UK. Oleh karena itu, penghematan di komponen ini pun agak sulit dilakukan. Impact-nya apa? Bagi Anda yang mendapatkan beasiswa, uang sewa ini umumnya bisa menghabiskan 40-60% tunjangan uang hidup yang diberikan (tunjangan di luar London).

Masih berhubungan dengan uang sewa akomodasi, komponen berikutnya adalah tagihan listrik, gas, dan air. Ada beberapa agen yang menawarkan tempat tinggal yang harga sewa-nya sudah mencakup pembayaran tagihan. Beruntunglah Anda yang mendapatkan tempat tinggal tersebut karena tidak perlu pusing memikirkan besar tagihan setiap bulan, atau setiap tiga bulan. Namun, jarang sekali uang sewa rumah sudah mencakup bills. Oleh karena itu, pengeluaran di komponen ini harus diperhatikan karena rekening bank pun bisa bolong kalau tidak berhati-hati dalam menggunakan listrik, air, dan gas. Berapa sih kisaran tagihan yang harus dibayarkan per bulan? Biaya listrik dan gas dihitung berdasarkan pemakaian, sedangkan biaya air sudah dipatok tetap, tergantung provider. Karena penghitungan berdasarkan pemakaian, maka yang pasti kita bisa lakukan adalah berhemat. Seperti halnya di Indonesia, pada siang hari kita bisa mematikan lampu, tidak banyak menggunakan alat elektronik, dan berbagai trik lainnya. Tapi…. Nah, ada tapinya. Kondisi hidup di UK tentu berbeda dengan di Indonesia. Di UK, banyak sekali peralatan dapur yang memakan listrik cukup banyak, seperti kompor (ya, disini tidak ada kompor yang pakai LPG ya), pemanas air (no, disini tidak ada dispenser), dan microwave. Semua adalah alat yang pasti digunakan setiap hari. Selain itu, kalau di Indonesia kita bisa mengganti AC dengan kipas angin atau kipas manual, disini – apalagi bagi orang Indonesia – susah sekali menggantikan the power of heater. Jangan pernah berharap ada AC di rumah di UK, tapi pastikanlah rumah yang Anda sewa memiliki heater yang memadai. DINGIN! Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis, mungkin kalau bisa pemanas ruangan on 24 jam setiap hari selama suhu di bawah 20 derajat. Tapi permasalahannya, uang pun terbatas. Otomatis, kita harus pintar-pintar mengatur pemakaian pemanas sehingga tidak membobol rekening bank.

Selain biaya akomodasi diatas, kebutuhan pangan merupakan hal pokok yang juga harus dianggarkan. Pilihan cerdasnya adalah dengan memasak sendiri. Dengan memasak sendiri, selain dapat menekan anggaran konsumsi, tentunya anda juga bisa menentukan sendiri makanan sesuai selera keluarga bukan? Apalagi bagi yang muslim, memasak sendiri adalah cara tepat untuk menyajikan makanan halal di rumah dengan budget yang adjustable. Rata-rata di kota Birmingham, pengeluaran yang dianggarkan jika kita memilih memasak sendiri kurang lebih £250-£400 dalam sebulan (asumsi ini untuk satu keluarga yang memiliki anak). Lain halnya untuk pasangan yang masih belum memiliki anak, biayanya berada pada kisaran £100-£200 perbulan. Di sinipun, terdapat banyak supermarket bahkan pasar yang menyediakan berbagai bahan kebutuhan pokok dan bahan makanan dengan harga sangat terjangkau, sehingga tidak akan sulit rasanya untuk tetap irit dalam hal makanan. Tetapi, bila anda tidak senang atau bahkan tidak bisa memasak sendiri, anda dapat membeli makanan di luar dengan kisaran harga per porsinya £3-£7, tergantung preferensi dan porsi makan anda. Setidaknya £10 perlu anda siapkan dalam sehari, inipun dengan asumsi anda makan dua kali sehari. Biaya satu bulan? Anda tinggal mengalikannya dengan 30 hari sebagai perkiraan. Nah, bagi yang tinggal di kota besar seperti London, tentunya akan berbeda lagi biaya yang harus dianggarkan. Dari sini anda sudah dapat mengkalkulasi perkiraan rata-rata biaya untuk makan dalam sebulan, baik jika anda memasak sendiri maupun membeli masakan jadi.

Bicara tentang mobilitas, tentunya tidak terlepas dari transportasi. Seberapa sering pasangan kita bepergian ke kampus, berapa kali dalam sebulan kita perlu pergi berbelanja ke pasar atau toko grosir? Bagaimanakah akses dari rumah ke sekolah anak, bisakah ditempuh hanya dengan berjalan kaki, atau harus naik kendaraan umum? Beberapa hal tersebut yang nantinya akan mempengaruhi keputusan dalam menganggarkan biaya transportasi. Ya, meskipun bukan komponen yang paling utama, tetapi biaya transportasi mau tidak mau harus diperhitungkan sebagai porsi yang signifikan dalam menghitung biaya hidup. Di Inggris, alat transportasi umum relatif lengkap, mulai dari bus, kereta, subway, dan bahkan tram di beberapa kota. Anda dapat memilih moda transportasi mana yang sesuai dan dapat digunakan untuk mobilitas sehari-hari dari rumah. Misalnya, tidak semua rumah berdekatan lokasinya dengan stasiun kereta atau subway, tetapi bus mungkin bisa menjadi pilihan jika terdapat halte yang dekat dengan rumah dan juga tempat tujuan. Anda juga bisa melihat lebih efisien manakah dari segi waktu, antara naik bus atau kereta. Kombinasi waktu antara jalan kaki dan naik public transport, juga merupakan faktor penting untuk membuat keputusan dalam menentukan moda transportasi apa yang akhirnya pas digunakan. Biaya transport ini juga variatif di masing-masing kota, biasanya semakin banyak perusahaan penyedia moda transportasi umum, maka semakin rendah pula biaya yang ditawarkan agar mereka tetap dapat bersaing. Di Birmingham, biaya sekali jalan dengan bus adalah £2.3, sedangkan tiket one day pass adalah seharga £4. Lebih hemat lagi, jika anda bepergian dengan beberapa teman (maksimal 5 orang), maka anda dapat membeli tiket ‘group day saver’ seharga £8, yang dapat dipakai untuk naik bus sehari penuh. Sama halnya jika anda membawa keluarga dan anak-anak, pilihan membeli tiket ‘family day saver’ pun akan sangat menghemat pengeluaran. Tips lain untuk berhemat adalah dengan membeli kartu berlangganan bus yang bisa di isi dan di top-up saldonya. Lain lagi jika anda memilih kereta sebagai moda transportasi yang akan sering dipakai, untuk ini anda harus apply membuat rail card, semacam kartu diskon saat naik kereta. Dengan rail card, kita bisa mendapat potongan harga 30% setiap pembelian tiket perjalanan menggunakan kereta api. Tersedia berbagai pilihan untuk pelajar, pasangan, maupun family. Pembuatannya pun cukup mudah dan kartunya bisa kita terima dalam beberapa hari saja (tergantung antrian juga sih). Selain alat transportasi tersebut, menggunakan sepeda juga lumrah dilakukan di sini. Anda dapat membeli sepeda baru maupun yang bekas tetapi masih layak digunakan, bahkan biasanya warga Indonesia yang akan selesai masa studinya tak jarang yang menghibahkan atau menjual murah sepedanya.

Oh ya, salah satu bagian penting yang tidak boleh terlupakan lagi adalah biaya komunikasi. Tidak dapat dipungkiri, internet sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup kita. Oleh karena itu, perlu juga kita memberikan budget terhadap kebutuhan ini. Rata-rata harga langganan SIM card berinternet di UK adalah £10-15. Biasanya, harga tersebut sudah mencakup juga telepon dan SMS ke nomer UK, sedangkan untuk menghubungi keluarga di Indonesia (apabila tidak menggunakan media internet) biasanya harga dipatok sekitar £0.5-1 per menit.

