Home Away from Home: Pendidikan (Secondary School & High School)

Minggu ini, giliran pendidikan tingkat menengah yang akan kami bahas, sebagai lanjutan dari seri penjelasan pendidikan anak di Inggris. Seperti edisi sebelumnya, untuk menambah keakuratan informasi yang disajikan, selain melakukan riset sederhana, kami juga melakukan wawancara dengan seorang warga Indonesia yang tinggal di Birmingham dan memiliki putri yang bersekolah di secondary school, yaitu mbak Ari Kristiana. Secondary school ini jika di Indonesia akan setara dengan tingkat SMP dan SMA kelas 7-11, sehingga bagi anda yang memiliki putra-putri dengan rentang umur 11-16 tahun, maka anda bisa menyimak pembahasan yang akan kami paparkan berikut. Bagaimana dengan anak usia 17 tahun? Di Indonesia, anak usia 17-18 masih ada di tingkat kelas 12 SMA. Namun, Inggris memiliki sistem high school yang agak berbeda. Anak lulus SMA pada usia 16 tahun dan pada usia 17 tahun mereka dapat memilih untuk langsung bekerja, masuk ke college (dengan syarat mendapatkan sertifikat A level agar dapat mendaftar ke universitas), atau mengikuti kelas khusus untuk mendapatkan sertifikat tertentu.

Pendaftaran Sekolah

Sistem pendaftaran sekolah, secara umum memang sama saja seperti pada nursery maupun primary school, yaitu memerlukan dokumen berupa akta kelahiran dan bukti alamat tempat tinggal. Eligible atau tidaknya anak untuk masuk ke level secondary ini, tetap akan didasarkan pada sudah cukupkah usia calon murid tersebut sesuai yang disyaratkan. Selain itu, sistem rayon juga berlaku disini, dimana calon murid akan dialokasikan pada sekolah dengan jarak terdekat dari tempat tinggal.

Sama juga dengan primary school, pendaftaran bisa dilakukan online. Bagi Anda yang akan tinggal di Inggris dan Wales, website ini: https://www.gov.uk/apply-for-secondary-school-place bisa digunakan untuk menemukan cara pendaftaran secondary school di area tempat tinggal Anda.

Perlengkapan Sekolah

Lagi-lagi mirip dengan apa yang diterapkan di primary school, perlengkapan sekolah di secondary school pun mirip-mirip. Meskipun buku tulis disediakan oleh masing-masing sekolah, alat-alat tulis yang akan digunakan anak harus dibeli sendiri oleh orang tua. Seperti biasa, buku paket rujukan pun disediakan oleh sekolah dengan sistem ‘pinjaman’. Jadi, anak-anak tidak diharuskan memiliki text book atau buku paket.

Selain itu, seragam juga merupakan perlengkapan sekolah yang cukup penting. Seragam sekolah umumnya bisa didapat di toko-toko atau supermarket, sedangkan sweater atau setelan jas (ya, beberapa SMP di Inggris memiliki seragam berupa setelan jas lengkap dengan dasi) bisa dibeli di sekolah masing-masing. Pada jenjang ini, karena jumlah barang bawaan juga lebih banyak, sekolah membebaskan siswa untuk membawa tas yang sesuai dengan pilihan pribadi. Seluruh jenjang pendidikan wajib di Inggris memberlakukan sistem full day, dimana siswa berada di sekolah mulai dari sekitar pukul 08.45 hingga 15.30. Oleh karena itu, makanan adalah hal yang wajib disediakan, baik oleh sekolah maupun orang tua. Biasanya, siswa SMP bisa membawa bekal dari rumah atau membeli makan di kantin sekolah. Mirip ya, dengan di Indonesia. Tentunya harga setiap jenis makanan berbeda-beda. Bagi Muslim, beberapa sekolah menyediakan pilihan menu halal sehingga tidak perlu khawatir apabila tidak membawa makan siang.

Kurikulum dan Kegiatan Sekolah

Secara umum, kurikulum dibagi menjadi dua yaitu Key Stage 3 untuk sekolah year 7-9, dan Key Stage 4 untuk year 10-11. Mata pelajaran wajib untuk kedua tingkat tersebut adalah Matematika, English (writing dan reading), dan Science.

Jumlah mata pelajaran yang dipelajari di Key Stage 3 adalah yang paling banyak diantara jenjang pendidikan lain. Pelajaran-pelajaran wajib tersebut adalah Art and Design, Citizenship, Design and Technology (misalnya tata boga, tata busana, dan pertukangan), Languages (bahasa asing selain Inggris), Computing, Geography, History, Music, dan Physical Education (olahraga). Seperti biasa, Religious Education adalah mata pelajaran wajib, ditambah dengan Sexual Education bagi siswa SMP-SMA. Mata pelajaran yang kami sebutkan merupakan panduan general yang isinya akan tergantung sekolah masing-masing. Misalnya, ada sekolah yang menentukan tata boga sebagai isi mata pelajaran Design and Technology, atau menentukan bahasa Perancis dan bahasa Spanyol sebagai isi dari mata pelajaran Languages.

Bagaimana dengan Key Stage 4? Pada jenjang ini, selain tiga mata pelajaran wajib di atas, siswa juga akan mendapatkan Religious Education, Sexual Education, Citizenship, Computing, PE, salah satu dari pelajaran Arts (Music, Art and Design, Drama, Media Arts, Dance), Design and Technology, salah satu dari pelajaran Humanities (History, Geography), dan salah satu dari pelajaran Languages (bahasa asing yang ditawarkan oleh masing-masing sekolah).

Biasanya, sekolah akan menetapkan target nilai pada awal term berdasarkan pencapaian anak di akhir studinya di jenjang primary school. Nah, ketika ada siswa yang merupakan non-UK dan baru masuk sekolah Inggris pada level secondary, pihak sekolah akan sedikit kesulitan untuk menentukan target nilai karena tidak memiliki dasar nilai jenjang sekolah sebelumnya, sehingga tidak jarang target yang ditetapkan untuk anak tersebut tergolong cukup rendah.

Sekolah di Inggris berbeda dengan sekolah di Indonesia, dimana sekolah di sini memang lebih banyak menekankan kepada praktek daripada teori. Di level secondary ini, seperti halnya jenjang pendidikan sebelumnya, kegiatan di dalam dan luar sekolah juga di seimbangkan porsinya. Misalnya saat anak sedang diajarkan materi science, maka pihak sekolah akan memberikan jadwal dimana anak akan diajak berkunjung ke museum science untuk lebih mengenalkan mereka terhadap objek yang sedang diajarkan.

Untuk menunjang kelancaran belajar siswa, setiap anak juga diberikan school planner book oleh pihak sekolah yang gunanya untuk mempermudah siswa mengorganisir homework dan juga membantu komunikasi antara orang tua dan pengajar. Melalui school planner book ini, murid juga diajarkan untuk dapat berlatih bertanggung jawab atas aktivitas belajar apa yang mereka kerjakan di sekolah dan di rumah. Setiap hari, anak diharuskan mencatat homework apa saja yang diberikan dan juga memberikan tick mark untuk pe er yang telah selesai dikerjakan. Kemudian, seminggu sekali, orangtua murid harus menandatangani school planner ini sebagai tanda kontrol dan monitoring terhadap belajar anak. Pengajar pun akan melakukan pengecekan berkala terhadap isi dan pemeliharaan buku tersebut oleh siswa.

Selain melalui planner book, orang tua juga dilibatkan dalam monitoring progress perkembangan siswa di sekolah. Orang tua mempunyai hak untuk bertemu dengan guru setidaknya satu kali dalam setahun. Pertemuan ini dilakukan untuk membahas perkembangan anak dan waktunya tidak harus di akhir tahun. Jadi, tidak seperti di Indonesia, report tidak harus diambil oleh orang tua. Terkadang, report diberikan melalui anak atau sudah tersedia online. Disamping satu pertemuan wajib, orang tua bisa saja meminta pertemuan khusus dengan guru untuk membahas hal-hal tertentu. Biasanya, perjanjian dan komunikasi seperti ini dilakukan melalui email.

Evaluasi Belajar

Adapun penilaian yang diberikan oleh sekolah di Inggris sangat lengkap, meliputi bagaimana effort dan attitude siswa terhadap pelajaran tersebut. Dalam report yang diberikan dari sekolah, disajikan urut setiap mata pelajaran dan sangat jelas tertulis pendapat dari masing-masing guru yang mengajar setiap pelajaran tentang bagaimana siswanya melakukan effort untuk bisa mengikuti pelajaran yang ada, termasuk pujian dan masukan untuk perkembangan anak pada term berikutnya. Meskipun begitu, di Inggris, anak-anak akan selalu naik kelas, hanya saja mungkin ada yang hasil nilai akhirnya di bawah atau di atas target yang telah ditentukan.

Tidak seperti di Indonesia dimana ujian dilakukan pada akhir masa SMP (kelas 9) dan akhir masa SMA (kelas 10), di Inggris, ujian dilakukan sepanjang kelas 10-11. Wah, mungkin juga ini alasannya mengapa pelajaran di Key Stage 4 lebih sedikit dibandingkan pelajaran di Key Stage 3. Sistem ujiannya pun berbeda dengan yang dilakukan di Indonesia. Pada akhir masa sekolah wajib, siswa di Inggris akan mengikuti ujian final yang disebut GCSE  (General Certificate of Secondary Education). Ujian ini terdiri dari 9 mata pelajaran dengan Math, English, dan Science sebagai mata pelajaran wajib. Lalu 6 pelajaran sisanya dapat dipilih sendiri oleh siswa pada awal kelas 9. Jadi, di kelas 9 siswa sudah memiliki gambaran mengenai pelajaran apa yang akan ia tempuh ujiannya. Ketiga pelajaran wajib tersebut akan diujikan dalam bentuk exam, ya semacam UAN di Indonesia. Namun, exam ini bukanlah satu-satunya metode yang diberlakukan sebagai dasar pengambilan nilai dalam GCSE. Pelajaran Science, misalnya, memulai ujian GCSE di kelas 10 yang tesnya dibagi-bagi menjadi beberapa bagian yang beragam bentuknya, nah penilaian semacam ini dikenal dengan control assessment. Oh ya, waktu pengambilan GCSE ini juga disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak. Jadi, ada siswa yang mulai ujian GCSE di kelas 10 dan ada juga yang mulai ikut ujian GCSE di kelas 11. Apa gunanya nilai GCSE? Tentunya bukan untuk menentukan kelulusan, ya.. Hehe. Setelah selesai menempuh GCSE ini, usai sudah wajib belajar untuk siswa di Inggris, dan mereka pada tahap ini sudah eligible untuk melamar pekerjaan. Tentu saja semakin baik nilai GCSE nya, semakin terbuka lebar pula kesempatan mencari pekerjaan. Waah.. bisa anda bayangkan bukan jika dalam usia 16 tahun saja anak-anak di Inggris sudah harus mulai menentukan masa depan mereka apakah akan kuliah atau bekerja?

Bagaimana jika setelah lulus GCSE anak ingin melanjutkan kuliah? Nah, ternyata ujian GCSE saja tidak cukup, melainkan harus melanjutkan ke sixth-form atau jenjang A-level selama dua tahun dan terdiri dari year 12 dan 13. Sixth-form ini sudah bukan lagi merupakan wajib belajar ya, tetapi tetap akan gratis dari biaya, untuk yang melanjutkan di state school atau state college. Subject yang dipilih untuk pendidikan A-level ini sebaiknya sudah harus ditentukan dari awal agar sesuai dengan minat atau keinginan mereka akan kuliah di bidang apa di collegenya nanti.

 

Dengan berakhirnya sharing tentang secondary school ini, maka selesai juga pembahasan kami tentang pendidikan anak di Inggris. Dengan semua plus minus yang ada dalam sistem pendidikan di sini, maka kini giliran anda memutuskan apakah akan membawa serta anak dan menyekolahkannya di Inggris. Meskipun terlihat sepele, tidak ada salahnya lho mempersiapkan anak anda terutama dari segi mental dan jika memungkinkan penggunaan bahasa Inggris dalam keseharian mereka. Harapannya, ketika sampai di sini, anak-anak lebih cepat beradaptasi baik dengan lingkungan, sistem, dan komunikasi di sekolah yang baru. Yakin saja bahwa anak anda pasti mampu kok catch-up dengan sekolahan di sini.

Photo Source: http://images4.content-bc.com/commimg/eduk/article/4070.jpg

Advertisements

Home Away from Home: Pendidikan (Primary School)

Pembahasan minggu ini merupakan postingan lanjutan untuk seri pendidikan anak di Inggris yang akan lebih rinci menjelaskan tentang reception dan primary school. Untuk anda yang membawa serta anak dengan rentang usia 4-11 tahun, maka rasanya perlu untuk mencermati hal-hal terkait dengan jenjang pendidikan dasar ini. Tulisan ini, lagi-lagi, kami sampaikan dengan dasar pencarian dokumen-dokumen terkait pendidikan SD dari pemerintah UK (https://www.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/210969/NC_framework_document_-_FINAL.pdf) dan Birmingham City Council (http://www.birmingham.gov.uk/online-admissions) serta hasil wawancara kami dengan Mbak Lutvi Suroya, seorang warga Indonesia yang tinggal di Birmingham yang memiliki 3 orang anak yang bersekolah di jenjang sekolah dasar. Berikut ini penjelasan kami.

 

Pendahuluan

Sekolah dasar, atau primary school, dimulai dari jenjang kelas Reception hingga Year 6. Reception class mungkin semacam TK B apabila disandingkan dengan sistem pendidikan dasar di Indonesia. Kelas ini berfungsi sebagai kelas transisi antara TK (Nursery) dan SD (Year 1). Ada beberapa sekolah yang menamai fase mulai dari Reception hingga Year 2 sebagai ‘Infant School’. Setelah itu, siswa kelas 3-6 berada pada tahap ‘Junior School’. Nah, perpindahan dari Infant School ke Junior School pun membutuhkan proses ulang pendaftaran sekolah. Ya, jadi anggap saja tahap SD ini dibagi menjadi 2.

 

Mendaftarkan Anak ke Sekolah Dasar

Beberapa state primary school biasanya juga mempunyai nursery dan reception dalam satu manajemen, meskipun terkadang ada pula yang letak bangunannya terpisah. Dalam hal ini, jika putra-putri anda sudah bersekolah di nursery dan ingin melanjutkan di jenjang primary school yang sama, maka anak tidak bisa otomatis masuk dan diakui status kesiswaannya, melainkan tetap harus melakukan pendaftaran ulang dan mengikuti tahapan screening untuk level reception yang ada. Sistem pendaftaran pun menganut siapa cepat dia dapat, alias kuota yang tersedia tetap terbatas dan bergantung kepada siapa yang terlebih dahulu mendaftar. Memang ada kecenderungan adanya prioritas bagi calon murid yang berasal dari nursery yang sama, akan tetapi anda tetap tidak boleh terlalu pede ya, karena kemungkinan tidak diterima juga tetap ada. Apabila anda datang ke Inggris pada tengah-tengah tahun ajaran baru, anda tetap bisa datang ke sekolah dan mencoba mendaftar. Setelah mendaftar, dan apabila diterima, maka pihak sekolah akan memberitahukan via telepon. Beberapa sekolah juga akan mengeset jadwal home visit untuk mengetahui kebenaran keberadaan tinggal anak dengan keluarga, melihat keseharian anak, serta membicarakan tentang peraturan sekolah dan makanan.

Sebaiknya mendaftar sekolah sejak dari Indonesia atau setelah sampai di Inggris? Nah, sebenarnya urusan sekolah anak ini juga tidak terlalu ribet kok ya, asalkan anda sudah mencari informasi sebelumnya. Jadi, saran kami sih, sebaiknya datang dan sampai dulu disini, kemudian setelah mendapat rumah tinggal baru mendaftar sekolah. Dengan begitu, selain anda dan anak bisa sedikit beradaptasi dengan suasana dan lingkungan sekitar, kemungkinan mendapatkan sekolah yang lebih dekat dengan lokasi rumah juga lebih besar. Meskipun demikian, jika anda tetap ingin mendaftar sejak sebelum sampai di Inggris, tidak mengapa. Namun, anda harus siap dengan risiko kehilangan kursi karena sekolah pasti akan mendahulukan calon murid yang mendaftar dan sudah berdomisili di lokasi terdekat.

Seperti yang telah disebutkan di atas, untuk mendaftarkan anak ke sekolah tertentu, Anda bisa langsung datang ke sekolah tersebut dan berbicara dengan pihak sekolah. Namun, beberapa tahun belakangan ini, pendaftaran sekolah sudah bisa dilakukan secara online. Hal ini tentu memudahkan orang tua karena tidak perlu mendatangi satu per satu sekolah tujuan (in case anak tidak diterima di sekolah tujuan utama). Melalui sistem online, anak akan langsung dirujuk ke sekolah terdekat dengan rumah dan apabila kuota sekolah tersebut telah penuh, secara otomatis anak akan dipindahkan ke sekolah lain yang terdekat dengan lokasi rumah.

Dokumen apa saja yang diperlukan pada saat mendaftarkan anak ke sekolah? Sederhana. Tidak seperti sistem pendaftaran sekolah di Indonesia yang mengharuskan orang tua menyiapkan belasan dokumen serta menyiapkan anak untuk ikut tes, di Inggris, mendaftarkan anak ke sekolah hanya membutuhkan akte kelahiran anak serta bukti yang menunjukkan alamat tempat tinggal. Akte kelahiran digunakan untuk mengetahui usia anak, yang berkaitan dengan jenjang kelas anak, sedangkan bukti tempat tinggal digunakan untuk mengetahui apakah benar anak tersebut mendaftar di sekolah yang memang dialokasikan untuk daerah tempat tinggal tersebut. Selain itu, orang tua juga diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dari internet apabila mendaftar online atau dari sekolah langsung apabila langsung mendaftar ke sekolah. Ingat, tidak ada pungutan biaya sepanjang proses pendaftaran ini, ya.

 

Perlengkapan Sekolah

Awal masuk sekolah bagi anak identik dengan berbelanja perlengkapan sekolah, seperti buku, tas, sepatu, dan lain-lain. Di inggris, perlengkapan yang diperlukan diantaranya adalah seragam sekolah. Seragam sekolah, selain melalui online shopping, tersedia juga di toko-toko yang umum seperti ASDA, Tesco, dan sesekali di ALDI dengan harga standar. Selain itu, seragam sekolah dapat juga dibeli di departemen store menengah ke atas seperti di Mark & Spencer, debenhams, dan BHS, tentunya dengan harga yang lebih mahal. Selain itu, siswa sekolah di Inggris juga dianjurkan untuk memakai sepatu hitam yang juga bisa diperoleh di supermarket tersebut di atas. Namun, ada juga perlengkapan sekolah yang harus dibeli di sekolah karena ada badge atau logo sekolah sebagai penanda identitas. Barang-barang tersebut adalah tas sekolah, dan jumper atau cardigan. Cukup sudah acara beli-beli perlengkapan sekolah di Inggris. Bagaimana dengan buku?

Peralatan belajar seperti alat tulis dan buku pelajaran sepenuhnya difasilitasi gratis dari sekolah, dimana siswa akan dipinjami buku ajar sesuai dengan materi yang diajarkan selama di sekolah. Pada akhir kelas, peralatan tersebut akan disimpan di sekolah pada rak yang ditentukan sesuai dengan nama mereka, lalu siswa hanya akan membawa pulang buku untuk homework dan latihan saja. Buku pelajaran yang free ini khusus untuk buku ajar wajib saja. Artinya, jika orang tua merasa perlu untuk mencarikan buku tambahan di luar buku materi utama, maka dipersilahkan untuk membelinya secara bebas di toko buku. Selain buku pelajaran, para siswa akan diberikan pinjaman buku sebagai bahan bacaan selama di rumah, dimana setiap minggunya buku cerita ini akan dikembalikan untuk memperoleh buku yang lain, dan anak-anak bebas memilih judul buku sesuai keinginan mereka. Dengan begitu, diharapkan minat baca anak akan meningkat dan wawasannya bertambah karena mereka dapat membaca beragam judul buku secara kontinyu.

Sama halnya seperti kelompok nursery, siswa primary school juga diwajibkan membawa bekal makanan (meal) untuk makan siang bersama di sekolah. Sebenarnya sekolah menawarkan paket meal gratis untuk year 1-2 saja, sedangkan untuk year 3 dan seterusnya orangtua harus membayar sekitar GBP 11-15 untuk penyediaan makan selama satu minggu. Menu yang disediakan sebenarnya tidak mengandung olahan daging, akan tetapi untuk murid yang muslim, anda bisa menanyakan apakah disediakan opsi menu halal atau vegetarian. Namun, jika tetap kurang yakin dengan kehalalannya dan juga agar bisa lebih berhemat, murid diperkenankan membawa bekal sendiri dari rumah.

 

Kegiatan Sekolah

Kurikulum dan Pelajaran

Mengenai kurikulum, siswa Reception mengikuti kurikulum yang disebut EYFS (Early Years Foundation Stage), siswa kelas 1-2 mengikuti kurikulum yang disebut Key Stage 1, dan siswa kelas 3-6 mengikuti kurikulum yang disebut Key Stage 2. Apa sih yang dipelajari di kurikulum-kurikulum tersebut?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kelas reception digunakan sebagai jembatan antara TK dan SD. Oleh karena itu, siswa di kelas ini masih “bermain”, tetapi juga mulai serius belajar. Di kelas ini, siswa mulai belajar membaca dan menulis, walaupun porsi-nya masih tergolong sedikit. Di kelas ini, siswa dibebaskan untuk memilih kegiatan yang ia inginkan, meskipun kadang-kadang guru memimpin siswa dalam belajar sesuatu, misalnya matematika. Pada sebagian besar hari, siswa terlihat ‘bermain-main’ saja di dalam kelas. Jadi, tidak ada jadwal pelajaran atau buku tugas bagi siswa. Mereka bisa memilih apa yang ingin mereka lakukan sepanjang hari. Namun,  guru-guru sigap melakukan observasi dan mencatat kemajuan siswa dalam bidang-bidang tertentu, seperti dalam hal sosialisasi dan kemandirian. Catatan hasil observasi ini lah yang digunakan untuk melaporkan kemajuan siswa.

Perbedaan antara Key Stage 1 dan Key Stage 2 terletak pada pendekatan guru dalam proses pembelajaran. Tentunya, karena perbedaan usia anak, guru bisa mengatur seberapa banyak kontrol yang ia berikan di dalam kelas. Anak-anak di jenjang Key Stage 2 diberikan lebih banyak kebebasan untuk mengatur proses pembelajaran mereka sendiri. Tugas-tugas yang diberikan lebih menantang dan menuntut mereka untuk lebih banyak berpikir secara kritis dan kreatif. Namun, dalam hal mata pelajaran, keseluruhan jenjang SD memiliki mata pelajaran wajib yang sama. Ada tiga mata pelajaran wajib yang harus diberikan oleh semua sekolah, yaitu English (membaca dan menulis), Math, dan Science. Selain itu, setiap sekolah wajib memberikan pelajaran Religious Education (RE). Nah, ini bukan pelajaran agama seperti di Indonesia, ya. Dalam RE, siswa belajar semua agama, tapi bukan dari perspektif praktik dan internalisasi nilai, melainkan dari sisi sejarah. Selain pelajaran utama, sekolah dapat memilih beberapa dari pelajaran tambahan yang terdiri dari computing, creative arts, humanities, citizenship, design and technology, languages (bahasa asing), geography, music, dan physical education (pendidikan jasmani). Jadi, mata pelajaran yang didapatkan oleh siswa bisa saja berbeda di setiap sekolah.

Metode Belajar dan PR

Lalu, bagaimana proses pembelajaran di dalam kelas? Di Inggris, metode yang digunakan dalam belajar adalah metode tematik. Jadi, bagi Anda yang sudah merasakan kurikulum 2013, mungkin ini agak-agak mirip. Di setiap term, guru memilih satu tema yang dijadikan acuan untuk mengarahkan pembelajaran. Setiap mata pelajaran juga akan mengacu dan membahas tema tersebut. Meskipun struktur di dalam kelas cukup fleksibel, guru tetap memiliki jadwal pelajaran. Hal ini juga membedakan antara Reception dan Primary. Lagi-lagi, siswa adalah pusat pembelajaran sehingga guru tidak banyak ‘berceramah’ di depan kelas, tetapi siswa banyak melakukan kegiatan dan mengarahkan proses belajar mereka sendiri.

Oh iya, di sini anak tidak banyak mendapatkan pe er (homework), bahkan bisa dibilang sangat jarang. Biasanya saat libur half-term tiba, anak akan diberikan pekerjaan rumah dengan harapan untuk mengisi waktu luang dan tetap menjaga rutinitas belajar selama liburan. Bagi anak-anak yang memiliki bahasa ibu non-Inggris, biasanya pada saat baru saja pindah sekolah, anak diberikan agak lebih banyak PR. Hal ini berguna untuk mengakselerasi adaptasi anak dalam berbahasa Inggris. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu terlalu khawatir anak tidak bisa mengejar ketertinggalan karena mereka juga di-support oleh sekolah.

Kegiatan Sekolah

Kegiatan siswa diseimbangkan antara di dalam maupun luar sekolah, dan pelaksanaanya mengikuti topik yang sedang di sampaikan di dalam kelas. Misalnya, saat materi sains diajarkan, akan ada kegiatan mengunjungi museum sains. Topik tentang geologi dan lingkungan akan dilengkapi dengan kunjungan anak ke taman flora dan fauna atau kebun binatang, dilanjutkan lagi dengan kegiatan menonton film bersama bioskop dengan tema pengetahuan alam. Hal ini cukup menarik bagi siswa, karena dengan begitu mereka memperoleh gambaran secara utuh baik dari sisi materi tertulis maupun penerapan melalui sisi praktikal (teknis). Selain kegiatan di luar sekolah, fasilitas penunjang belajar anak yang disediakan juga sangat bagus, misalnya untuk memperdalam skill bermain alat musik, anak-anak diperbolehkan meminjam dan membawa pulang salah satu instrumen untuk berlatih di rumah. Waah, sungguh menakjubkan mengetahui bahwa sekolah di sini memiliki totalitas yang luar biasa dalam hal penyediaan fasilitas dan pengelolaannya.

Jika di Indonesia terdapat banyak ekstrakurikuler, di Inggris juga ada kegiatan di luar jam sekolah yang biasa disebut after school club. Kegiatan ini tidak wajib, tetapi jika siswa ingin turut serta, biasanya akan dikenai biaya sebesar GBP1-3 setiap event. Anak-anak bisa berlatih gardening, art, musik, dan bisa berlatih drama maupun kegiatan lain yang sifatnya dilakukan mengasah nilai teamwork mereka.

 

Evaluasi Pembelajaran

Sistem penilaian yang diterapkan di sekolah di Inggris sangat fair. Artinya, berimbang antara usaha dan hasil akhir yang dicapai anak didik sehingga apabila ada anak yang hasil akhirnya tidak terlalu tinggi, guru akan melihat sejauh mana effort yang dilakukan dan dari situ akan ada penilaian untuk mengapresiasi proses yang ditempuh oleh siswa. Sebagai contoh, ada anak yang bahasa utama nya bukan bahasa Inggris, biasanya pencapaian untuk reading dan writing akan berada di bawah temannya yang menggunakan English sebagai bahasa utamanya, namun karena sikap dan antusiasme anak yang besar untuk belajar dalam materi ini, maka effort nya bisa jadi akan diapresiasi sangat baik oleh para pengajar. Rapor yang diberikan akan mencakup penjelasan detail untuk masing-masing pelajaran baik wajib maupun tambahan, termasuk bagaimana sikap anak, kekurangan dan kelebihan mereka dalam menghadapi mata pelajaran yang ada.

 

Hubungan Sekolah dan Orang Tua

Sama halnya dengan yang terjadi di Indonesia, sekolah juga berusaha untuk melibatkan orang tua dalam kegiatan-kegiatan sekolah. Oleh karena itu, keaktifan orang tua dalam menghadiri acara-acara tersebut sangat diharapkan. Gunanya, selain agar terbangun komunikasi antara sekolah dan orang tua juga untuk membuat anak lebih bersemangat karena melihat orang tua terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang ia ikuti.