To sum up, jadi berapa biaya yang dihabiskan per bulan untuk hidup di UK? Dengan mempertimbangkan seluruh biaya tersebut, kira-kira satu keluarga akan mengeluarkan £700-1000 per bulan dengan asumsi memasak sendiri di rumah. Ini hanya jumlah perkiraan yang in reality akan tergantung gaya hidup dan kota tempat tinggal, dan kemungkinan masih bisa ditekan lagi jika kita tahu caranya berhemat.

 

Sumber Penghasilan

Ada pengeluaran, tentu harus ada penghasilan juga ya. Setelah mengetahui jumlah biaya hidup yang dibutuhkan, kita bisa mulai menghitung, cukupkah tabungan atau tunjangan bulanan yang didapatkan?

Bagi teman-teman yang self-funding, tunjangan bulanan akan tergantung pada jumlah uang yang dimiliki. Dengan perkiraan budget, tentu jadi bisa lebih berhemat dan mengetahui apakah dana yang dimiliki cukup untuk hidup bersama keluarga di UK.

Bagi teman-teman yang disponsori oleh beasiswa, maka besaran tunjangan hidup sudah ditentukan oleh pemberi beasiswa. Berapa besarnya? Secara rata-rata, kisaran uang tunjangan hidup di UK adalah £800-1200, angka ini depend on pemberi beasiswa dan kota tempat tinggal. Nah, untuk yang pemasukannya hanya berasal dari beasiswa dan terutama untuk yang sudah memiliki anak inilah yang harus pintar-pintar mengatur keuangan. Bagi yang masih mempunyai tabungan di Indonesia, memang perasaan akan lebih lega ya, karena uang tersebut masih bisa diandalkan, lalu ditransfer ke UK untuk menambah-nambah uang jajan dan ongkos jalan-jalan. Namun, jika tabungan di Indonesia pun sudah terkuras untuk kepentingan persiapan berangkat ke sini, lalu apa yang bisa dilakukan untuk dapat menutup kekurangan biaya atau sekedar menambah tabungan cadangan di sini? Jawabnya adalah dengan bekerja.

Bagi dependant, bekerja disini jangan dibayangkan kerja kantoran yang setiap hari rutin harus datang sesuai jam kantor ya, alternatif bekerja disini maksudnya adalah kerja sampingan alias part time. Yang namanya kerja sampingan sudah pasti jam kerjanya adalah beberapa jam saja dalam sehari, kerjanya bersifat klerikal atau technical, dan biasanya gajinya pun menggunakan base waktu kerja, misalnya sekian poundsterling per jam. Beberapa pilihan pekerjaan part time yang ada di sini antara lain cleaning service (merupakan jenis kerja sampingan yang paling banyak tersedia), pelayan restoran atau toko, translator, wirausaha dengan cara membuka usaha katering masakan Indonesia. Yang terakhir ini mungkin bisa menjadi alternatif yang cukup menjanjikan. Selain menyalurkan hobi, banyaknya warga Indonesia yang bersekolah disini yang rindu makanan khas kampung halaman dan tidak punya waktu untuk memasak sendiri adalah peluang pasar yang lumayan untuk jenis usaha ini. Selain pekerjaan-pekerjaan yang disebutkan di atas, sebenarnya masih banyak peluang yang ada untuk menambah pundi-pundi recehan poundsterling yang kita miliki. Memang sifatnya tidak rutin, tetapi tetap bisa menjadi penghasilan tambahan insidentil. Misalnya, dengan menjadi ‘kelinci percobaan’ penelitian mahasiswa di kampus atau rajin-rajin membuka website lowongan pekerjaan untuk mencari temporary job saat liburan. Nah, berapa sih uang yang didapatkan saat bekerja di sini? Biasanya, kita akan dibayar sekitar 7-10 GBP per jam apabila kita bekerja pada orang, atau tergantung margin keuntungan apabila kita berjualan atau menawarkan jasa.

Capek dan menguras tenaga adalah keniscayaan dalam melakukan pekerjaan sampingan ini, tetapi sebagai tambahan pengalaman dan tambahan tabungan untuk keperluan biaya hidup di sini, tidak ada salahnya mencoba mengambil part time job yang cocok dengan kondisi dan waktu luang anda. Meskipun peluangnya cukup menggiurkan, banyak juga kok family yang memilih untuk sama sekali tidak mengambil kerja sampingan ini, dan tetap bisa survive dengan cara berhemat masing-masing.

 

Contoh kasus

Nah, berdasarkan paparan di atas, sebenarnya bagaimana sih flow pemasukan dan pengeluaran selama di UK? Sebagai ilustrasi, kami coba menyiapkan contoh kasus sederhananya seperti berikut:

A datang ke UK dengan membawa istri dan seorang anak berusia 4 tahun. Ia mendapatkan beasiswa dengan jumlah living allowance sebesar 1100 GBP per bulan. Istri dari si A memilih untuk bekerja part time sehingga pendapatan tambahan yang diperoleh setiap bulannya kurang lebih 150GBP.

Ia berkuliah di Birmingham dan memilih untuk menyewa sebuah rumah yang berjarak 20 menit berjalan kaki dari kampus. Harga sewa rumahnya adalah 650 GBP. Total tagihan listrik, air, dan gas yang harus dibayar adalah 110. Istri A selalu memasak setiap hari sehingga biaya makan di luar bisa dikurangi. Uang belanja per bulan yang dihabiskan untuk keluarga A adalah 200 GBP.

Biaya lain yang tidak dapat dihindari adalah biaya komunikasi. A harus menyisihkan uang sebesar 25 GBP setiap bulan untuk membayar paket langgangan SIM card miliknya dan istrinya. Sedangkan untuk biaya transportasi, A tidak terlalu banyak mengeluarkan uang di pos ini. Setiap hari ia berjalan kaki ke kampus dan anaknya pun berjalan kaki ke sekolah (disini, sekolah gratis, tis. Hanya perlu beli seragam sekolah). Namun, setiap seminggu sekali, setidaknya A sekeluarga menyempatkan pergi ke pusat kota untuk refreshing dimana ia harus membeli tiket bus bersama keluarga. Total pengeluaran transportasi per bulannya kira-kira 35 GBP.

Dari kasus keluarga A, dapat disimpulkan bahwa pemasukan keluarga adalah 1250 GBP dan total pengeluaran adalah 1020 GBP. Wah, ternyata masih ada sisa! Ya, semua kembali pada gaya hidup masing-masing keluarga. Mungkin ada keluarga yang suka makan atau jajan di luar? Mungkin ada keluarga yang lebih suka jalan-jalan? Pada kasus tertentu, ada pula yang mungkin tunjangan ludes atau bahkan harus nombok, hehe..

 

Jadi, mahalkah hidup di UK? Banyak keluarga yang mengaggap bahwa selain biaya akomodasi dan rekening yang bikin kepala pusing tujuh keliling, sebenarnya hidup di UK tidak terlalu mahal. Bahkan, pada komponen tertentu, seperti misalnya harga bahan makanan dan pakaian, bisa lebih murah daripada di Indonesia. Namun, kembali lagi, semua tergantung pada gaya hidup dan pilihan masing-masing keluarga. Cukup kah tabungan yang dibawa dari Indonesia? Cukup kah tunjangan dari beasiswa? Silahkan mulai menghitung!

Kuncinya, jangan lupa untuk menentukan skala prioritas dan mendahulukan kebutuhan di atas keinginan.
Next on: Kehidupan sehari-hari di UK. Bagaimana sih kehidupan para diaspora mahasiswa dan keluarga mereka di UK? Simak artikel kami minggu depan, ya…

AdventureNotes #24: Chester

Chester? Not Manchester? No, they are different cities. This time, AdventureNotes will be about Chester. Where is it? The city is actually located not too far from Manchester or Liverpool. It is rather small, but indeed such a beautiful one. As usual, this piece will be written based on my experience and further information from the official Chester tourism website, http://www.visitchester.com/.