Pertemuan sekolah dan orang tua biasanya terjadi di awal tahun ajaran. Rapat orang tua, atau parent’s meeting, digunakan sebagai sarana pengenalan orang tua dengan sekolah dan sebagai media sosialisasi berbagai kebijakan sekolah. Pada acara ini, orang tua dapat bertanya dan berinteraksi dengan guru serta orang tua lain. Orang tua juga dapat menyatakan concern mereka terhadap suatu isu. Apabila ada keluhan atau aspirasi yang ingin disampaikan diluar rapat orang tua, biasanya orang tua dapat berkomunikasi dengan guru dan sekolah melalui email atau dengan datang langsung ke sekolah. Pertemuan tatap muka antara orang tua dan guru juga terjadi pada saat penerimaan ‘rapor’ anak. Pada sesi ini, guru akan memberikan laporan mengenai perkembangan anak dan orang tua juga dapat bertanya mengenai hal tersebut pada guru.

Keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar juga ditunjukkan melalui kegiatan-kegiatan sekolah yang melibatkan anak dan orang tua. Biasanya, orang tua diundang untuk datang menonton pertunjukan musik atau drama yang dilakukan oleh anak-anak. Selain itu, beberapa sekolah juga memiliki waktu khusus ‘assembly’ yang digunakan oleh siswa untuk menunjukkan hal yang telah mereka pelajari di kelas. Penampilan ini dapat dilihat oleh orang tua. Selain itu, ada juga bazaar dan hari olahraga yang juga membutuhkan partisipasi orang tua. Kali ini, orang tua tidak hanya berperan sebagai penonton, tetapi juga sebagai peserta. Nah, jangan harap kegiatan-kegiatan ini akan sering diadakan di akhir pekan. Seringnya, orang tua harus ‘izin’ dari pekerjaan di siang hari untuk dapat berpartisipasi. Oleh karena itu, siapkan diri untuk meluangkan waktu menghadiri acara-acara ini.

 
Ternyata cukup banyak juga ya, hal baru dan berbeda mengenai pendidikan di sekolah dasar di Inggris. Kami berharap tulisan ini dapat membantu memberikan gambaran bagi Anda yang akan datang membawa anak berusia SD. Minggu depan, kami akan kembali dengan artikel mengenai pendidikan jenjang sekolah menengah atas. Nantikan ya!

 

Photo source: http://www.talklist.co.uk/wp-content/uploads/2014/09/Primary-Schools-in-UK.jpg

Home Away from Home: Pendidikan Anak (Preschool)

Tahapan pertama pendidikan anak di Inggris adalah preschool atau biasa juga disebut dengan nursery. Well, sebenarnya ini bukan pendidikan atau sekolah yang official untuk anak-anak, melainkan ditujukan sebagai tempat memperkenalkan anak tentang suasana dan dunia sekolah, bagaimana bersosialisasi dengan orang lain, dan lebih mengasah kemampuan dan nilai interpersonal anak. Pendidikan dasar anak dimulai pada umur 5 tahun, tetapi orang tua dapat memutuskan untuk memasukkan anak mereka pada jenjang ini. Nah, minggu ini kami akan membahas lebih dalam tentang preschool. Informasi yang kami sajikan kali ini, merupakan gabungan dari hasil research kami dan hasil wawancara dengan Kak Sondang, seorang warga Indonesia yang tinggal di Birmingham.

Sebenarnya sebelum masuk nursery, jika anda memiliki anak dibawah umur 3 tahun, di Inggris sini ada juga lho alternatif aktivitas yang memang dirancang untuk anak-anak, biasanya disebut toddler time yang biasanya digawangi oleh city council bagian children center dan diadakan di hampir semua perpustakaan. Toddler time ini umumnya hanya berlangsung selama 30 menit dan anda bisa langsung datang bersama buah hati tanpa dipungut biaya. Sebagian besar aktivitasnya adalah story telling, bernyanyi bersama dan berlatih membuat prakarya. Ada lagi yang disebut play and stay, dimana programnya berlangsung lebih lama dibandingkan toddler time, ya sekitar 2 jam, satu kali dalam seminggu. Biasanya stay and play ini diadakan oleh yayasan atau local club dan kegiatannya juga dilengkapi dengan makan bersama, membuat craft sederhana dan ada iuran sekitar GBP 1-2 saja setiap kedatangan. Oh iya, di stay and play ini orang tua harus ikut datang dan menunggui anak-anak hingga selesai.

Bagaimana seandainya anda dan pasangan sama-sama tidak bisa menjaga buah hati karena bentrok dengan jadwal kuliah bekerja? Nah, yang ini tetap ada solusinya yaitu child care atau tempat penitipan anak, tetapi hitungan biayanya memang mahal. Anak-anak bisa dititipkan dalam harian, mingguan, maupun bulanan. Bahkan jika ingin menitipkan hanya setengah hari juga bisa, biasanya child care ini buka dari jam 07:30 pagi hingga pukul 18:00 sore. Biaya yang dipatok cukup menguras tabungan yang  rata-rata berkisar GBP 42 per hari, atau GBP 780 per bulan. Ada pula child care yang tarifnya lebih murah yaitu yang dikelola oleh yayasan atau tempat ibadah, tetapi sebaiknya anda tetap survey terlebih dahulu untuk menentukan cocok tidaknya dengan anak anda. Hampir sama dengan sekolah, penitipan anak inipun memiliki jumlah terbatas, sehingga tetap harus mendaftarkan anak sesegera mungkin dan tergantung ada atau tidaknya kuota.

Sejak usia 3 tahun, anak sudah dapat didaftarkan ke nursery school (mungkin kalau di Indonesia semacam playgroup dan PAUD ya) yang ada di sekitar rumah tinggal anda, dengan jatah 15 jam gratis dalam satu minggu. Sedangkan di kota Birmingham sendiri, sejak tahun 2016 ini, ada peraturan baru yaitu usia minimal anak 2 tahun sudah mendapatkan jatah sekolah gratis tersebut. Sayangnya, jatah sekolah gratis mulai dari 2 tahun ini tidak berlaku bagi para imigran seperti kita. Jadi, warga Indonesia yang ada di Birmingham, dan Inggris pada umumnya, dapat mulai bersekolah 15 jam gratis di usia 3 tahun. Jika dalam satu minggu ada 5 hari kerja, maka anak bersekolah selama 3 jam per hari, dong? Tidak juga. Peraturan setiap sekolah berbeda-beda mengenai arrangement waktu sekolah kelas nursery ini. Ada yang pengaturannya 3 hari setiap hari dalam seminggu, ada yang 3 kali dalam seminggu dengan 2 hari full day (9-15) dan 1 hari setengah hari (9-12), dan lain-lain. Pemilihan hari nya pun bisa anda atur sesuai kebutuhan, tetapi tidak ada jaminan juga pilihan hari masuknya mendapat persetujuan langsung dari pihak sekolah karena tetap akan bergantung pada kuota hari yang available. Lalu apakah hanya dibatasi 15 jam saja? Kalau orang tuanya tetap tidak bisa mengawasi anak-anak di rumah karena kesibukan di kampus atau tempat kerja, bolehkah mengambil lebih dari itu? Ya memang 15 jam tersebut adalah jam gratis yang diberikan dan merupakan standar pemerintah. Jika menginginkan jumlah jam lebih dari itu, diperbolehkan tetapi tentu saja harus membayar biaya tambahan, dan tiap nursery memiliki tarif berbeda-beda.

Karena bukan jenjang sekolah yang resmi, maka pemilihan lokasi sekolah pun tidak diwajibkan untuk memilih yang terdekat jaraknya dengan lokasi rumah tinggal, tetapi tetap dianjurkan demikian untuk mempermudah mobilitas orang tua dalam proses antar jemput si anak. Biasanya sebelum mendaftar, para orang tua mencari informasi terlebih dahulu ke nursery-nursery school yang ada yang menjadi incaran mereka, misalnya untuk mengetahui seperti apa suasana ruang belajar dan bermainnya, fasilitas apa saja yang diperoleh, tools ajar dan bermain apa saja yang ada di nursery tersebut, apakah kira-kira para pengajar memiliki karakter yang cocok dan memiliki jiwa penyayang kepada anak-anak, sampai kepada masih adakah biaya tambahan yang perlu dibayar oleh orang tua. Sebaliknya, pihak sekolah pun berusaha untuk tahu mengenai kebiasaan anak. Ada yang melihat melalui kelas trial yang diikuti oleh anak, ada juga yang memberlakukan home visit sebelum anak mulai sekolah. Waduh, apa pula yang dilakukan saat home visit? Biasanya, pihak sekolah akan melihat kebiasaan sehari-hari anak, budaya di rumah, dan juga pola pengasuhan orang tua. Selain itu, sekolah juga akan bertanya mengenai riwayat kesehatan anak.

Kebanyakan warga Inggris, sudah memulai mendaftarkan anaknya pada nursery yang diinginkan sejak bayi mereka lahir. What? Masa iya bayi baru lahir udah didaftarin sekolah? Begitulah, saking banyaknya jumlah anak dan terbatasnya kuota pada nursery tertentu, hal ini memang sering terjadi demi memperoleh kursi di bangku playgroup nya. Sehingga untuk anda yang baru datang juga jangan lupa untuk mendaftarkan segera anak di nursery yang memang sudah menjadi pilihan. Jika tidak punya waktu untuk survey atau mendatangi nursery, sebaiknya bertanya ke sesama warga Indonesia yang lebih dulu tinggal di sini untuk memperoleh informasi dan mencari tahu nursery mana yang direkomendasikan. Setelah mendaftar, tentu saja yang dilakukan adalah menunggu dari pihak nursery apakah masih terdapat kuota.

State nursery biasanya menyediakan meal atau makan siang untuk siswanya. Makan siang ini disediakan oleh sekolah, tetapi tidak gratis. Biaya penyediaan makanan ini bervariasi dalam range GBP15-30 setiap bulan, dan pilihan makanannya sudah ditentukan oleh sekolah. Bagi anak yang muslim, kemungkinan besar menu makanan utamanya ada yang tidak dapat dimakan karena tidak halal, tetapi ada juga option menu vegetarian sehingga anak tetap bisa bersantap bersama teman-temannya di sekolah. Wah, apa saja menu yang ada di sekolah? Jangan bayangkan makanan seperti di Indonesia, ya. Tidak ada menu nasi goreng dan bubur ayam. Di Inggris, anak-anak dibiasakan untuk makan makanan sehat di sekolah. Biasanya, menu vegetarian terdiri dari pasta atau kentang, sayuran rebus, dan buah. What? Anak saya makan seperti biasa saja sayurnya dipisah, bagaimana dia makan seperti itu di sekolah? Tenang saja, lama-lama anak akan terbiasa, kok. Sejauh ini, makanan tidak terlalu menjadi masalah. Bahkan, kadang-kadang anak pun terbawa pola makan di sekolah dan jadi hobi makan wortel mentah. Hihihi. Selain melatih makan sehat, peraturan makan di sekolah juga baik untuk mendidik anak-anak bersosialisasi dan memupuk kebersamaan diantara mereka, sehingga memang sekolah sepertinya tidak memperkenankan si anak membawa bekal sendiri dari rumah.

Selain urusan makanan, anak-anak juga memerlukan seragam sekolah. Untuk seragam, sekolah biasanya akan menunjuk toko tertentu yang menjual seragam ini, khususnya untuk nursery dengan seragam yang berbeda (memiliki ciri khas tersendiri), dan karenanya harga seragam ini kadang menjadi sedikit mahal. Tetapi, untuk seragam sejuta umat (yang biasanya beberapa nursery menggunakan model dan warna seragam yang sama), anda bisa mendapatkannya di departemen store atau supermarket semacam ALDI dan ASDA yang harganya pasti lebih miring, dan tidak ada badge lambang sekolahnya. Masih juga ingin seragam dengan harga lebih murah? Tenang saja, biasanya ada juga charity shop yang menjual seragam secondhand, bahkan beberapa sekolah tertentu menyediakan seragam bekas namun masih layak pakai ini jika ada orang tua yang menginginkan membelinya dengan harga sangat murah.

Bagaimana aktivitas anak-anak di nursery tersebut? Meskipun saat ini di Indonesia semakin banyak PAUD dan playgroup yang dikelola secara profesional, ternyata nursery di Inggris pun digarap secara lebih profesional, dimana dari awal program dan kurikulum ditetapkan dengan jelas, serta adanya manajemen sekolah yang lebih ketat. Mostly aktivitasnya memang pengenalan anak terhadap kemampuan dasar seperti bahasa, matematika, dan sosialisasi mereka dengan teman sebaya dan yang lebih tua yaitu para pengajar. Kegiatan yang ada didesain semenarik mungkin untuk anak-anak dan diseimbangkan  antara indoor dan outdoor. Selain kegiatan bermain dan belajar di dalam kelas, banyak pula aktivitas yang dilakukan di luar sekolah semisal field trip ke public facilities (perpustakaan, kantor polisi, pasar, kebun binatang), berkunjung ke farm, menonton film bersama, dan kegiatan lain yang mendorong anak untuk lebih cinta kepada alam. Anak-anak juga dibiasakan untuk meminjam buku dari perpustakaan sekolah, sehingga hal ini menanamkan budaya membaca bagi mereka.

Dari sisi pengelolaannya, pihak sekolah melibatkan orang tua terhadap banyak hal mulai dari awal hingga akhir term. Salah satu aspek yang menjadi concern adalah kehadiran si anak, karena pihak sekolah selain ingin membiasakan anak untuk berdisiplin dan bersiap diri memasuki tahapan sekolah yang sebenarnya. Di sini, peran orang tua sangat besar karena setiap hari anak-anak diharapkan sudah hadir 15 menit sebelum kelas dimulai, selain itu orang tua juga harus memberikan alasan apabila anak datang terlambat. Jam menjemput pun diatur oleh sekolah lho, sehingga jika ada orang tua yang telat menjemput, guru akan menanyakan dan meminta keterangan dari orang tua. Jumlah ketidakhadiran juga tidak kalah pentingnya diperhatikan; meminta izin untuk tidak masuk sekolah tidak selalu dikabulkan, kecuali dengan alasan yang sangat penting.

Lalu, adakah pertemuan one-by-one antara guru dan orang tua seperti saat terima raport di Indonesia? Biasanya kalau pun ada, sesi ini bertujuan untuk membahas progress anak. Tentu saja, pada tahapan nursery ini anak-anak tidak memiliki raport yang berisi nilai. Namun, guru memiliki catatan tertulis yang juga dapat diakses oleh pihak sekolah untuk melihat kemampuan anak dan kesiapan si anak untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Tenang saja, anak pasti akan naik kelas. Catatan tersebut hanya digunakan untuk merancang pembelajaran yang tepat bagi anak.

Hal yang cukup sering juga ditanyakan adalah mengenai adaptasi anak di sekolah. Ya, namanya juga anak baru pindah dari Indonesia, masih kecil, dan mungkin belum terbiasa berbahasa Inggris. Bagaimana kondisi mereka saat baru masuk sekolah? Pertama-tama, nursery adalah jenjang pendidikan (agak) wajib pertama di Inggris. Oleh karena itu, kemungkinan besar anak-anak lain pun sedang berada dalam tahap adaptasi yang sama. Jadi, anak kita tidak ‘aneh’ sendiri lah, di kelas. Pihak sekolah biasanya mengizinkan orang tua untuk menemani anak di kelas nursery hingga anak siap untuk ditinggal. Berapa lama tuh? Tergantung anak. Ada yang sehari saja sudah bisa ditinggal, ada yang seminggu, ada pula yang sampai tiga bulan masih harus ditemani oleh orang tua. Jangan khawatir, lama-lama anak akan terbiasa dan bisa bermain sendiri. Sedangkan mengenai masalah bahasa, sejauh yang kami lihat, anak-anak yang terhitung masih kecil ini sangat cepat beradaptasi dengan bahasa. Bahkan kadang-kadang, orang tua pun kesulitan menangkap apa yang diucapkan anak – bukan karena tidak jelas, tetapi karena aksennya sudah British banget.

Dengan sekolah yang hanya 15 jam per minggu dan baru bisa masuk sekolah pada usia 3 tahun, lalu apalagi yang bisa dilakukan oleh anak-anak di Inggris? Banyak sekali fasilitas pendidikan yang ada untuk anak di bawah 5 tahun. Salah satu kegiatan yang paling populer adalah berkunjung ke perpustakaan. Nah, jangan bayangkan perpustakaan di Indonesia yang penuh dengan rak buku dan sunyi senyap. Perpustakaan di Inggris didesain dengan sangat baik sehingga tempatnya nyaman untuk anak-anak. Di setiap perpustakaan, ada bagian khusus anak yang menyediakan banyak sekali buku yang dapat dibaca, dipinjam, bahkan dibeli dengan harga sangat murah (10 pence saja! 2000 rupiah untuk satu buku, dimana lagi bisa dapat buku semurah itu?). Selain membaca, anak-anak juga bisa menghadiri sesi pembacaan cerita dan kegiatan anak yang biasanya diadakan 1-2 kali dalam seminggu. Dijamin, anak-anak akan sangat senang dibawa ke perpustakaan karena pada akhir kegiatan mereka bisa mendapatkan sertifikat, oleh-oleh hasil karya mereka, dan kadang-kadang goodybags.
Nah, sudah dapat gambaran kan tentang preschool di Inggris? Semoga anda sebagai orang tua tidak lagi terlalu panik untuk membawa balita untuk tinggal dan bersekolah di sini. Usai sudah pembahasan kami tentang jenjang preschool kali ini, dan minggu depan kami akan lanjutkan sharing mengenai primary school.

 

Photo source: http://www.asquithnurseries.co.uk/uploads/images/Gallery/Nurseries/Bush-Hill-Park/Carousel/day-care-childcare-nurseries-in-england-bush-hill-park.jpg

Home Away from Home: Pendidikan Anak (Introduction)

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan saat memutuskan untuk ikut dengan pasangan yang melanjutkan studi di UK adalah mengenai pendidikan anak. Ya, bagi keluarga-keluarga yang sudah memiliki anak, aspek ini sangat krusial. Bagaimana tidak? Menyekolahkan anak di Indonesia saja, meskipun sudah banyak juga sekolah yang gratis, cukup menguras kantong. Lalu, apa jadinya saat pindah ke negara yang kurs mata uangnya berkali-kali lipat dibandingkan di Indonesia (well, alhamdulillah yaa berkah Brexit ada juga, terutama karena melemahnya Poundsterling terhadap Rupiah sehingga Anda bisa cukup lega menukar uang). Pada beberapa sesi ke depan, kami akan membahas mengenai pendidikan anak di Inggris. Catat, Inggris ya, bukan UK. Lah, apa bedanya?

Bagi masyarakat awam, terutama orang Indonesia, Inggris dan UK tampak tidak ada bedanya. Pokoknya, negeri nun jauh disana yang ada Big Ben-nya dan dikepalai oleh ratu. Hiyah… overall boleh lah memakai deskripsi seperti itu. Namun, England (Inggris) dan UK (agak sulit ya menemukan padanan katanya dalam bahasa Indonesia) itu berbeda. Beda juga dengan istilah Great Britain atau Britania Raya. Sebagai sedikit gambaran, UK adalah United Kingdom yang terdiri dari 4 negara berbeda, yaitu England (Inggris), Wales, Scotland (Skotlandia), dan Northern Ireland (Irlandia Utara – ini beda dengan Irlandia). Sedangkan Britania Raya adalah negara-negara yang terletak di satu pulau utama UK, yaitu Inggris, Wales, dan Skotlandia. Pusing? Ya, untuk saat ini terima saja lah ya, penjelasan itu. Kami juga agak-agak blur tentang riwayat pembagian nama tersebut. Intinya, di dalam UK ada 4 negara terpisah yang memiliki sistem pelayanan pendidikan masing-masing. Dampaknya, pengalaman bersekolah (pendidikan dasar, menengah, dan tinggi) di negara berbeda di UK juga berbeda, dengan aturan yang berbeda, kurikulum yang berbeda, dan sistem yang berbeda.

Dalam artikel ini dan beberapa artikel setelah ini, kami akan memfokuskan pembahasan pada sistem pendidikan di Inggris. Mengapa? Karena kami tinggal di Inggris sehingga narasumber, pengalaman, serta sumber informasi yang mudah kami akses adalah mengenai pendidikan anak di Inggris. Bagi Anda yang akan tinggal di negara-negara lain di UK, silahkan juga membaca (seharusnya tidak sangat jauh berbeda) dan mencari tahu sendiri dari website-website city council kota tujuan Anda. Secara umum, banyak informasi yang kami jabarkan di tulisan ini berasal dari:

https://www.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/219167/v01-2012ukes.pdf.

Secara umum, hal yang cukup berbeda antara pendidikan di Inggris dan di Indonesia berkaitan dengan usia sekolah anak dan jenjang pendidikan. Jika di Indonesia kita biasa dengan slogan wajib belajar 9 tahun dan anak-anak mulai bersekolah wajib di kelas 1 SD pada usia 7 tahun, lain halnya dengan yang terjadi di Inggris. Saat ini, pendidikan wajib di Inggris dimulai saat anak berusia 4 atau 5 tahun hingga 16 tahun. Biasanya, disebut sebagai under 16 education. Sisanya, pendidikan bersifat tidak wajib.

Berkaitan dengan jenjang pendidikan, kami akan coba jelaskan dengan mengikutsertakan jenjang pendidikan tidak wajib juga ya. Tidak seperti di Indonesia dimana anak usia sekian bulan sudah biasa disekolahkan, atau diikutkan ke dalam program baby gym, di Inggris anak-anak biasanya baru boleh masuk sekolah mulai usia 3 tahun ke kelas nursery. Anak-anak berusia 3 tahun ini mendapatkan fasilitas 15 jam gratis bersekolah per minggu. Anak-anak (atau orang tua) yang ingin (anaknya) sekolah sebelum usia 3 tahun bisa masuk ke nursery dengan biaya tertentu (ada aturan baru yang memberikan fasilitas nursery gratis bagi anak 2 tahun, tunggu di tulisan kami berikutnya). Oh ya, hitungan usia 3 tahun pada saat masuk nursery ini saklek ya. Jadi, apabila anak akan berusia 3 tahun di bulan Februari, dia tidak bisa masuk di awal tahun ajaran di bulan September tahun sebelumnya (karena pada saat itu belum berusia 3 tahun). Namun, ia bisa masuk pada spring term di bulan Maret. Jadi, anak-anak ini tidak perlu menunggu tahun ajaran berikutnya. Setelah itu, pada usia 4 tahun anak-anak akan masuk ke kelas reception. Ini adalah seperti kelas persiapan sebelum SD, meskipun kurikulumnya masih menggunakan kurikulum Early Years. Jenjang pendidikan ini masuk ke dalam jenjang pendidikan wajib sehingga apabila anak bersekolah di sekolah ‘negeri’, Anda tidak perlu membayar uang sekolah. Kelas reception dilanjutkan dengan SD yang kemudian disebut sebagai primary school. Dalam jenjang primary school ini, sekolah menerima anak dengan usia 5-11 tahun untuk year 1 sampai year 6, dimana anak dengan usia 5-7 disebut sebagai infant school dan 8-11 disebut sebagai junior school. Selanjutnya, anak-anak akan masuk ke jenjang SMP dan SMA, atau yang biasa disebut dengan secondary school. Ya, secondary school di Inggris mencakup jenjang SMP dan SMA di Indonesia, diperuntukkan bagi anak berusia 11 atau 12 hingga 16 tahun. Pada akhir secondary school, selesai sudah rangkaian pendidikan wajib anak di Inggris. Namun, anak (dan Anda) bisa memilih untuk melanjutkan studi di jenjang yang disebut sebagai future education. Biasanya, jenjang ini berbentuk college, pendidikan berbasis kerja (semacam internship), dan institusi pendidikan bagi orang dewasa. Tapi, ada juga secondary school yang mencakup elemen future education yang biasa disebut sebagai sixth form school yang terdiri dari year 12 dan 13. Lulus dari jenjang ini, anak pun sudah bukan anak-anak lagi dan siap masuk ke universitas, atau yang biasa disebut sebagai jenjang higher education.

Untuk naik kelas atau naik ke jenjang berikutnya, anak-anak tidak diseleksi berdasarkan prestasi akademik melalui ujian. Anak-anak memang akan mengikuti tes atau ujian pada jenjang-jenjang tertentu, tetapi hasilnya digunakan oleh sekolah dan guru untuk merencanakan strategi pembelajaran dan oleh negara untuk mengukur standar pendidikan. Jadi, tidak perlu khawatir mengenai ujian ini. Memang ada sebagian guru, sekolah, dan orang tua yang menentang ujian-ujian tersebut, tetapi tampaknya kalau dibandingkan dengan di Indonesia, tingkat stress yang dialami oleh anak-anak di Indonesia yang akan ujian jauh lebih tinggi. Hehe… Jelas saja, karena sampai sekarang sistem pendidikan di Indonesia masih menggunakan standar nilai ujian yang menentukan untuk melanjutkan pendidikan. Sedangkan di Inggris, anak-anak akan terus naik kelas dan naik ke jenjang pendidikan berikutnya. Untuk membaca lebih lanjut tentang suasana ujian sekolah di Inggris, silahkan main ke blog rekan kami, Mbak Ari Kristiana: http://arikristiana.blogspot.co.uk/2014/05/ketika-sekolah-menyediakan-sarapan.html.

Bingung? Semoga tidak, ya. Karena banyaknya pembahasan mengenai masing-masing jenjang pendidikan, maka kami mengalokasikan satu artikel untuk masing-masing jenjang pendidikan. Jadi, tahan dulu pertanyaannya, jangan bingung dulu. Ini hanya sebagai pembuka dan penjelasan umum tentang pendidikan di Inggris.

Setelah perbedaan, sekarang kami akan membahas mengenai persamaan antara pendidikan di Inggris dan di Indonesia. Persamaannya adalah adanya pembagian sekolah negeri (state school) dan sekolah swasta (independent school/public school). Sama juga seperti di Indonesia (eh, seharusnya sih), sekolah negeri gratis bagi semua anak, sedangkan sekolah swasta mengenakan bayaran tertentu. Biasanya, sekolah swasta ini merupakan sekolah berbasis agama, akademi, dan sekolah bagi kalangan elit. Tentunya, kualitas pendidikan dan fasilitas yang diberikan oleh sekolah swasta di Inggris pun jauh lebih bagus daripada sekolah negeri. Lagi-lagi, pembahasan tentang pembagian sekolah ini bisa dibaca lebih lanjut di tulisan Mbak Ari: http://arikristiana.blogspot.co.uk/2016/02/oxbridge-dan-elitisme.html. 

Fasilitas lain yang juga sedikit (atau banyak) berbeda dari sekolah di Indonesia adalah perhatian yang besar terhadap anak-anak berkebutuhan khusus (SEN). Anak-anak SEN bersekolah di sekolah-sekolah umum di Inggris, semacam sekolah inklusi kalau di Indonesia. Jadi, tidak ada pembedaan antara anak non-SEN dan anak SEN kecuali apabila anak SEN tersebut kondisinya sangat jauh berbeda. Biasanya, akan ada satu guru yang memang dialokasikan untuk menangani anak SEN di satu kelas, sehingga anak tersebut bisa belajar bersama dengan anak-anak lain. Tambahan pelajaran dan latihan juga akan diberikan bagi anak SEN apabila dirasa diperlukan.

Hmmmm…. What else? Oh ya, prosedur pendaftaran sekolah. Secara umum, orang tua mendaftarkan anak sekolah melalui aplikasi online yang dapat diakses di website city council masing-masing kota. Sebagai contoh, ini adalah link untuk aplikasi sekolah anak di Birmingham: http://www.birmingham.gov.uk/online-admissions. Untuk pendaftaran ini, kita tidak perlu menyiapkan raport atau ijazah anak dari Indonesia. Selain copy paspor dan visa, pihak city council hanya membutuhkan akte kelahiran anak. Mengapa akte kelahiran dibutuhkan? Ya, karena dari situlah pihak sekolah akan menentukan eligibilitas kecukupan umur anak anda untuk dapat masuk ke sekolah tersebut. Dokumen berupa proof alamat tempat tinggal juga perlu disiapkan, dan untuk poin ini anda bisa menggunakan surat kontrak rumah atau surat pernyataan dari kampus jika ada. Dokumen tambahan berupa surat baptis diperlukan apabila Anda mendaftarkan anak ke sekolah Katolik, dan ada juga formulir aplikasi tambahan untuk mendaftarkan anak ke sekolah Islam. Proses pendaftaran ini cukup mudah dan to the point. Setelah mendaftar dan jika sudah positif diterima, pihak sekolah akan menginformasikan via telepon. Beberapa sekolah juga akan menjadwalkan home visit melalui telepon tersebut. Home visit ini sebenarnya untuk memastikan bahwa memang benar anak dan orang tua tinggal di rumah sesuai alamat terdaftar, selain itu juga akan diinfokan beberapa hal seperti jadwal sekolah, seragam, peraturan antar jemput anak, dan tentang makanan. Bagaimana dengan kemampuan bahasa anak? Karena sekolah di Inggris ya tentu saja bahasa pengantarnya adalah english language ya. Tetapi meskipun anak anda belum bisa berbahasa Inggris, tidak perlu khawatir. Pada dasarnya sekolah tidak mensyaratkan kemampuan berbahasa Inggris anak, akan tetapi ada pula beberapa sekolah yang menyarankan agar anak ikut kursus bahasa terlebih dahulu sebelum masuk atau setelah mendaftar sekolah sambil menunggu term masuk sekolah, minimal sebagai pengenalan kepada anak. Jika pada akhirnya setelah masuk sekolah anak anda tetap belum terlalu bisa mengikuti, para pengajarnya akan membantu agar anak tersebut dapat meningkat kemampuan bahasa Inggrisnya.