I went to visit Chester at the end of March. My first destination was the Chester Zoo (https://theadventureofizzao.com/2016/04/15/adventurenotes-22-chester-zoo/), but having known that the city is also famous for its beauty, I allocated a little time to explore the city. However, indeed it is not enough. Chester is too interesting to be visited for only a few hours. I think a day should be okay, though. Here, I will describe my few hours in Chester.

So the first place I visited was the tourist information center. It is located at the center of the city, near the Grosvenor Shopping Center. As I arrived there quite late, 3.30 pm, there are not many places that are still open. Therefore, I decided to just see the city and walk along the Chester Wall.

In my opinion, Chester is a bit like York. The city center consists of small streets with old-style buildings. In Chester, the buildings are more into the Tudor style. You know, the white color on top with list of wood. It is very interesting to see those modern brands’ store in the old-style buildings. Very unique, indeed. There are many shops in Chester so that the city also proclaims itself as a paradise for retail therapy. If the shops in the city center are not enough for you, you can always go to Cheshire Oak Designer Outlet, a little but outside of the city for a cheap bargain of designer labels.

DSCF5622

The city is surrounded by a wall, which is known as the most complete city wall in Britain. At one part of the wall, there is a gate called the Eastgate, which is famous for its clock. It is quite beautiful and has become a city icon. From there, we can also go up to the city wall and start our exploration.

DSCF5629

After taking pictures near the clock, I went to the city wall and started walking around the city. First, we can see the Chester Cathedral. You can always visit the place for free, but from the outside, it is already majestic. The scenery is very beautiful from the city wall. I walked pass the Falconry and along a canal.  It was very calming. Alongside the wall, there are also some shops and tea houses. At that time, all of them were already closed, but during the day, it can be fun to have a cup of tea on the city wall.

At one point, I stopped for quite a long time to see how the canal system works. There was a boat wanting to pass by a water gate and the people on the boat had to come out, open the water gate and balancing the water level before the boat can pass by. It was such an interesting sight. I didn’t know that we should do that. What a good to know fact!

After we parted from the canal side, the wall turns to the horserace area. Chester is also famous for its race days. The area is just so big! There was nothing at that time, but the view was certainly mesmerizing. I feel that the whole city is just charming. At the end of the racecourse area, we can see the Chester Castle. The place is now used as the Cheshire Military Museum.

Passing the castle, I walked neat the university area on my left side. On the right is River Dee. Walking along the river side, we can see a meadow in front of a church on the other side of the river. With spring coming, the colorful flowers are just gorgeous. There are actually many things that we can do on the river side and on the river. There are people canoeing, you can take a boat trip, or just walk along the river, enjoying the scenery.

DSCF5648

Passing the river side, the wall then makes it turns towards our starting point. However, before we arrive at the Eastgate, we will pass a Roman Amphitheater and some kind of Roman Garden. Then, we would have completed our walking on the city wall experience. It took me around an hour or so to get around the city wall. It is not boring at all because the city is indeed so very beautiful.

I wish I have another opportunity to visit Chester. I’d love to come inside the museums, watch the Town crier (a traditional ceremony of some kind of proclamation), and explore the shops. It is such a recommended place to visit and now is on my second most beautiful city in the UK!

Home Away from Home: Settling In

Pindah ke tempat baru membuat perasaan bercampur aduk. Salah satu perasaan yang kami rasakan saat baru tiba di UK adalah overwhelmed. Bayangkan saja, setelah belasan jam di pesawat, sampai di bandara tujuan pun harus alert di bagian imigrasi, membawa barang dengan jumlah yang banyak, harus pula mencari jalan untuk sampai ke tempat tujuan (akomodasi atau rumah tinggal sementara). Tugas adaptasi pun tidak selesai disana. Masih ada banyak hal yang harus diurus hingga akhirnya bisa nyaman dan terbiasa hidup di negeri orang. Saran kami, jangan panik. Tentukanlah prioritas mengenai apa yang akan dilakukan. Ada beberapa hal wajib yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu setelah kedatangan. Hal ini kami sebut proses settling in. Apa saja aktivitasnya? Berikut ini paparan kami.

 

Beradaptasi dengan cuaca

Biasanya perkuliahan di Inggris dimulai pada bulan September, sehingga hampir pasti kebanyakan dari pelajar dan juga yang membawa serta keluarga, akan tiba sekitar akhir Agustus hingga pertengahan September. Pada bulan-bulan tersebut, cuaca di UK berada pada kisaran suhu 15-20 derajat celcius, terkadang hujan, dan cukup berangin. Musim gugur dimulai dan biasanya diikuti dengan penurunan temperatur yang cukup drastis. Nah, sedingin apa sih autumn di sini? Yang pasti hawanya beda dengan negara tropis seperti Indonesia ya, mungkin dinginnya setara ketika kita berada di Puncak Bogor saat malam hari, tetapi seringnya menjadi lebih dingin karena hembusan angin di sini cukup kencang. Oleh karenanya, untuk mempermudah adaptasi terhadap perubahan cuaca, akan lebih baik jika anda menyiapkan outfit yang sesuai. Seperti yang sudah pernah dibahas pada seri ‘persiapan keberangkatan’ di artikel sebelumnya, jaket adalah barang mutlak yang anda perlukan. Tidak harus jaket super tebal sih, tetapi pilihlah jaket tipis/sedang yang berbahan hangat misalnya wool, flanel, atau jaket biasa yang berlapis fleece. Selain itu, persiapkan juga payung dan raincoat, karena hujan terkadang tiba-tiba turun meskipun matahari sedang bersinar terang. Untuk berjaga-jaga, anda juga bisa coba cek dan memantau sendiri perkiraan cuaca di Inggris melalui link berikut: http://www.bbc.co.uk/weather/.

Sebelum tiba di bandara terdekat dengan kota yang kita tuju, usahakan agar kita sudah mencari informasi bagaimana caranya untuk mencapai rumah tinggal kita dari airport, dapat diakses dengan moda transportasi apa dan berapa kisaran biayanya. Dengan begitu, setidaknya anda dapat mempersiapkan apa atau berapa uang yang dibutuhkan misalnya untuk naik kereta, bus, dan bahkan taxi. Akan lebih baik lagi, jika anda dapat meminta bantuan teman Indonesia untuk menjemput anda di bandara atau stasiun terdekat.

 

Beberapa hari pertama setelah kedatangan

Selanjutnya, karena berada di tempat yang baru, sebaiknya kita mulai dengan mengenal lingkungan sekitar tempat tinggal kita (dengan asumsi sudah memiliki rumah tinggal). Misalnya mengetahui lokasi supermarket atau pasar terdekat, tempat membeli makan, sekolah terdekat (untuk yang membawa anak), ATM atau bank terdekat, akses transportasi sekitar rumah, dan juga mencari tahu akses ternyaman untuk pergi ke kampus tempat pasangan kita bersekolah. Biasanya, orang Indonesia yang sudah lebih dulu tinggal disini akan bersedia membantu untuk menjadi ‘guide’ dalam pengenalan lingkungan tempat tinggal kita.

Selain pengenalan lingkungan, sembari unpacking isi koper, kita perlu memikirkan barang apa saja yang urgent masih dibutuhkan untuk survive selama beberapa hari pertama. Apabila belum mendapat akomodasi, maka hal pertama yang dilakukan adalah segera hunting tempat tinggal (sebagaimana sudah dibahas di artikel sebelumnya). Jika sudah ada rumah, mulailah kritis dengan melihat misalnya apakah peralatan dasar memasak dan makan sudah tersedia? Apakah toiletries, sprei, bantal, dan peralatan bedsheet lain sudah ada? Kebanyakan akomodasi yang disewakan memang tidak menyertakan item-item diatas. Namun, kadang-kadang ada juga ‘warisan’ barang yang ditinggalkan penghuni sebelumnya.