Hal lain yang perlu dicermati adalah mengenai pilihan sekolah. Pada sistem yang diterapkan di Inggris, orang tua tidak dapat memilih (dan pasti mendapatkan) sekolah yang diinginkan, kecuali untuk sekolah swasta. Untuk sekolah swasta, tentu saja orang tua bisa memilih sekolah misalnya dengan mempertimbangkan apakah sekolah tersebut memiliki pengajar yang ramah dan mumpuni, apakah fasilitas yang tersedia cukup lengkap, apakah sekolah memiliki suasana yang hangat dan ramah untuk anak, hingga kepada pertanyaan apakah biaya yang dipatok sudah termasuk biaya lain-lain ataukah akan ada tambahan lagi? Akan tetapi, di sekolah negeri, mostly sistem penempatan siswa di Inggris menggunakan sistem rayon, yang berarti sekolah anak akan dipilih berdasarkan kedekatan lokasi sekolah dengan rumah. Biasanya, masing-masing ‘kelurahan’ di Inggris memiliki setidaknya 1-2 primary school dan 1 secondary school. Jadi, mudah-mudahan anak Anda akan ditempatkan di sekolah yang dekat dengan rumah. Namun, apabila sekolah yang dekat dengan rumah sudah penuh kapasitasnya, maka anak akan dirujuk ke sekolah lain yang terdekat, dan begitu seterusnya. Adakah anak-anak yang sekolahnya jauh dari rumah? Ada saja. Biasanya, apabila anak berada di usia tanggung dimana tidak banyak siswa yang keluar-masuk atau pindah sekolah, atau apabila Anda tinggal di kawasan residensial dimana tidak banyak imigran yang biasanya sering berpindah, maka ada kemungkinan anak Anda harus bersekolah di tempat yang lebih jauh. Kurang puas dengan penempatan sekolah anak? Anda bisa melakukan appeal ke city council agar anak bisa pindah sekolah. Kadang-kadang, Anda juga bisa langsung mendatangi sekolah tertentu (tentunya dengan membuat perjanjian melalui email terlebih dahulu) untuk bernegosiasi masalah ini. Namun, cara-cara ini tidak selalu berhasil, ya. Saat Anda melakukan appeal, nama anak akan dimasukkan ke dalam waiting list sekolah yang dituju dan Anda tinggal berdoa, semoga ada tempat kosong untuk anak Anda. In the mean time, sebaiknya anak anda tetap bersekolah di tempat yang telah dialokasikan oleh city council.
Rasanya cukup sekian tulisan kami sebagai pengantar mengenai pendidikan anak di Inggris. Pada artikel-artikel selanjutnya, kami akan membahas dengan lebih detail mengenai masing-masing jenjang pendidikan. Nantikan tulisan kami berikutnya!

 

Photo Source: http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/02497/schoolRun_2497676b.jpg

Home Away from Home: Budaya Lokal (1)

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Peribahasa tersebut pasti sering kita dengar, kan ya? Apa hubungannya dengan postingan minggu ini? Masih ingat kan dengan tulisan sebelumnya tentang kehidupan sehari-hari di UK.. Nah, berhubung kita sedang merantau di negeri orang, sudah seharusnya dalam keseharian kita menghormati budaya lokal, tata krama, atau kalau di Indonesia biasanya kental disebut adat-istiadat, hehe. Berbeda kota dalam satu negara saja bisa berbeda kebiasaan, apalagi yang beda negara ya. Masyarakat Inggris pun memiliki budaya lokal yang lumayan jauh berbeda dengan kita sebagai orang timur. Dalam tulisan kali ini, kami mencoba untuk membahas beberapa local culture yang ada di UK.

Adanya pembahasan ini tidak berarti kita yang masyarakat Indonesia harus bergaya kebarat-baratan. Bukan pula berarti kita melupakan budaya timur. Namun, mengetahui budaya lokal sangat penting untuk membantu kita beradaptasi dan berinteraksi dengan masyarakat secara luas selama berada di UK. Nah, ada banyak budaya lokal di sini, tetapi kami akan memaparkan hal-hal yang umum dan yang pernah kami alami. Sisanya, silahkan coba cari tahu sendiri ya…

Common courtesy

Masyarakat Inggris sangat menjunjung tinggi nilai kesopanan (politeness). Meskipun saat ini kemajuan zaman yang diikuti dengan derasnya perkembangan teknologi yang suka tidak suka menggerus interaksi sosial antar manusia, tetapi selama tinggal di UK ini, kami masih dapat merasakan kentalnya kebiasaan-kebiasaan baik dari warga lokal. Dimulai dari hal kecil seperti pengucapan ‘thank you’, ‘sorry’, dan ‘please’ sebagai bentuk dari apresiasi kepada orang lain. Hampir di semua aspek kehidupan sehari-hari dimana kita berinteraksi dengan orang lain, sebanyak itu pula kita sering mendengar orang lain mengucapkan terima kasih, dan bahkan meminta maaf meskipun sebenarnya terkadang hal tersebut bukanlah kesalahan mereka. Penanaman kebiasaan ini dimulai sejak kecil baik dari lingkungan keluarga maupun di sekolah. Kebiasaan baik yang diajarkan sedari dini ini kemudian tetap terjaga hingga mereka dewasa dan hingga usia senja. Selain itu, biasanya di tempat perbelanjaan, pegawai atau staf toko juga selalu menyapa kita dengan menanyakan kabar. Hal tersebut selain sebagai sapaan atau basa-basi, juga merupakan cara mereka menanyakan apakah ada yang bisa dibantu. Contoh lain adalah kebiasaan pria lokal yang akan membukakan pintu untuk orang lain terutama wanita, bahkan meskipun orang lain tersebut berusia lebih muda dan datang dibelakangnya, pria tersebut akan tetap menahan pintu tetap terbuka dan mempersilakan wanita untuk lewat terlebih dahulu. Kemudian, orang-orang lokal, terutama warga senior, seringkali menggunakan panggilan-panggilan sayang, seperti ‘love’, ‘dear’, dan ‘darling’, bahkan untuk bercakap-cakap dengan orang yang baru dikenal. Don’t be insulted atau menganggap ini pelecehan seksual, ya. Jangan juga ge-er dan minta nomer telepon. Hal ini adalah kebiasaan, cara mereka untuk menjalin hubungan baik dengan orang lain. Jadi, jangan terheran-heran ya ketika nanti anda sering mendengar ucapan-ucapan dan perilaku yang menunjukkan atensi kepada anda, karena memang hal itu telah menjadi kebiasaan baik bagi mereka.

Kebiasaan baik warga lokal (sebagian besar warga lokal, karena ada juga anak-anak muda yang tidak meneruskan tradisi baik) juga tercermin pada prioritas mereka terhadap anak-anak, wanita, orang berusia lanjut, dan orang-orang berkebutuhan khusus. Misalnya, bus di UK menyediakan tempat khusus bagi orang-orang yang membawa stroller, bagi orang-orang berkursi roda, dan warga lanjut usia. Biasanya, tempat-tempat ini tidak diduduki oleh warga lain. Namun, ketika kita terpaksa mengambil tempat prioritas ini, pastikan bahwa tidak ada orang lain yang lebih membutuhkan dibandingkan kita. Jika pada akhirnya ada penumpang manula atau berkebutuhan khusus masuk, maka sebaiknya anda segera berdiri dan memberikan priority seat tersebut kepada orang yang membutuhkan.

Budaya antre juga merupakan hal yang biasa terlihat di UK. Orang-orang tidak hanya antre pada saat berbelanja atau akan membeli sesuatu, tetapi juga pada saat akan masuk ke dalam kendaraan umum. Normanya adalah, kita diminta untuk mendahulukan orang-orang yang akan keluar dari kendaraan umum, baik tube, kereta, tram, atau bus. Setelah itu, barulah giliran orang-orang yang akan masuk, dimulai dari orang pertama yang menunggu di halte atau pemberhentian tersebut. Masalah antre ini cukup sensitif. Biasanya, apabila ada yang ‘menyelak’ antrian, orang tersebut akan ditegur oleh orang-orang lain yang sudah terlebih dahulu antre. Selain itu, hal yang juga cukup banyak disoroti mengenai perilaku warga Indonesia di UK adalah mengenai budaya tepat waktu. Jika di Indonesia, istilah jam karet cukup lazim bagi kita, maka jangan coba-coba untuk menerapkannya di sini ya. Budaya tepat waktu menjadi salah satu ciri yang cukup jelas di banyak negara maju temasuk di Inggris ini. Apabila anda memiliki janji dengan orang lokal, usahakan juga untuk menepatinya sesuai dengan waktu yang sudah disepakati. Apabila anda hendak membatalkan janji tersebut sebaiknya memberi kabar terlebih dahulu dan tidak mepet dalam menghubungi pihak kedua. Sebagai contoh kasus, kabarnya para dosen di University of Birmingham ada yang sudah hafal kebiasaan jam karet mahasiswa Indonesia. Saking banyaknya yang sering terlambat masuk kelas, orang-orang Indonesia seperti sudah ‘dicap’. Tidak jarang pula, mereka ditegur saat masuk kelas. Nggak enak, kan, kalau ditegur di depan umum? Apalagi kita terlihat berbeda (ya, orang Indonesia kan khas dengan kulit eksotisnya). Rasanya cukup malu-maluin negara dan bangsa. Hahaha… Jadi, meskipun mungkin di negara sendiri budaya antre dan tepat waktu belum sepenuhnya ditaati, berusahalah untuk membiasakannya ketika tinggal di sini.

Hal menarik lainnya adalah tingginya level individual warga lokal Inggris, dimana mereka cenderung untuk menjaga jarak dari orang lain. Misalnya saja ketika berada di dalam bus atau kereta. Kebanyakan orang Inggris akan duduk pada deretan kursi yang masih kosong dan kemudian menaruh tas atau bawaannya pada kursi sebelahnya. Penduduk lokal biasanya akan berusaha untuk melakukan upaya yang menunjukkan sign bahwa dia sedang menjaga jarak, menginginkan privasi, dan juga untuk tidak diganggu (contoh dengan diajak berbicara). Mereka memang sengaja menghindari interaksi dengan orang lain terutama yang tidak dikenal. Nah, biasanya jika tetap ada orang yang duduk disebelahnya, orang tersebut akan dengan jelas menampakkan ketidaknyamanannya. Mereka memang tidak akan protes, tetapi kejadian ekstrim yang pernah kami alami adalah mereka mungkin akan segera beranjak untuk berpindah tempat duduk. Sehingga sebaiknya tidak duduk dekat-dekat dengan orang lain kecuali jika terpaksa sudah tidak ada tempat duduk yang lain. Hal lain yang perlu diingat adalah mengenai budaya ‘kepo’ orang Indonesia yang membuat kita seringkali mengamati orang lain secara berlebihan (baca: menatap seseorang dalam waktu lama di ruang publik). Nah, sebaiknya hal ini dihindari agar tidak dianggap aneh, atau bahkan menyinggung orang lain. Salah satu kawan kami bahkan pernah kena ‘semprot’ anak usia SD karena anak tersebut merasa ditatap terlalu lama oleh kawan kami. Anak tersebut menegur dengan berucap ‘What are you looking at?’

Berkaitan dengan anak-anak, interaksi dengan anak-anak adalah hal yang perlu sangat diperhatikan. Kalau boleh dibilang, kita harus sangat berhati-hati saat berinteraksi dengan anak-anak. Pertama-tama, bentuk perilaku kesopanan di UK dan di Indonesia berbeda. Jadi, jangan kaget apabila Anda dipanggil dengan nama panggilan oleh anak TK. Ya, tidak seperti di Indonesia yang dengan mudah memberikan embel-embel ‘om, tante, bude, pakde’, anak-anak di UK terbiasa memanggil siapa pun (kecuali guru dan keluarga terdekat) dengan nama mereka. Hal ini kadang-kadang juga diadopsi oleh anak-anak Indonesia yang bersekolah di UK. Mereka pun seringkali diingatkan oleh orang tua mereka agar menambah kata ‘tante’ atau ‘om’ sebelum memanggil orang Indonesia lain. Selesai masalah panggil memanggil, kita juga harus sangat berhati-hati ketika berinteraksi dengan anak-anak. Peraturan mengenai perlindungan anak di UK sangat ketat. Bahkan di sekolah, guru dan pihak sekolah tidak boleh mengambil gambar (foto) anak tanpa persetujuan orang tua. Kalau sekolah dan guru saja tidak boleh, apalagi stranger, kan? Oleh karena itu, jangan asal foto kalau bertemu anak lucu. Hal ini juga berlaku pada sentuhan fisik. Menyentuh anak secara fisik pun dilarang tanpa persetujuan dari anak dan orang tua. Jadi, jangan coba-coba towel-towel bayi menggemaskan. Wah, yang simpel-simpel saja tidak boleh, apalagi yang agak ‘berat’ seperti menawarkan dan memberi makan anak orang lain. Nah, ini juga ada alasan kesehatan dan keamanan. Orang-orang UK pada umumnya sangat concern pada alergi. Oleh karena itu, kita tidak boleh asal memberi makan karena mungkin saja ada bahan makanan yang merupakan alergen bagi anak tersebut. Haaaahh… Lalu bagaimana? Susah banget mau interaksi sama anak kecil… Kuncinya adalah minta izin pada orang tua. Berkenalanlah dulu dengan orang tua sebelum berinteraksi dengan anak. Dengan begitu, kita bisa lebih mudah meminta izin untuk berinteraksi dengan anak.

Masih berhubungan dengan anak peranakan dan peraturannya yang cukup rumit di UK, rasanya masyarakat Indonesia yang di UK juga perlu tahu sedikit gambaran mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ke anak (meskipun anak tersebut adalah anak kandung kita). Ya, saat kita berada di UK, maka kita pun subject to peraturan di UK sehingga pelanggaran yang kita lakukan pun akan mendapatkan konsekuensi sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di UK. Apa saja panduan umum dalam memperlakukan anak? Anak-anak memiliki posisi yang penting dalam hukum UK. Mereka diedukasi sehingga tahu betul hak-hak mereka. Oleh karena itu, bukan hal yang asing bagi anak-anak untuk menelepon social service untuk melaporkan tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh orang dewasa, termasuk orang tua mereka, kepada pihak berwajib. Wih, seram juga ya… Betul! Mungkin bagi orang Indonesia, aneh sekali ada anak yang melaporkan orang tuanya ke polisi. But it happens here. Jadi, kita sebagai orang dewasa dan orang tua pun harus benar-benar menjaga perilaku kita terhadap anak. Jelas, tindakan kekerasan fisik dilarang di UK. Ya wong memegang saja harus hati-hati, apalagi kekerasan fisik. Anak-anak tidak boleh dipukul, dijewer, atau disentil. Apabila ada orang lain yang melihat, ia bisa melaporkan Anda pada social service atau polisi dan hal ini akan ditindaklanjuti. Pun dengan anak-anak yang terlihat kelaparan, berkeliaran dengan orang tua pada jam sekolah, dan anak-anak yang terlihat ditinggal sendirian tanpa pengawasan, baik di rumah sendiri ataupun di area umum. Semua dapat dilaporkan ke pihak berwajib. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati saat memperlakukan anak. Apa yang akan terjadi apabila Anda dilaporkan? Pihak social service dan polisi akan datang ke rumah Anda untuk melakukan wawancara dan observasi. Apabila hasil wawancara dan observasi tidak memuaskan, maka bisa saja ada tindakan lanjutan atau akan dilakukan mediasi dengan social service.

Pernahkah ada warga Indonesia yang mengalami hal ini? Ada. Seorang teman pernah ‘kehilangan’ anaknya di kota lain (bukan kota tempat ia tinggal). Anak ini rupanya tertidur di dalam bus dan orang tuanya tidak sadar bahwa anak tersebut tertinggal di bus saat mereka turun. Saat itu, kondisinya adalah mereka sedang berjalan-jalan bersama banyak sekali warga Indonesia. Biasa dong ya, namanya orang Indonesia kan percaya saja, mungkin anaknya sedang bersama si tante ini atau dengan si temannya yang itu. Akhirnya, anak tersebut ditemukan oleh supir bus di tujuan akhir bus yang ia naiki. Saat dibangunkan, anak tersebut bisa dengan lengkap menyebutkan nama orang tua dan alamatnya (nah, ini juga pelajaran penting bahwa anak harus bisa berbahasa Inggris sederhana dan mengerti pertanyaan, serta dapat menyebutkan nama orang tua dan alamatnya). Anak tersebut akhirnya dikembalikan kepada orang tuanya. Namun, saat mereka tiba di kota tempat mereka tinggal, rumah mereka didatangi oleh polisi dan pihak social service. Keluarga tersebut diwawancara dan diamati. Polisi pun tampak banyak berpatroli di sekitar rumah tersebut. Hal ini berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Pengamatan dan penjagaan ekstra berakhir ketika tidak ada laporan dan kejadian child abuse atau perlakuan tidak normal pada anak selama masa pengamatan.

Kira-kira, seperti itulah gambaran mengenai budaya lokal di Inggris. Hal-hal yang kami sampaikan adalah perilaku yang sering terlihat sehari-hari dan rasanya penting untuk diketahui agar tidak awkward dalam berinteraksi dan agar tidak melakukan hal-hal yang mungkin dapat menimbulkan masalah berujung rumit, seperti kasus child abuse. Berikutnya, kami akan membahas mengenai persepsi orang-orang lokal terhadap imigran seperti kami.

 

Diskriminasi / sosialisasi

Beberapa orang pernah bertanya pada kami mengenai kesulitan yang dihadapi saat berada di UK karena kami mengenakan hijab. Entah mengapa, anggapan bahwa wanita berhijab dan orang-orang Islam akan mendapatkan perlakuan diskriminatif di negara-negara Barat, termasuk UK, masih banyak ditemukan di masyarakat Indonesia. Bahkan, Izza ingat sekali bahwa ibu dan adiknya yang akan mengunjunginya di UK pada tahun 2013 diminta oleh pihak tour untuk membuka hijab atau menampakkan telinga pada saat foto untuk permohonan visa. Whaaaat? Aneh sekali! Sudah sejak lama wanita-wanita berhijab boleh difoto dengan mengenakan hijabnya untuk keperluan visa. Jangankan yang menggunakan hijab, di UK banyak juga wanita Muslim yang mengenakan cadar. And they are doing fine. Jadi, kalau-kalau Anda diminta untuk melepas hijab atau menampakkan telinga pada saat foto untuk keperluan visa, jangan mau! Take your chance, masyarakat UK sudah terbiasa kok, dengan hijab.

Salah satu alasan mengapa masyarakat di UK cukup paham mengenai hijab adalah karena UK merupakan negara multikultur. Warga UK tidak hanya terdiri dari orang-orang asli yang berkulit putih, tetapi juga mereka-mereka yang datang dari berbagai penjuru dunia dan kemudian menjadi warga negara UK. Selain itu, negara ini juga memiliki proporsi imigran yang cukup besar. Jangan heran kalau Anda bisa melihat orang-orang yang berbeda warna kulit, ras, dan agama di suatu tempat. Hal ini sangat terlihat di kota-kota besar, seperti London, Birmingham, dan Manchester. Sedangkan di kota yang lebih kecil, biasanya penduduk masih didominasi oleh warga lokal kulit putih.Nah sehubungan dengan hijab, agama Islam adalah agama terbesar kedua setelah kristen, oleh karenanya banyaknya warga muslim di UK merupakan pemandangan sehari-hari di mayoritas kota besar di UK.

Keberagaman penduduk di UK membuat pihak pemerintah dan penyedia jasa serta barang menjadi lebih kreatif dalam memberikan fasilitas yang memenuhi kebutuhan seluruh warga. Seperti yang telah disebutkan di artikel sebelumnya, jangan heran kalau banyak tempat yang didedikasikan sebagai multifaith prayer room, adanya opsi makanan halal dan makanan vegetarian, atau banyaknya fasilitas dan akses yang diberikan bagi orang-orang berkebutuhan khusus. Hal ini memberikan kenyamanan bagi seluruh warga yang menetap di UK. Minimnya constraint bagi setiap warga untuk menjadi dirinya sendiri pun akhirnya mendorong atmosfer yang baik, terutama mengenai terciptanya kerukunan antarwarga.

Jadi, tidak ada diskriminasi sama sekali? Ya, tidak bisa dibilang seperti itu juga. Pastinya ada kasus-kasus kecil yang muncul, yang berhubungan dengan diskriminasi. Apalagi jika ada isu sara atau terorisme yang merebak, hal ini akan memancing reaksi dari warga lokal. Sebagai contoh, satu hari setelah adanya kabar teror bom di kota Paris beberapa waktu lalu, Alif pernah beberapa kali diteriaki oleh sekelompok orang di pusat kota yang intinya menyatakan bahwa mereka membenci agama Islam dan tidak menginginkan muslim berada di tengah-tengah mereka. Bahkan juga sempat terjadi sweeping bagi muslimah yang berhijab, sehingga pihak keamanan menghimbau agar muslimah berhijab menghindari keramaian untuk beberapa hari. Perasaan kaget dan sedikit takut pun dia alami, tetapi perlakuan-perlakuan semacam itu memang terkadang terjadi dan sudah wajar di negara multikultur seperti ini. Biasanya, hal ini dilakukan oleh orang-orang lokal yang kurang terdidik, ‘kelas atas’ (meskipun golongan ini juga mendiskriminasi warga lokal kelas pekerja), dan orang-orang tua yang konservatif. Namun, jumlahnya sedikit dibandingkan dengan perlakuan baik yang diterima oleh para imigran dan orang-orang non-white. Salah satu bentuk tindakan non-diskriminatif yang tampaknya bahkan belum diaplikasikan di Indonesia adalah banyaknya Sales Assistant di mall-mall dan pusat perbelanjaan yang mengenakan hijab. Mereka dapat bekerja di brand apa saja, di bagian mana saja dan tetap bebas mengenakan hijab mereka. Berdasarkan pengamatan, hal ini belum terjadi di Indonesia. Seringkali terlihat para sales assistant yang bekerja di pusat perbelanjaan harus melepas kerudung saat bekerja dan memakainya kembali pada saat selesai bekerja. Miris juga ya…

Iklim yang baik dalam hal keberagaman ini menimbulkan kenyamanan bagi kami. Akibatnya, kami sebagai imigran, Muslim, dan Asian dapat berinteraksi dengan orang-orang lokal dengan cukup baik. Mereka ramah, terkadang banyak bertanya mengenai Indonesia, budaya timur, dan agama, serta sangat helpful. Selain itu, ada juga beberapa keuntungan yang kami dapatkan saat berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Misalnya, seringkali ada pertanyaan tentang Indonesia sehingga kita juga bisa sekalian promosi pariwisata dan bisa memberikan perspektif baru dalam diskusi dan obrolan dengan masyarakat umum. Hal ini sangat dihargai oleh warga lokal karena mereka menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Jadi, meskipun mereka nantinya tidak setuju dengan pandangan kita, mereka akan tetap menghargai pendapat tersebut. We agree to disagree. Selain itu, kami sebagai Muslim dengan identitas Muslim yang jelas (karena mengenakan hijab) sering juga mendapatkan perilaku khusus, seperti mendapat diskon saat berbelanja karena penjualnya juga Muslim, diingatkan mengenai opsi makanan halal saat akan masuk restoran, dan disapa dengan salam oleh Muslim lain saat bertemu di jalan. Pada bulan Ramadan ini, bahkan tidak hanya Muslim yang mengucapkan ‘selamat berpuasa’ atau menanyakan kabar puasa kita. Orang-orang UK sangat aware terhadap adanya bulan Ramadan, sehingga kadang-kadang kami pun mendapat ucapan ‘ramadan kareem’ dari orang-orang lokal.

 

Demikian sharing pengalaman kami tentang common courtesy di Inggris, dimana kami meyakini bahwa kebiasaan-kebiasaan baik yang akhirnya menjadi budaya lokal warga UK memang telah terbentuk dan apabila dilakukan akan memberikan efek positif dua arah. Pertama, sebagai bentuk saling menghormati dan penghargaan terhadap orang lain; dan kedua, karena dengan melakukan kebiasaan baik tersebut maka akan muncul rasa nyaman dan bahagia dalam diri kita sendiri. Hal-hal baik inipun akan menular jika kita lakukan dengan tulus. Tingginya toleransi dalam interaksi sosial di dalam kentalnya perbedaan antar warga di UK menjadikan kami sebagai pendatang merasa diterima dan tenang dalam menjalani keseharian di sini. Meskipun begitu, sebagai warga non-lokal hendaknya kita tetap mawas diri dan berhati-hati dalam tindak-tanduk maupun lisan sehari-hari. Jadi untuk Anda yang akan datang dan tinggal di Inggris, tidak perlu terlalu kawatir dengan isu-isu diskriminasi yang sering beredar. Siapkan diri untuk menjadi penduduk UK, juga dengan mengikuti local culture yang berlaku di negara tersebut. Oh ya, mengenai local culture ini, dua orang rekan kami yang juga tinggal di Birmingham juga sering menulis mengenai hal-hal unik yang mereka alami di UK. Silahkan cek ke: http://riverpost.id/author/sondang-purba/ dan http://riverpost.id/author/ari-kristiana/.

Sampai ketemu minggu depan pada lanjutan topik Budaya Lokal bagian kedua. Stay tuned yaa!

Photo source: https://theadventureofizzaodotcom.files.wordpress.com/2016/06/c8f3f-very-british-problems-tv-show-034-1439544889.jpg

Home Away from Home: Daily Life (2)

Setelah minggu lalu membahas bab perbelanjaan dan urusan makanan, kali ini kami akan membahas tentang serba-serbi transportasi dan ibadah di UK. Dimanapun kita berada, hidup sehari-hari pastinya tidak lepas dari mobilitas ya.. Jika di Indonesia kebanyakan dari kita mungkin terbiasa mengendarai mobil atau motor pribadi kemana-mana, juga bus kota dan KRL, maka di sini kita harus membiasakan diri untuk lebih banyak berjalan kaki. Meskipun begitu, untuk tujuan dengan jarak yang lebih jauh ya pilihannya kita harus menggunakan public transportation. Sebagaimana pentingnya makan dan transportasi, ibadah juga menjadi hal pokok dalam aktivitas harian kita. Apa saja macam-macam transportasi umum di Inggris? Mudahkah menemukan tempat ibadah di UK? Simak paparan kami berikut ini ya..

 

Transportasi

Bus, kereta, dan tram,  adalah pilihan moda transportasi umum yang tersedia di Inggris. Tetapi memang jenisnya berbeda di masing-masing kota, dan bahkan tidak semua kotanya memiliki tram. Dengan beragam angkutan umum tersebut, maka kita harus jeli memilih mana yang sesuai dengan preferensi kita baik dari segi harga maupun kenyamanan.

Untuk bepergian baik dalam maupun antar kota, ada beberapa pilihan yaitu naik bus, kereta, dan tram. Hm.. lantas mana yang paling enak dan murah? Tentunya ya pilihan tersebut kita dasarkan pada seberapa sering kita pergi ke tempat tersebut, apakah setiap hari, apakah hanya seminggu sekali atau mungkin dua bulan sekali. Biasakan juga untuk mengecek adakah halte bus atau stasiun kereta yang terdekat dengan rumah maupun lokasi tujuan kita, kemudian pilihlah kombinasi lamanya waktu yang diperlukan untuk menggunakan angkutan umum dan lamanya berjalan kaki. Dengan begitu, anda akan tahu mana yang lebih efisien dari segi waktu. Selanjutnya kita lihat apakah tarif angkutan umum tersebut sesuai dengan budget kita.