Sebagai catatan, bahwa di negara empat musim, rumah-rumahnya memang sudah dilengkapi dengan sistem pemanas ruangan. Akan tetapi untuk penduduk negara tropis seperti kita, meskipun belum memasuki musim dingin dan sekaligus untuk menghemat biaya listrik dan gas, membeli duvet dan electric blanket biasanya menjadi pilihan.

Yang juga tidak kalah pentingnya, jangan lupa untuk memperkirakan apakah persediaan logistik termasuk bumbu dapur sudah cukup? Dari pertanyaan-pertanyaan basic terebut, anda dapat segera membelinya di supermarket atau toko-toko terdekat. Bagi anda yang melanjutkan tempat tinggal orang lain, kentungan yang diperoleh biasanya adalah kita akan mendapat lungsuran atau warisan household stuff dari keluarga yang sebelumnya tinggal di tempat tersebut. Yeay! Hal ini berarti anda dapat menghemat lagi pos pengeluaran untuk settling-in.

Jangan kaget apabila dalam beberapa hari pertama sesampainya di UK, pengeluaran kita terasa sangat besar karena kebanyakan dari kita harus berbelanja barang-barang kebutuhan dasar. Tetapi tidak perlu kawatir, karena tidak setiap bulan kita akan berbelanja sangat banyak. Saran kami, prioritaskan barang-barang yang perlu dibeli dan carilah barang yang tahan lama agar tidak perlu mengganti di pertengahan tahun karena barang tersebut rusak.

 

Administrasi

Ada 3 hal yang termasuk dalam urusan administrasi yaitu: BRP collection, Lapor Diri, dan Pendaftaran GP

BRP Collection

Sebagai warga’ baru di UK, kita harus memiliki ‘kartu tanda penduduk’ di sini. Untuk pemegang visa UK yang lama, visa tersebut sudah otomatis menjadi bukti sah sebagai warga UK. Akan tetapi untuk pemegang visa baru (sejak tahun 2015) yang masa expired nya terbatas, anda perlu melakukan pengambilan BRP (Biometric Resident Permit). BRP merupakan kartu identitas yang memuat detil data personal dan informasi biometric dari pemohon visa atau ijin tinggal di UK selama lebih dari 6 (enam) bulan. Jadi, kalau anda hanya ikut pasangan ke UK kurang dari 6 bulan, anda tidak memerlukan BRP ini. BRP ini fungsinya mirip dengan KTP dan harus dibawa di saat bepergian terutama jika keluar UK, karena fungsinya yang juga sebagai pengganti visa.

Bagaimana cara memperoleh BRP? Pada saat menerima decision atas permohonan visa sebagai dependant, bersamaan dengan kembalinya paspor, kita akan menerima selembar kertas yang berisi detil informasi tentang BRP collection atau bagaimana cara kita mengambil kartu BRP ini. Ada dua pilihan yaitu di kampus atau di post office yang ditunjuk. Untuk opsi pertama, dapat dilakukan ketika pada saat proses pengajuan visanya, aplikan memilih untuk mengambil BRP nya di universitas. Pada saat pengisian permohonan visa online, aplikan yang biasanya adalah pelajar dapat memasukkan kode universitas sebagai reference tempat pengambilan BRP nya, hal inipun dapat berlaku juga bagi dependant-nya. Pengambilan BRP card di kampus hanya mewajibkan student nya (dalam hal ini pasangan kita) saja yang datang dengan membawa dokumen dependant-nya. Kapankah waktu pengambilan BRP? Biasanya pasangan yang akan berkuliah akan mendapatkan email keterangan pengambilan BRP yang cukup detail, berisi tempat pengambilan, tanggal, dan jam pengambilan BRP.

Tempat lain yang ditunjuk sebagai tempat BRP collection adalah post office. Opsi kedua ini juga umum dilakukan dan biasanya akan ditunjuk branch terdekat dengan alamat rumah tinggal yang sudah di isikan pada formulir pengajuan visa sebelumnya. Anda juga harus memasukkan pilihan jadwal appointment untuk BRP collection ini. Dokumen yang dibutuhkan untuk pengambilannya adalah passport asli dan lembaran decision dari UKVI yang berisi informasi tentang pengambilan BRP. Oh iya, perlu diingat bahwa BRP collection ini harus dilakukan maksimal 1 (satu) bulan setelah kedatangan di UK, dan tahapan ini tidak dipungut biaya.

Just in case UKVI tidak menunjuk lokasi kantor pos terdekat, penting bagi anda untuk mengetahui dimana kantor pos terdekat dengan tempat tinggal anda, sehingga anda bisa memilih tempat tersebut, karena setelah menentukan lokasi pengambilan BRP, disarankan untuk tidak merubahnya. Permohonan perubahan lokasi BRP collection ini memang dimungkinkan tetapi tahapannya akan lebih sulit, selain itu akan ada tambahan biaya (service fee) dan penambahan waktu tunggu lagi sekitar 10 hari.

Lapor Diri

Selain mengurus ‘KTP’ sebagai warga UK, ada hal lain yang masih harus dilakukan karena kita adalah warga negara Indonesia yang sedang tinggal di luar negeri yaitu, lapor diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Inggris. Kegiatan lapor diri ini dimaksudkan juga agar pihak KBRI mengetahui keberadaan kita di luar negeri. Untuk kita, selain dapat memudahkan dalam pengurusan hal-hal terkait keimigrasian dan kekonsuleran, lapor diri juga sebagai bentuk berjaga-jaga apabila di kemudian hari terjadi masalah, at least KBRI sudah memiliki data kita dan hopefully dapat memberikan perlindungan dan membantu menyelesaikan persoalan kita di tanah rantau. Manfaat lain adalah kita bisa masuk ke dalam daftar pemilih apabila kita masih berada di luar negeri ketika PEMILU berlangsung di Indonesia. Seperti halnya pengalaman Alif yang saat PEMILU 2014 masih tinggal di Jepang, karena sudah lapor diri ke KBRI, dia tidak kehilangan hak pilihnya karena otomatis sudah masuk ke dalam daftar pemilih. Lapor diri ini dapat dilakukan dengan cara datang langsung ke kantor KBRI London atau juga dapat dilakukan dengan mengirim dokumen melalui pos. Adapun dokumen yang perlu dilampirkan adalah paspor asli, 2 lembar pas foto ukuran 4×6, dan formulir lapor diri yang telah diisi. Jika mengirim dokumen via pos, jangan lupa untuk menyertakan amplop kosong yang sudah tertulis alamat kita beserta prangko untuk balasannya. Formulir lapor diri ini dapat anda unduh dari link berikut: http://www.kbrilondon.org.uk/index.php/lapor

Selain cara di atas, biasanya untuk kota yang jumlah warga Indonesia nya banyak, PPI atau organisasi yang mewakili komunitas warga Indonesia dapat melakukan koordinir dengan mengadakan program lapor diri bersama. Event ini bisa dilakukan dengan pengiriman kolektif via pos ke KBRI atau dapat juga dengan mengundang dan mendatangkan staff konsuler dari KBRI ke kota tempat kita tinggal.