Transportasi Dalam Kota

Di Inggris kita bisa memilih ingin naik bus, kereta, subway, atau tram. Tentu saja masing-masing moda transportasi ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

  • Bus

Terdapat banyak perusahaan atau provider bus kota di UK, dan biasanya dalam satu kota, semakin banyak perusahaan bus yang beroperasi, tarifnya pun akan bersaing. Di Liverpool misalnya, kita akan menjumpai banyak provider bus yang beroperasi untuk rute yang sama, sehingga penumpang memiliki lebih banyak pilihan. Lain lagi ceritanya di Birmingham, tidak terlalu banyak perusahaan bus yang memiliki rute sama, bahkan nyaris masing-masing bus company nya sudah memiliki rute tersendiri. Nah, kalau kasusnya seperti itu, akibatnya tarif busnya pun menjadi sedikit lebih mahal karena penumpang akhirnya tidak memiliki banyak pilihan.

Tarif bus pun biasanya terbagi menjadi beberapa macam misalnya kita bisa membeli tiket ‘single journey’ jika hanya perlu naik bus satu kali saja, atau ‘one day ticket’ yang dapat kita gunakan untuk naik bus seharian (sehingga tidak perlu membeli tiket lagi setiap kali naik bus). Selain itu, jika kita ingin bepergian bersama teman atau keluarga, ada pilihan tiket ‘group/family day saver’ yang memungkinkan kita bepergian seharian dan dapat dipakai oleh maksimal 5 orang. Tawaran yang cukup menarik, bukan? Biasanya untuk tiket family day saver ini, ada promosi diskon juga untuk hari-hari tertentu, dan kita dapat menemukan update nya lewat internet. Sebagai gambaran, di Birmingham kita dapat membeli single journey ticket dengan uang GBP 2.3, kemudian untuk one day saver kita perlu merogoh kocek sebesar GBP 4.4 (peak hours) atau GBP 4 (off peak hours). Sementara itu, tiket family/group day saver dihargai GBP 8, dimana ini berarti kita hanya membayar sebesar GBP 1.6 saja per orang jika kita memakainya untuk lima orang dan tidak ada perbedaan waktu peak dan off peak untuk tiket ini. Untuk membeli tiket bus, anda cukup memasukkan uang ke dalam kotak uang yang ada di depan, dan mengatakan kepada bus driver jenis tiket yang akan dibeli. Di beberapa kota, perusahaan bus dengan ketat memberlakukan ketentuan ‘no change policy’ yang berarti anda harus membayar dengan uang pas. Namun, di beberapa kota lain, supir bus akan memberikan kembalian apabila anda membayar tidak dengan uang pas.

Wah, repot juga ya harus menyiapkan uang pas saat akan bepergian? Tenang saja. Di beberapa kota, sudah ada pilihan tiket langganan bus atau kartu tap yang berisi saldo. Jadi, anda tidak perlu menyiapkan uang tunai untuk membayar tiket. Hal ini juga cukup membantu karena biasanya perusahaan bus pun memberikan potongan harga bagi pemegang kartu tap.

Bagaimana kita naik bus di UK? Tidak seperti di Indonesia dimana kita bisa memberhentikan bus dimana saja, di UK kita harus memberhentikan bus di halte yang tersedia. Pun, tidak semua bus berhenti di semua halte. Oleh karena itu, bacalah keterangan yang ada di halte saat akan naik bus. Anda dapat mengecek timetable bus agar tahu frekuensi kedatangan bus sehingga tidak perlu terlalu lama menunggu di halte. Anda harus memberi tanda berhenti pada bus, seperti dengan melambaikan tangan, agar bus berhenti di halte tempat Anda menunggu. Untuk anda yang membawa balita yang masih menggunakan stroller, rata-rata bus di UK hanya memiliki space untuk maksimal dua buah stroller. Kalau tidak ada tempat, bagaimana? Anda bisa melipat stroller atau menunggu bus berikutnya. Sebelum berhenti di halte tujuan, jangan lupa untuk memencet tombol ‘stop’ agar supir bus aware untuk berhenti dan menurunkan penumpang.

  • Kereta Api dan Subway

Alat transportasi yang juga sangat reliable dan menjadi pilihan banyak masyarakat di UK adalah kereta. Dengan waktu tempuh lebih singkat dan kondisi perjalanan yang nyaris bebas macet, kereta dan subway menjadi transportasi favorit untuk warganya. Jika dibandingkan dengan bus, kereta api mungkin relatif lebih nyaman dan efisien dari segi waktu, dan biasanya perhitungan harga tiketnya lebih murah. Selain itu, salah satu perbedaan kereta dengan bus adalah jangkauan daerah serta frekuensi. Menggunakan kereta sebagai moda transportasi utama dapat menjadi pilihan apabila Anda tinggal di dekat stasiun kereta dan sering bepergian ke tempat yang juga terjangkau dari stasiun kereta. Anda pun harus mengecek jadwal kereta untuk pergi ke tempat tertentu.

Apabila ada tiket langganan bus sehingga harga tiket lebih murah, kita juga bisa membuat railcard untuk mendapatkan diskon saat membeli tiket kereta. Ada berbagai jenis railcard yang tersedia, seperti 16-25 railcard, student railcard, family railcard, dan two together railcard. Kartu ini bisa digunakan tidak hanya di kota tempat Anda tinggal, tetapi juga di seluruh UK. Selain potongan harga sebesar 30%, biasanya ada juga merchant yang bekerja sama dengan perusahaan kereta sehingga kita pun bisa mendapatkan diskon di toko-toko tersebut.

  • Tram

Sama seperti kereta atau subway, tidak semua kota di UK memiliki tram. Biasanya, hanya kota-kota besar yang menyediakan fasilitas ini. Tram sendiri merupakan sejenis kereta yang beroperasi di jalan raya. Kendaraan ini biasanya memakan waktu tempuh yang lebih lama daripada kereta, tetapi lebih cepat dari bus. Berapakah tiket untuk naik tram? Berdasarkan informasi, pengalaman, dan pengamatan kami, harganya berkisar antara GBP 1 (short-hop) hingga GBP 5 di kota-kota seperti Birmingham dan Manchester.

  • Taxi

Adakalanya kita public transport memiliki kelemahan dalam hal fleksibilitas. Misalnya nih, kita sedang ingin buru-buru atau harus pergi di pagi buta dimana transportasi umum belum mulai beroperasi. Bisa juga, terkadang kita ingin pergi ke suatu tempat yang lokasinya terbilang jauh dari halte bus maupun stasiun kereta. Terlebih lagi jika kita harus bepergian dengan membawa barang bawaan super banyak termasuk koper-koper besar, mungkin menjadi kurang nyaman karena harus berganti-ganti bus atau kereta. Kendala-kendala semacam ini tentunya jangan sampai menghalangi aktivitas kita. Kalau sudah begitu, pilihannya adalah dengan menyewa taksi. Taksi ini moda transportasi yang cukup populer di Inggris, dan bahkan di London, hampir semua taxi berwarna hitam dengan bentuk yang sangat khas. Memang tarifnya lebih mahal, tetapi cukup worth it kok jika kita dihadapkan pada situasi sulit seperti yang kami sebutkan di atas. Selain taksi yang resmi, ada juga minicab yang mematok tarif cukup bersahabat dengan kantong mahasiswa, biasa juga dikenal dengan Taksi Uber. Untuk memesannya, kita harus instal aplikasi nya di smartphone atau gadget terlebih dahulu, baru kemudian kita bisa order taksi tersebut. Teknisnya mirip-mirip seperti grabtaxi atau gojek di Indonesia. Eh, tapi untuk taksi uber ini, kita perlu berhati-hati juga lho. Pengalaman alif, saat ia akan pergi ke city center untuk naik bus ke luar kota, taksi uber yang sudah dipesan tiba-tiba membatalkan order di 5 menit sebelum tiba di rumah. Sehingga ia panik karena waktu keberangkatan yang sudah mepet, tetapi untungnya saat mengorder lagi, ada taksi lain yang berposisi tidak jauh dari rumah.

Transportasi Antar Kota

  • Bus

Jika anda ingin bepergian antar kota di UK, maka bus adalah pilihan transportasi yang cukup bisa menghemat kantong. Megabus (http://uk.megabus.com/) dan National Express (http://www.nationalexpress.com/home.aspx) adalah contoh dua perusahaan bus yang menawarkan harga relatif murah dan menyediakan banyak rute antar kota bahkan hingga ke luar negeri (luar UK). Bahkan untuk Megabus, tidak jarang kita bisa mendapatkan harga hanya GBP 1-2 saja untuk sekali jalan ke luar kota per orang jika kita memesannya jauh sebelum tanggal keberangkatan, agak sulit dipercaya ya, tapi hal ini memang ada lho, hehehe.. Idealnya kita merencanakan tanggal berangkat beberapa minggu sebelumnya, sehingga kemungkinan besar kita masih bisa mendapatkan harga yang paling rendah. Tetapi jika kita baru sempat memesan tiket mendekati hari keberangkatanpun tidak masalah, harga tiket busnya masih terhitung ramah di kantong kok, sekitar GBP 8-12. Saran kami, sebelum memesan tiket, sebaiknya anda bandingkan terlebih dahulu antar bus company, sehingga tahu mana yang lebih murah. Tiket dapat dibeli secara online maupun offline. Untuk pembelian online, sebaiknya anda membawa print-out tiket tersebut untuk ditunjukkan kepada supir sebelum keberangkatan, karena meskipun ada versi digitalnya, tidak semua driver mau menerima dan mengotorisasi tiket yang belum dicetak. Bus yang melayani rute antar kota ini biasanya adalah bus yang berukuran besar dan dilengkapi dengan toilet, dan sebagian besar memiliki electronic plug pada sisi samping tempat duduknya. Berbeda dengan di Indonesia, bus-bus antar kota di UK beroperasi di bawah standar keamanan yang ketat, sehingga hampir dipastikan bus ini akan berhenti minimal satu kali (tergantung jarak yang ditempuh) di rest area, sehingga baik supir dan penumpangnya dapat rehat sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

  • Kereta

Seperti yang telah disinggung di atas, bahwa untuk anda yang memiliki rail card, anda dapat memperoleh potongan harga tiket ketika bepergian ke luar kota dengan kereta. Menariknya lagi, ada pula diskon untuk beberapa tourist attraction di UK jika anda bepergian  menggunakan kereta yaitu dengan menunjukkan tiket kereta anda pada saat membeli tiket di tempat wisata tersebut. Mahal kah tiket kereta? Dengar-dengar, harga tiket kereta di UK termasuk yang paling mahal di dunia apabila dihitung harga per mileage-nya. Namun, ada banyak cara untuk mendapatkan tiket kereta murah untuk transportasi antarkota.

Ada berbagai jenis perusahaan kereta di UK. Biasanya, perusahaan tersebut berbasis pada daerah. Misalnya, perusahaan Northern Rail melayani rute kota-kota di bagian utara UK, Arriva Train melayani rute kereta di Wales, dan London Midland melayani rute London dan West Midlands. Selain itu, ada juga perusahaan kereta yang melayani hampir seluruh rute di UK, seperti Cross Country dan Virgin Train. Masing-masing perusahaan memiliki website masing-masing dan kita bisa memesan tiket dari website-website tersebut. Biasanya, pembelian dari website perusahaan langsung akan lebih murah dibandingkan dengan membeli tiket di website kolektif kereta, seperti Trainline, karena kita akan dikenakan booking fee. Nah, bagaimana cara mengecek penawaran harga tiket kereta termurah? Trainline menyediakan fasilitas pencarian harga terbaik melalui halaman: https://www.thetrainline.com/farefinder/. Setelah mengecek harga, kita bisa langsung menuju website perusahaan kereta untuk melakukan pemesanan tiket. Tiket termurah biasanya didapat dengan membeli advance ticket yang berarti kita hanya boleh bepergian dengan kereta yang tercantum di tiket. Apabila menginginkan fleksibilitas yang lebih tinggi, membeli tiket off peak atau super off peak juga dapat dipertimbangkan. Namun, harus diingat bahwa fleksibilitas yang semakin tinggi berarti harga yang semakin mahal juga. Apabila Anda harus pergi secara tiba-tiba, Anda juga bisa membeli tiket langsung di stasiun, tentunya dengan tarif yang juga lebih mahal.

Kereta antarkota di UK biasanya tersedia dalam kondisi yang baik, atau bahkan sangat baik. Kereta-kereta dilengkapi oleh kamar mandi, area untuk disabled people, beberapa menawarkan makanan dan minuman, dan ada juga yang menyediakan kit permainan anak agar anak tidak bosan selama berada di perjalanan. Sama halnya dengan bus, kereta pun menyediakan electronic plug sehingga kita bisa men-charge baterai alat-alat elektronik selama perjalanan. Berapa lama durasi perjalanan? Tentunya berbeda tergantung jarak dan kereta. Misalnya, kereta London Midlands dari Birmingham ke London biasanya memiliki durasi perjalanan sekitar 2 jam 15 menit. Kereta ini banyak berhenti di stasiun-stasiun kecil sepanjang perjalanan. Namun, apabila kita memilih untuk naik kereta Virgin Train, maka perjalanan yang sama akan ditempuh selama 1 jam 15 menit karena perusahaan ini menyediakan kereta cepat yang hanya berhenti di 1-2 stasiun di antara Birmingham dan London. Lagi-lagi, beda durasi juga berarti beda harga. Cermat-cermat lah dalam memilih!

 

Beribadah di UK

Ibadah merupakan salah satu hal pokok untuk kita dalam rangka pemenuhan kebutuhan spiritual. Bagi umat muslim, tempat ibadah atau tempat sholat tentunya menjadi concern tersendiri ya, apalagi di negara yang muslimnya tergolong minoritas. Akan tetapi, seiring semakin banyaknya warga yang memeluk agama Islam di UK dan meningkatnya pendatang yang juga beragama Islam, menemukan tempat ibadah atau masjid bukan menjadi hal yang sulit. Cara termudah untuk menemukan tempat sholat adalah dengan menuju universitas. Hampir semua universitas memiliki mushola atau setidaknya prayer room, sehingga bagi anda yang ingin sholat dan belum menemukan masjid terdekat, mengunjungi universitas mungkin bisa menjadi alternatif. Selain itu, terdapat banyak masjid tersebar di kota-kota besar di UK, akan tetapi agak sulit untuk menemukan masjid di kota kecil terutama yang tidak banyak penduduk asing (non-UK) bermukim di situ. Datangi saja area pemukiman komunitas umat Islam, maka biasanya tidak jauh dari situ terdapat masjid. Meskipun ada yang memiliki kubah dan menara, bentuk masjid di UK kebanyakan berbeda dengan di Indonesia, karena seringkali tempat ibadah tersebut memakai bangunan yang kemudian dialih fungsikan menjadi masjid, sehingga tidak semua masjid memiliki penampakan layaknya masjid-masjid di negara berpenduduk mayoritas muslim yang biasanya lengkap dengan kubah, menara, ornamen-ornamen khas Islam. Sebelum mengunjungi masjid tersebut, penting juga jika memungkinkan untuk mencari tahu tentang detil masjid tersebut apakah jam buka masjidnya hanya pada saat waktu sholat saja ataukah buka sepanjang hari untuk umum. Selain itu, perlu juga ditanyakan apakah masjid tersebut menyediakan ruangan sholat untuk wanita, ataukah hanya bagi pria. Oh ya! Beberapa masjid juga tidak menyediakan tempat wudhu sehingga biasakanlah untuk berwudhu sebelum bepergian.