GP

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah pendaftaran GP (General Practicioners). Istilah apa lagi ini? Puyeng juga ya kebanyakan istilah baru..hehehe..Ya, namanya juga tinggal di tempat baru, beda bahasa pula. Wajar saja kan jika semua istilahnya juga baru pertama kita dengar. Sistem kesehatan di UK mengharuskan setiap warganya untuk mendaftarkan diri di GP ini, agar dapat merasakan manfaat dari NHS. GP sebenarnya mirip seperti puskesmas atau praktek klinik lokal, dimana biasanya untuk bisa ke Rumah Sakit, kita memerlukan rujukan terlebih dahulu di GP yang terdekat dengan lokasi tempat tinggal kita. Untuk mengetahui GP mana yang lokasinya terdekat dengan kita, anda bisa cek di link berikut:

http://www.nhs.uk/Service-Search/GP/LocationSearch/4

Langkah registrasinya, kita harus datang ke GP terdekat pada jam layanan yang ditentukan dengan membawa passport, visa yang masih berlaku, BRP, dan bukti bahwa kita memang tinggal di alamat rumah tinggal kita (misalnya tagihan listrik, dokumen kontrak rumah yang memuat nama dan alamat rumah). Kemudian kita harus mengisi form pendaftaran dan mengembalikannya kepada petugas. Setelah itu, biasanya petugas akan memasukkan data kita ke dalam list pasien dan memberikan sedikit penjelasan mengenai layanan yang diberikan. Biasanya, dalam beberapa hari, kita akan mendapatkan surat dari NHS yang menunjukkan bahwa kita telah terdaftar dalam NHS dan berhak untuk mendapatkan pelayanan gratis. Gratis? Ya, kecuali biaya menebus resep. Ingat uang IHS yang telah kita bayarkan pada saat pengajuan visa? Ya, inilah bentuk yang kita terima dari pembayaran IHS kita: fasilitas kesehatan gratis.

Mendaftarkan diri dan keluarga ke GP cukup penting, terutama bagi keluarga yang membawa anak karena banyak fasilitas gratis bagi anak, seperti imunisasi, dan lain-lain. Selain itu, kita pasti berharap agar tidak sakit selama di UK. Namun, apabila kita sampai sakit, kita tidak bisa langsung bertemu dokter atau pergi ke Unit Gawat Darurat tanpa memberikan keterangan mengenai GP tempat kita terdaftar. Oleh karena itu, cobalah untuk mendaftar ke GP di minggu-minggu awal kedatangan kita.

 

Komunikasi

Memberikan kabar kepada keluarga di Indonesia bahwa kita telah tiba di negeri orang dengan selamat adalah hal mendesak yang juga perlu kita lakukan. Caranya bisa melalui internet ataupun telepon. Bagaimana bila di rumah tinggal belum ada sambungan wi-fi internet? Kita bisa menggunakan simcard UK untuk dipasang pada handphone kita. Biasanya, di bandara selepas kita keluar dari section kedatangan, akan ada sales person yang membagi-bagikan SIM card secara gratis. Kita bisa memanfaaatkannya dan kemudian melakukan pembelian pulsanya melalui internet maupun gerai-gerai tertentu yang menjual pulsa. Alternatif lainnya adalah dengan memesan nomor (SIM card) secara online dan gratis, kemudian kita bisa mengisikan pulsanya melalui website resmi provider SIM card tersebut. Dengan begitu komunikasi dengan keluarga baik yang di Indonesia maupun di UK dapat terjalin.

Selain melalui telepon, biasanya kita juga membutuhkan internet untuk mempermudah dan mempermurah biaya komunikasi. Banyak akomodasi yang sudah menyertakan biaya internet di dalam harga sewa. Hal ini cukup memudahkan karena berarti saat kita tiba, maka internet di rumah sudah aktif. Tidak perlu lagi berurusan dengan registrasi pemasangan internet dan lain-lain. Namun, bagi Anda yang akomodasinya belum mencakup internet, ada satu aktivitas tambahan yang harus dilakukan, yaitu memasang internet di rumah. Bagaimana caranya?

Pertama, tentukan dulu provider yang akan Anda gunakan. Setelah itu, Anda bisa datang ke gerai provider tersebut dan berbicara dengan customer service. Mereka akan membantu Anda memilih paket yang cocok dan kadang-kadang juga memberikan promosi harga. Selain biaya bulanan, Anda akan dikenakan biaya pemasangan sekitar 60 GBP. Nah, kadang-kadang provider atau customer service memberikan potongan pada biaya pemasangan ini. Setelah harga disepakati dan aplikasi diajukan, kita akan mendapatkan jadwal kapan engineer akan datang untuk memasang internet di rumah kita. Pada masa-masa peak, sekitar bulan Agustus sampai Oktober, antrian jadwal pemasangan internet bisa sampai 2-4 minggu. Jadi, bersiaplah hidup tanpa internet dalam jangka waktu tersebut dan hanya mengandalkan paket data internet yang ada di smartphone saja.

 

Semoga penjelasan kami kali ini dapat membantu Anda dalam menghadapi hari-hari pertama di negeri rantau. Ternyata, tidak se-ribet itu, kan?

Next on: budgeting. Salah satu hal yang cukup bikin deg-degan juga saat memutuskan untuk ikut pasangan sekolah ke luar negeri. Simak artikelnya minggu depan!

Lelaki Ber-stroller

Beberapa waktu belakangan ini saya rutin membantu seorang teman Indonesia mengantar-jemput anaknya sekolah. Salah satu hal yang saya sadari adalah it’s a common thing to see bapak-bapak dorong stroller berisi anak dibawah 3 tahun tanpa istrinya. Menarik ya? Kadang mereka terlihat pagi-pagi dengan baju kantor rapi. Those yummy daddies. Kadang-kadang, mereka terlihat menjemput anaknya dari sekolah atau di jalan entahlah kemana. Pemandangan ini menjadi semakin biasa di mata saya. Sepertinya, fenomena para lelaki ber-stroller ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran mengenai peran ayah dalam pengasuhan anak. Indeed, di banyak negara maju, penekanan dan sosialisasi mengenai peran ayah gencar dilakukan melalui berbagai media. Sudah menjadi hal yang umum, para ayah dilibatkan dalam kelas-kelas yang diberikan bagi ibu hamil, diberikan hak cuti pada saat istrinya melahirkan, dan berbagi peran dalam mengurus anak di dalam keluarga. Pergeseran pandangan pun mulai terjadi sehingga tidak ada juga komentar ‘ibunya kemana? Kok anaknya nggak diurus?’ karena ayah juga dianggap memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendidik dan mengasuh anak.

How about Indonesia? Sepanjang ingatan dan pengamatan saya, pemandangan lelaki ber-stroller jarang saya temui. Beberapa kali saya melihat bapak-bapak mendorong stroller anak mereka saat berjalan-jalan dengan istri di pusat perbelanjaan atau di tempat rekreasi. Namun, sepertinya sebatas itu saja. Sehari-hari, kegiatan mengasuh anak ada di tangan para istri. Sungguh berbeda dengan keadaan disini, dimana para ayah pun naik-turun bus dan berjalan kaki dengan mendorong-dorong stroller. Rasanya, semua hal tentang mengasuh dan mendidik anak adalah urusan ibu di Indonesia. Entahlah… mungkin juga karena ada anggapan dan beliefs mengenai maskulinitas, bahwa laki-laki memiliki peran tertentu, ada kegiatan-kegiatan yang ‘tabu’ untuk dilakukan oleh laki-laki, sampai ada warna-warna tertentu yang tidak lazim digunakan oleh laki-laki. Keyakinan ini jugalah yang menampar para wanita, para ibu untuk tidak membagi tanggung jawab pengasuhan anak kepada suami mereka. Nanti, apa kata masyarakat? Bisa-bisa saya dianggap sebagai ibu dan istri yang bossy karena suami saya yang bertugas menyuapi anak. Well, ini semua hanya asumsi dari hasil observasi saya. Sungguh, hanya opini pribadi. Bisa saja yang saya lihat salah, bisa saja ternyata banyak sekali suami-suami yang sangat suportif membantu istri mengasuh dan mendidik anak.

I sound like I’m a feminist. Well, I don’t say that men and women are the same. Saya sadar bahwa perempuan dan laki-laki memiliki peran masing-masing. Misalnya, laki-laki adalah kepala keluarga dan perempuan adalah sekolah pertama bagi anak. Pun, hak dan kewajiban suami dan istri masing-masing berbeda. Tapi, bukankah to some extent laki-laki dan perempuan harusnya memiliki kemampuan yang sama, tanggung jawab yang sama, dan harus saling membantu?

Lalu, apa akibatnya apabila tidak ada sosok ayah dalam pengasuhan anak? Disini saya berbicara dari sudut pandang keluarga dengan orang tua lengkap (ayah dan ibu masih hidup, regardless of their status). Saya rasa sebagian besar orang akan setuju bahwa anak belajar sangat banyak melalui contoh. Mereka belajar sangat banyak dengan cara melihat. Keabsenan ayah dalam pengasuhan, perbedaan ‘status’ yang mencolok antara ibu dan ayah, serta mungkin perlakuan yang berbeda kepada anak perempuan dan anak laki-laki, pada akhirnya mengarahkan anak untuk berpikir bahwa laki-laki memiliki derajat yang lebih tinggi dari perempuan, memiliki hak yang lebih dari perempuan. Tidak dapat dipungkiri, budaya patriarki masih sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Then, what’s wrong with that?

Ingatkah kita tentang kasus Yuyun? Seorang remaja wanita yang dilecehkan secara seksual dan kemudian dibunuh. Banyak orang berargumen bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh pengaruh alkohol. Namun, saya sebagai mantan mahasiswa psikologi tahu bahwa hal yang mempengaruhi perilaku seseorang ada banyak sekali. Untuk kasus tersebut, saya juga melihat ada faktor minimnya pendidikan seksualitas dan pengasuhan orang tua, terutama ayah.

I go way back when talking about fatherhood. Entah mengapa, topik ini selalu menggelitik saya. Indeed, penelitian skripsi saya pun membahas mengenai keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Anak-anak yang memiliki kedekatan dengan ayah dan merasakan dididik dan diasuh ayah ternyata terbukti menunjukkan prestasi akademis yang baik. Mereka memiliki hubungan sosial yang baik, percaya diri, dan dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan menerima tantangan. Selain itu, keterlibatan ayah dalam pengasuhan pun berhubungan dengan moralitas yang baik pada anak, seperti dalam hal pengembangan empati dan dorongan untuk menolong orang lain. Khususnya pada anak laki-laki, mereka banyak mencontoh perilaku baik ayah dan memiliki karakter personal yang lebih baik. Berbagai hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa peran laki-laki dalam pengasuhan dan pendidikan anak tidak kecil, tidak seperti yang pada umumnya dipahami oleh masyarakat. Indeed, ayah memiliki peran penting dalam kehidupan anak.

Oleh karena itu, mungkin harus ada lebih banyak laki-laki ber-stroller di Indonesia. Laki-laki yang sadar bahwa perannya bukan sekedar ‘dilayani’ oleh perempuan. Laki-laki yang mengerti bahwa mereka sebaiknya dapat mendampingi istri saat harus mengurus kebutuhan yang berhubungan dengan anak, entah itu memandikan anak atau menghadiri pertemuan orang tua di sekolah. Laki-laki yang sadar bahwa ia juga memiliki peran dalam mendidik dan mengasuh anak. Laki-laki yang tidak sombong sehingga tidak mau ‘merendah’ untuk perempuan just because dia laki-laki. At the end, bukankah semua manusia sama dihadapan Tuhan dan yang membedakan adalah amal ibadah?

Home Away from Home: Akomodasi

Bagaimana kriteria Anda mengenai rumah yang bagus? Rumah yang ada halaman depan dan belakang, ruang keluarga yang lega, garasi, lengkap dengan area untuk menjemur baju? Atau rumah dengan kamar tidur besar, berkamar mandi dalam, dan seluruh lantainya ditutup oleh karpet? Atau mungkin, rumah yang setiap ruangannya ber-AC? Dijamin, Anda tidak akan mendapatkan rumah ber-AC di UK, yang ada adalah rumah-rumah berpemanas ruangan. Indeed, kriteria rumah ideal bagi setiap orang berbeda-beda, pun persepsi rumah yang baik di setiap budaya berbeda. Hal ini juga bisa dirasakan saat mencari dan memilih akomodasi di UK.

Image source: http://nap-wp.s3.amazonaws.com/2014/05/student-housing_2402882b.jpg

Jenis Akomodasi

Terdapat berbagai pilihan akomodasi yang ditawarkan bagi mahasiswa berkeluarga di UK. Beberapa universitas ada yang menawarkan flat atau studio apartment bagi pasangan, meskipun biasanya harga yang ditawarkan cukup mahal dan jumlahnya terbatas. Namun, apabila ingin berhemat dan jumlah anggota keluarga lebih dari dua orang, maka pilihan akomodasi di luar kampus dapat menjadi pilihan. Secara umum, pilihan akomodasi bagi mahasiswa berkeluarga dapat dibagi menjadi tiga, yaitu flat, shared house, dan rumah. Tentunya, pilihan akan tergantung pada kebutuhan Anda karena masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan.

Bagi Anda yang baru saja menikah, belum memiliki anak, dan baru memiliki satu anak berusia kurang dari 4 tahun, sepertinya pilihan untuk menyewa flat dapat dipertimbangkan. Flat ini bentuknya seperti apartemen dengan pilihan studio hingga dua kamar. Luasnya memang lebih kecil daripada rumah dan biasanya tidak memiliki halaman. Apabila Anda menginginkan tempat tinggal yang privat dan tidak terlalu repot untuk mengurusnya, flat adalah alternatif yang tepat. Mengapa kami tidak menyarankan pilihan ini untuk keluarga yang lebih besar? Karena memang jumlah kamar dan luasnya yang terbatas. Harga sewa untuk akomodasi jenis ini akan tergantung pada kota tempat Anda akan tinggal nanti. Sebagai gambaran, flat tipe studio atau satu kamar disewakan seharga sekitar 600 GBP di Birmingham.

Pilihan untuk tinggal di shared house juga bisa diberikan kepada Anda yang baru berdua atau memiliki satu anak berusia kurang dari 4 tahun. Namun, kadang-kadang ada juga keluarga dengan anak lebih dari satu yang memilih jenis akomodasi ini. Tinggal di shared house berarti tinggal bersama orang lain di sebuah rumah. Praktik ini cukup umum dilakukan oleh keluarga Indonesia agar dapat meminimalkan jumlah  pengeluaran untuk akomodasi. Mengapa? Karena harga sewa rumah pun dapat dibagi dengan orang-orang yang tinggal bersama kita. Rata-rata rumah yang disewakan untuk mahasiswa berkeluarga di UK memiliki 3-4 kamar. Nah, alokasi kamar pun bisa ditentukan apakah keempat kamar tersebut akan dihuni oleh orang berbeda atau ada satu keluarga yang menghuni 2 kamar dan sisanya dihuni oleh mahasiswa lain. Cukup menarik juga kan, pilihan ini? The drawbacks – bagi Anda yang ingin hidup dengan tingkat privasi yang tinggi, mungkin pilihan ini kurang cocok bagi Anda karena sehari-hari Anda akan bertemu dengan orang lain yang non-keluarga. Selain itu, biasanya rumah di UK hanya memiliki 1 toilet dan 1 kamar mandi di dalamnya. Jadi, mungkin Anda harus pandai mengatur waktu giliran menggunakan kamar mandi. Kisaran harga per kamar untuk menyewa shared house adalah sekitar 300-350 GBP diluar biaya listrik, air, gas, dan internet, tergantung berapa banyak keluarga lain yang akan share dengan anda.

Pilihan terakhir yang menjadi alternatif akomodasi mahasiswa berkeluarga di UK adalah menyewa rumah, sehingga privasi anggota keluarga lebih terjaga. Karena memang menyewa rumah ini kita gunakan sendirian (satu keluarga) saja, maka harga sewa nya berkisar antara 600-750 GBP (belum termasuk bill). Biasanya tedapat halaman depan dan belakang untuk pilihan jenis rumah ini.

Mempertimbangkan Pilihan Akomodasi

Setelah mengetahui jenis akomodasi yang ditawarkan beserta dengan kelebihan dan kekurangannya, terdapat beberapa faktor lain yang juga harus dijadikan bahan pertimbangan saat memilih akomodasi yang akan disewa selama masa studi. Beberapa faktor tersebut adalah akses, harga, dan preferensi.

Akses disini mencakup jarak dari tempat tinggal  dari dan ke tempat lain yang dibutuhkan terutama fasilitas publik, juga terkait dengan moda transportasi apa yang akan lebih banyak dipakai selama di sini. Rumah-rumah di UK pada umumnya memiliki akses yang cukup baik. Terkait hal ini, saran kami adalah cek  terlebih dahulu lokasi rumah yang Anda incar menggunakan Google Maps, bahkan jika diperlukan lihat juga Google street view nya untuk memastikan bentuk dan letak rumah tersebut. Dengan begitu, Anda bisa mengira-ngira jarak tempuh dari rumah ke kampus, halte bus, supermarket, dan sarana penunjang lainnya. Kami menyarankan Anda untuk tidak kaget karena di banyak kota di UK, jarak normal jalan kaki dari satu tempat ke tempat lain adalah sekitar 15-25 menit. Jadi, sepertinya kecil kemungkinan Anda untuk tinggal di rumah yang jaraknya hanya 5 menit jalan kaki ke kampus (meskipun sebenarnya ada, tetapi kebanyakan harganya jauh lebih mahal). Oleh karena itu, jangan langsung mencoret pilihan akomodasi dengan jarak jalan kaki 15-25 menit dari fasilitas umum.

Apa saja fasilitas umum yang harus dipertimbangkan? Bagi Anda yang memiliki anak usia sekolah (mulai dari usia 3 tahun), maka fasilitas pertama yang harus Anda cek adalah sekolah. Di UK, pemilihan sekolah didasarkan pada kesamaan area dengan tempat tinggal. Biasanya, satu ‘kelurahan’ memiliki 1-2 sekolah dasar dan sekolah menengah. Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan jarak dari akomodasi ke lingkungan kampus (karena pasangan akan berkuliah), jarak ke supermarket, dan jarak ke halte bus. Kemudahan akses tentunya berbanding lurus dengan harga sewa yang ditawarkan. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih. Bagi anda yang di Indonesia terbiasa menggunakan kendaraan untuk bepergian, kini saatnya ada mengubah mind set untuk mulai membiasakan berjalan kaki di UK.

Faktor kedua yang harus dipertimbangkan adalah harga. Saat mempertimbangkan harga akomodasi, jangan lupa memasukkan hitungan bills (rekening listrik, gas, dan air) dan deposit. Sebagai gambaran, biaya listrik per rumah untuk satu bulan berkisar antara 80-120 GBP (tergantung penggunaan). Kemudian, biaya air yang biasanya dibayarkan per tiga bulan adalah sekitar 15 GBP per bulan. Biaya internet rata-rata perbulan adalah sekitar 25-30 GBP per bulan. Oh ya, sebagai informasi tambahan, instalasi listrik dan gas juga berpengaruh terhadap besaran biaya kedua rekening tersebut. Oleh karena itu, cek juga instalasi listrik dan gas di rumah yang akan dipilih. Bertanya ke penghuni sebelumnya juga bisa dilakukan sehingga tahu besaran biaya lain-lain yang harus dikeluarkan. Selain biaya  utilitas bulanan tersebut, kita juga harus mempertimbangkan jumlah deposit yang diminta. Deposit ini berguna sebagai uang jaminan yang akan dikembalikan (sesuai dengan kondisi pemakaian) pada akhir masa sewa. Kadang-kadang, deposit kita bisa dipotong apabila rumah yang kita sewa kotor, ada bagian yang rusak, atau tidak sesuai dengan kondisi pada saat akomodasi tersebut baru kita tempati. Besaran deposit sendiri tergantung pada kebijakan agent atau landlord. Namun, rata-rata kami harus membayar sebesar harga 1 bulan sewa dan bahkan banyak juga yang ditetapkan lebih besar dari jumlah sewa sebulan. Ada beberapa agent atau landlord yang meminta deposit tambahan apabila Anda membawa keluarga dengan jumlah anak yang banyak.

Faktor selanjutnya adalah preferensi. Preferensi disini maksudnya adalah standar masing-masing keluarga mengenai sebuah rumah. Seperti yang telah disebutkan di atas, konsep rumah ideal masing-masing orang berbeda dan rumah di UK memiliki standar yang berbeda dengan rumah di Indonesia. Biasanya, hal yang juga dilihat saat viewing rumah adalah tingkat kebersihan, taman, lingkungan tempat tinggal, pencahayaan, air, ukuran kamar atau ruangan, dan kelembaban rumah. Nah, mengenai kelembaban ini juga perlu diperhatikan karena kebanyakan rumah di UK cenderung lembab. Hal ini menyebabkan jamur yang membandel dan terkadang sulit dibersihkan sehingga rumah cenderung kotor. Selain itu, furnitur di dalam rumah juga perlu dicek. Ada rumah-rumah yang sudah modern berikut furniturenya, ada pula rumah tua dengan barang-barang yang cenderung sudah tua, dan ada juga rumah yang partly furnished atau unfurnished. Tentunya, hal tersebut akan mempengaruhi harga sewa dan deposit. Rumah unfurnished akan lebih murah dengan deposit yang lebih rendah juga. Sayangnya, dengan memilih rumah seperti ini, berarti kita juga harus melengkapi isi rumah dengan membeli sendiri furnitur yang diperlukan, jadi jangan lupa untuk mengalokasikan tambahan pengeluaran untuk pos ini. Akan tetapi, jika Anda tetap tertarik dengan rumah jenis ini, tenang saja karena Anda tidak perlu membeli furnitur yang semuanya baru. Banyak sekali charity shop yang menawarkan furnitur bekas dengan kondisi yang masih sangat layak pakai.

Agen Properti dan Landlord

Terdapat dua jenis cara menyewa akomodasi yang dikenal secara umum. Kita bisa menyewa dan mencari akomodasi melalui agen properti atau langsung melalui pemilik akomodasi (landlord). Pada dasarnya, kedua cara tersebut sama saja. Namun, beberapa hal ini dapat dipertimbangkan ketika memilih untuk menyewa melalui agen atau langsung ke pemilik rumah.

Terdapat banyak sekali jenis agen properti yang ada di berbagai kota di UK. Agen-agen ini memiliki website sendiri dan kita dapat melihat properti yang ditawarkan melalui website mereka. Agen properti berfungsi sebagai penyambung antara pihak penyewa dengan pemilik akomodasi. Apa saja keuntungan yang didapat ketika menyewa akomodasi melalui agen? Kita tidak perlu repot mengurus ini-itu dan tinggal ‘tau beres’. Masalah-masalah mengenai akomodasi dapat dilaporkan ke agen properti dan biasanya mereka akan merespon dalam waktu yang relatif cepat (ya, kecuali beberapa agen yang sudah terkenal lambat dalam merespons). Namun, tentunya kemudahan ini berbanding dengan service fee yang diminta oleh agen. Biasanya, agen properti mengenakan administration fee pada saat kita menyewa akomodasi dalam listing mereka. Besar administration fee berbeda-beda masing-masing agen, tetapi biasanya berkisar antara 200-400 GBP. Selain itu, tawar-menawar harga sewa pun cenderung terbatas karena kita tidak bisa langsung menawar kepada si pemilik akomodasi.

Cara kedua dalam menyewa akomodasi adalah langsung melalui landlord atau pemilik akomodasi. Cara ini mungkin lebih familiar bagi orang Indonesia karena terasa lebih kekeluargaan. Tidak-adanya perantara membuat proses tawar-menawar harga terasa lebih mudah. Tentunya, pilihan ini juga bebas dari biaya administrasi yang dikenakan oleh agen. Wah, berarti lebih enak ya, dibandingkan dengan menyewa melalui agen? Well, tergantung. Tidak seperti agen yang memiliki waktu respon yang cepat dan SOP penanganan masalah yang sudah saklek, landlord biasanya lebih fleksibel. Jadi, masalah-masalah berhubungan dengan akomodasi tidak selalu dengan cepat ditangani, tergantung dengan ketersediaan waktu pemilik akomodasi untuk mengurusinya.

Lalu, pilihan mana yang paling baik? Jawabannya ya tergantung preferensi Anda. Selain itu, cobalah hubungi dan berkomunikasi dengan agen atau landlord akomodasi yang Anda pertimbangkan. Membaca review dan bertanya kepada orang-orang yang menyewa rumah tersebut sebelumnya juga menjadi cara yang baik untuk mengetahui kelayakan dan kesesuaian akomodasi dengan Anda.

Mencari dan Menyewa Akomodasi

Ada banyak cara untuk mencari akomodasi di UK. Beberapa situs populer pencarian akomodasi adalah http://www.rightmove.co.uk/ dan http://www.zoopla.co.uk/. Dari kedua situs tersebut, biasanya ada banyak sekali jenis tempat tinggal yang ditawarkan. Kita juga dapat menghubungi pemilik tempat tinggal atau agen properti yang menangani tempat tinggal tersebut. Jangan lupa, kita juga bisa menggunakan filter untuk menyaring pilihan akomodasi sehingga sesuai dengan budget, kebutuhan, dan pilihan kita. Selain melalui situs pencarian, kita juga bisa bertanya kepada warga Indonesia yang telah menetap/tinggal di kota tujuan. Biasanya, tempat tinggal warga Indonesia bersifat turun-temurun. Jadi, setelah masa sewa seorang mahasiswa berakhir dan ia akan pulang ke Indonesia, maka biasanya tempat tinggalnya di-take oleh orang Indonesia lainnya. Memilih tempat tinggal ‘bekas’ orang Indonesia memiliki banyak keuntungan, diantaranya standar kebersihan dan kelayakan rumah yang sudah cukup terjamin, harga sewa sesuai dengan kantong, dan bagi yang memiliki anak, biasanya lokasi sekolah berada di dalam jangkauan tempat tinggal.

Proses pencarian hingga menyewa akomodasi di UK biasanya terdiri dari beberapa tahap. Pertama, kita harus menghubungi agen properti atau landlord untuk menanyakan lebih lanjut mengenai akomodasi yang ditawarkan. Biasanya, dari proses ini kita dapat mengetahui juga kecepatan respon agen properti atau landlord sebagai referensi apakah mereka cukup trustworthy atau tidak. Tahap berikutnya adalah viewing. Sebetulnya tahap ini tidak terlalu wajib. Namun, tidak ada salahnya apabila kita (atau orang lain yang dimintai tolong) melihat secara langsung wujud akomodasi yang ditawarkan. Foto di internet terkadang bisa saja tidak sesuai aslinya, kan? Setelah melihat ‘calon’ tempat tinggal, kita dapat memutuskan apakah cocok dengan kebutuhan kita atau tidak. Apabila cocok, maka kita dapat menghubungi agen properti atau landlord dan mereka kemudian akan membuat kontrak sewa akomodasi. Pada tahap ini, biasanya mereka meminta kita untuk membayar administration fee dan booking fee. Apa itu booking fee? Intinya sih seperti tanda jadi bahwa kita akan menyewa akomodasi tersebut dan kemudian iklan akomodasi di internet akan dicabut. Booking fee ini akan dihitung sebagai bagian dari uang sewa bulan pertama. Apabila kita menyewa akomodasi melalui agen properti, biasanya mereka pun meminta jaminan tertentu. Biasanya, kita diminta untuk mengirimkan scan pasport, bukti rekening atau bukti surat sponsor dari pemberi beasiswa, dan slip gaji penjamin. Siapakah  yang bisa dijadikan sebagai penjamin tersebut? Bisa siapa saja, baik teman dekat atau keluarga, yang masih bekerja. Setelah seluruh dokumen lengkap, biasanya satu bulan sebelum kedatangan, kita diminta untuk mentransfer uang deposit dan uang sewa bulan pertama sehingga kita bisa langsung masuk ke akomodasi tersebut pada saat kedatangan. Bagaimana halnya dengan orang-orang yang mencari akomodasi setelah tiba di UK? Prosesnya kira-kira sama, hanya saja uang deposit, administration fee, dan uang sewa bulan pertama akan dibayarkan pada saat yang bersamaan.

Jadi, kapan kita harus mulai mencari dan menyewa akomodasi? Lagi-lagi, semua tergantung kenyamanan pribadi. Ada orang-orang yang memilih untuk tiba dulu di UK, menumpang tinggal di rumah warga Indonesia yang ada di sini sembari mencari akomodasi.  Tentunya, sebelumnya mereka juga sudah memantau perkembangan penawaran akomodasi melalui internet sebelum mendatangi agen properti yang ada di kota-kota di UK. Keuntungan ketika kita memilih opsi ini adalah dapat dengan mudah melakukan negosiasi harga, dapat langsung viewing tempat tinggal, dan dapat membandingkan langsung pilihan tempat tinggal yang ada. Namun, ada beberapa orang yang merasa kurang nyaman apabila masih harus menumpang tinggal di rumah orang lain (yang bisa jadi mengakibatkan kita memilih akomodasi apa saja yang tersedia pada saat itu tanpa sempat mempertimbangkan hal-hal lain) dan terkadang pilihan yang ada pun terbatas karena sudah banyak akomodasi yang di-book oleh orang lain. Sebagai gambaran, pencarian rumah yang disewakan bagi mahasiswa berkeluarga sudah mulai marak di bulan April hingga Mei. Oleh karena itu, apabila kita baru mencari akomodasi di bulan September, maka pilihan pun lebih sedikit. Di sisi lain, ada juga orang-orang yang memilih untuk menyewa akomodasi terlebih dahulu saat di Indonesia sehingga ketika tiba di UK mereka dapat langsung menuju tempat tinggal pilihan. Tentunya, pilihan ini bisa dilakukan walaupun kita akan sedikit kesulitan dalam berhubungan dengan agen properti (karena hanya melalui email) dan dalam mentransfer deposit, administration fee, dan booking fee. Selain itu, kita juga tidak bisa melihat langsung akomodasi sebelum ketibaan kita di UK. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan meminta tolong warga Indonesia yang sudah ada di kota tujuan untuk melakukan viewing. Namun, dengan sudah beresnya persoalan sewa-menyewa akomodasi ini sedari kita masih di Indonesia, kita bisa memperoleh manfaat, misalnya, urusan visa akan lebih mudah karena kita sudah memiliki bukti kontrak tempat tinggal yang valid. Bukti ini akan menambah keyakinan pihak imigrasi Inggris dalam memberikan izin tinggal untuk kita. Selain itu, kita juga bisa lebih santai saat kedatangan karena sudah memiliki tujuan tempat tinggal yang jelas.

 

Setelah penuh dengan pertimbangan menentukan pilihan akomodasi tetapi pada akhirnya Anda memperoleh rumah tinggal yang mungkin kurang sreg di hati, yaa santai saja, tetaplah bersyukur karena sudah memiliki tempat tinggal, karena memang perkara mencari rumah ini gampang-gampang susah dan bergantung kepada kecocokan masing-masing. Dengan tulisan di atas, kami berharap agar minimal dapat sedikit memberikan pencerahan untuk anda yang akan berburu akomodasi di UK. Happy hunting rumah yaa!