Hal yang juga perlu diperhatikan saat beribadah adalah mengenai waktu ibadah. Sebagai Muslim, kami wajib untuk solat lima waktu. Berbeda dengan keadaan di Indonesia yang waktu solatnya tidak jauh berbeda sepanjang tahun, UK adalah negara yang terletak pada zona subtropis sehingga jatuhnya malam dan siang pun silih berganti sepanjang tahun. Keadaan ini membuat waktu solat terus berubah-ubah. Pada musim dingin, Muslim di UK baru solat subuh pada pukul 07.00 (karena matahari pun belum muncul di waktu tersebut) dan solat magrib pada pukul 15.00. Hari sangat pendek sehingga waktu solat pun jaraknya sangat dekat. Namun, pada musim panas seperti saat ini, waktu subuh adalah pukul 03.00 dan magrib jatuh pada pukul 21.30. Ini adalah perhitungan waktu solat di daerah Birmingham, sekitar bagian tengah dari wilayah UK. Semakin ke utara, semakin ekstrem pula perbedaan waktu terbit dan terbenamnya matahari. Oleh karena itu, kita tidak bisa lagi berpatokan pada jam. Biasanya, orang-orang Muslim di UK sudah memiliki aplikasi pengingat waktu solat atau jadwal solat dari masjid terdekat yang ditempel di rumah masing-masing.

Jadi, adaptasi ibadah hanya diperlukan oleh umat Muslim, kah? Berdasarkan hasil pengamatan dan ngobrol-ngobrol kami, ternyata adaptasi pun harus dilakukan oleh orang-orang beragama non Muslim dari Indonesia. UK adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Kristiani, meskipun tidak semuanya merupakan practicing Christian. Yah, semacam kalau di Indonesia mereka-mereka yang hanya numpang agama di KTP. Namun, ada banyak aliran agama Kristen di UK. Bagi umat Kristen dari Indonesia, kadang-kadang agak sulit menemukan tempat ibadah dengan aliran yang sama dengan yang dianut di Indonesia. Beberapa teman sempat ‘nyasar’ gereja, sebelum akhirnya menemukan gereja yang tepat. Berbeda halnya dengan penganut agama Hindu dan Budha yang termasuk agama yang diakui di Indonesia. Jumlah penganut kedua agama tersebut terbilang sedikit di UK dan agak sulit ditemukan. Biasanya, akhirnya orang-orang Indonesia beragama Hindu dan Budha akan berkumpul sesama orang Indonesia untuk beribadah.

Perbedaan aliran ini juga cukup terasa dalam kelompok agama Islam. Di UK, penganut agama Islam kebanyakan berasal dari India, Timur Tengah, Afrika, dan negara-negara Asia Tenggara. Tentunya ini juga mengakibatkan adanya perbedaan cara ibadah dan pendapat mengenai masalah-masalah tertentu. Bukan perbedaan mendasar, tentunya, tapi perlu juga diketahui supaya tidak kaget pada saat beribadah bersama mereka. Misalnya, Izza sebagai orang Indonesia selalu diajarkan untuk solat dengan tidak menggunakan alas kaki. Saat ia berkuliah dan harus solat di dalam ruangan kelas, ia pun melepas sepatu dan solat. Namun, ia cukup terkejut saat seorang temannya yang berasal dari Arab Saudi solat dengan tetap memakai sepatunya. Setelah ditanyakan dan dicek kembali kepada ahli agama, ternyata hal tersebut boleh dilakukan. Pengalaman lain adalah ketika kami melihat orang sholat dengan tidak menyilangkan kedua tangannya di depan dada, padahal di Indonesia kita belajar sholat dengan menyilangkan tangan di depan dada setelah takbiratul ikram. Memang tidak lazim bagi orang Indonesia, tetapi tidak salah. Ya, berbeda belum tentu salah satunya salah, kan? Hal-hal seperti ini mungkin akan cukup sering ditemui saat berada di UK karena banyaknya aliran, perbedaan mahzab, dan lain-lain.

 
Sekian bagi-bagi pengalaman kami mengenai kehidupan sehari-hari di UK. Semoga bisa memberikan gambaran bagi Anda yang berencana untuk datang kesini. Ada pertanyaan? Hehe… Silahkan berikan komentar di blog kami, yaa… Kami akan dengan senang membantu Anda. Nantikan juga tulisan kami minggu depan mengenai budaya lokal di UK.

 

Home Away from Home: Daily Life (1)

Setelah berbagai hal yang cukup ‘ribet’ dan terdengar ‘serius’ kami jelaskan di artikel-artikel sebelumnya, sekarang kami akan berbagi pengalaman mengenai kehidupan sehari-hari di UK. Topik ini akan kami bagi menjadi dua artikel karena pembahasannya yang cukup panjang (atau memang kami yang terlalu excited berbagi pengalaman?). Di bagian pertama ini, kami akan membahas dunia belanja-perbelanjaan (maklum ya, dependant memang tugasnya tidak jauh-jauh dari belanja) dan tentang makanan halal bagi Muslim di UK. Dalam artikel ini, belanja yang  kami bahas adalah khusus untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari yaa.. Sedangkan belanja barang lain, seperti baju, tas, kosmetik, dan lain-lain, akan tergantung selera dan budget masing-masing.

 

Belanja kebutuhan sehari-hari

Berbelanja di UK rasanya tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Apalagi, sekarang tekah banyak supermarket di Indonesia yang juga menjual barang-barang impor sehingga kita tidak asing lagi dengan barang-barang ber-label asing. Seperti halnya di Indonesia, terdapat banyak sekali jenis supermarket yang menawarkan barang dan harga sesuai dengan target market mereka, mulai dari yang harganya mahal hingga murah. Bagi yang pernah tinggal di Jakarta, mungkin tahu bedanya berbelanja di Foodhall dan di Tiptop – beda barang yang ditawarkan dan juga beda (jauh) harganya, ya.

Untuk kelas harga menengah ke atas, ada dua jenis supermarket yang cukup populer di UK, yaitu Waitrose dan Sainsbury. Kedua supermarket ini menawarkan produk-produk prime dan groceries yang fresh dan berkualitas sangat baik. Intinya, ada harga ada barang. Sainsburry ini termasuk supermarket yang gerainya menggurita ke hampir seluruh pelosok UK, mulai dari toserba lengkap dengan warehouse dan mini cafe nya hingga Sainsburry local yang hanya berupa minimarket. Signifikan kah perbedaan harga yang ditawarkan oleh kedua supermarket ini? Tidak juga. Kira-kira perbedaan harga maksimalnya adalah 1 GBP (jangan dikonversi ke rupiah yaa, di sini jumlah tersebut adalah perbedaan harga yang masih bisa ditoleransi). Kalau harganya agak mahal, lalu adakah yang belanja di Sainsbury atau Waitrose? Ya tentu saja ada. Mengingat kualitas barang yang sangat baik dan kadang-kadang ada promosi atau diskon, banyak juga warga Indonesia yang berbelanja di Sainsbury dan Waitrose. Bahkan, Sainsbury berani memberikan garansi uang kembali atau menurunkan harga barangnya apabila pembeli dapat membuktikan bahwa kualitas barangnya sama dengan yang ditawarkan oleh supermarket lain dengan harga lebih murah. Wah, ternyata berbelanja kebutuhan sehari-hari di kedua supermarket di atas cukup menguras dompet.

Mau alternatif yang lebih murah? Ada ASDA dan Tesco. Kedua brand ini menawarkan harga tengah untuk barang-barang yang mereka jual. Selain itu, keduanya adalah jenis supermarket PALUGADA (apa lu mau, gue ada). Yak! Mulai dari mie sedap sampai seragam sekolah dan laptop pun dijual di ASDA dan Tesco (online atau di Tesco dan ASDA Extra). Untuk Tesco, ia pun memiliki varian dari toko yang sangat besar (Tesco Extra) hingga ke minimarket semacam Alfamart (Tesco Express). Kedua merek supermarket ini sangat populer di UK dan sangat mudah mendapatkan barang-barang kebutuhan sehari-hari disana.

Oh ya, untuk keempat supermarket yang telah disebutkan diatas, ada juga promosi harian yang ditawarkan. Setiap sore atau malam hari, mereka me-reduce harga produk makanan segar, seperti sayur, buah, dan daging. Mengapa? Karena produk-produk tersebut sudah hampir ada di batas kadaluarsa. Apa? Produk itu ada kadaluarsanya? Ya, hal ini memang tidak lazim di Indonesia. Wong sudah lama saja masih dipakai memasak, yang penting belum busuk. Hahaha… Namun, hal ini tidak diterapkan di UK. Regulasi mengenai makanan cukup ketat. Oleh karena itu, sayuran, daging, dan buah-buahan pun memiliki masa kadaluarsa, dimana biasanya tercetak tanggal kadaluarsa di tiap label atau kemasannya. Adanya barang reduce ini kadang-kadang cukup membantu karena kita dapat membeli kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih murah.

Golongan supermarket ketiga adalah supermarket kelas ‘mahasiswa’. Mengapa namanya begitu? Karena harganya pun pas dengan kantong mahasiswa. Contoh supermarket kelas ini adalah ALDI dan LIDL. Kedua supermarket ini menawarkan barang yang sedikit lebih terbatas, tetapi dengan harga yang sangat murah. Biasanya, para mahasiswa (termasuk keluarganya seperti kami-kami ini) banyak berbelanja kebutuhan sehari-hari disini. In the name of pengiritan, memang berbelanja di supermarket ini merupakan cara jitu untuk menekan pengeluaran. Apalagi, untuk mahasiswa yang membawa serta keluarga ikut tinggal di sini, selisih harga yang tadinya tidak material akan terasa cukup signifikan bila dikalikan jumlah anggota keluarga, hehehe..Tetapi lagi-lagi, prinsip ada harga ada barang pun berlaku. Jangan harapkan barangnya dalam kondisi prime atau rasanya sangat enak, kualitasnya pun tidak sebagus di supermarket yang sudah dibahas terdahulu. Selain itu, memasuki musim panas, sayuran yang dijual pun kadang-kadang sudah hampir tidak bisa dimasak atau sudah dalam kondisi harus segera dimasak. Ya, semua ada trade off nya. Khusus untuk LIDL, supermarket ini juga menawarkan fresh bakery yang super enak! Jadi, jangan lewatkan mencoba fresh bakery disini, dijamin ketagihan (malah promosi).

Selain supermarket-supermarket yang telah disebutkan, ada juga berbagai jenis toko yang menjual barang-barang kebutuhan dengan harga miring. Misanya, Poundland (serba 1 pound), Home Bargain, dan B&M Bargain. Toko-toko tersebut hanya sedikit menjual makanan segar, tetapi lebih banyak makanan kaleng atau kering, snack, barang kebutuhan sehari-hari, seperti sabun, sampo, alat masak, kebutuhan untuk bersih-bersih, dan barang-barang kebutuhan taktis lainnya, mirip toko kelontong di Indonesia mungkin ya, hehe. Ada juga toko-toko spesialis makanan beku, seperti Heron Foods, Iceland, dan Farmfoods. Biasanya, harga makanan beku di toko-toko spesialis ini lebih murah. Nah, khusus untuk toko-toko yang disebutkan di paragraf ini, sepertinya mengecek dan membandingkan harga sangat diperlukan karena walaupun banyak barang yang ditawarkan dengan harga murah, ada juga yang ternyata harganya lebih mahal daripada di supermarket biasa.

Jadi, di UK hanya bisa belanja di supermarket? Nggak ada pasar tradisional? Tenang saja, di beberapa kota, masih ada pasar tradisional kok, ada yang bentuknya di luar ruangan atau di dalam ruangan. Ada juga toko-toko kecil yang memang langsung menjual hasil kebun sendiri. Di Birmingham misalnya, ada outdoor market dan indoor market yang menjual sayuran, buah, dan daging segar. Harganya pun sangat bersaing dengan supermarket lho. Bahkan, di outdoor market kita bisa membeli sayur dan buah seharga 1 GBP saja untuk 1 bowl penuh. Rasanya seperti di surga! Eits, mau lebih murah lagi? Jangan lewatkan datang ke indoor dan outdoor market di atas jam 5 sore saat toko nya hampir tutup ya, karena hampir semua barang didiskon. Hanya dengan uang 1 GBP, kita bisa mendapatkan dua hingga tiga bowl sayur dan buah. Tawaran yang sangat menarik, kan?

Harga sayur dan buah di pasar tradisional murah. Lalu bagaimana dengan harga bahan pangan pokok seperti beras, minyak, dan telur? Sepanjang pengamatan dan pengalaman kami, harga makanan di UK cukup stabil. Kalau tidak salah, kenaikan harga bahan makanan terakhir terjadi di tahun 2013. Itu pun tidak terlalu signifikan (sekitar 5-10 pence) dan hanya berlaku pada produk tertentu. Harga beras dan minyak stabil dari tahun 2012, yaitu di 40 pence per kilo untuk beras dan 85-90 pence per 1.5 liter untuk minyak. Harga tersebut adalah harga ‘kantong mahasiswa’ di ALDI dan LIDL. Untuk mengetahui harga kebutuhan pokok secara lebih detail, silahkan cek ke website masing-masing.

 

Toko Khas Asia

Ketika kebutuhan makanan sehari-hari sudah tersedia secara luas di UK, bagi orang-orang Indonesia semacam kami ini, rasanya kok tidak puas ya, makan ala barat setiap hari. Tetap saja, banyak orang Indonesia mencari bahan makanan yang familier dan ketika dimasak cocok di lidah. Banyak supermarket di UK memiliki Asian section. Disana, kita bisa mendapatkan bumbu khas Asia dan bahkan bumbu jadi (keluaran Malaysia atau Thailand). Namun, biasanya range produk yang ditawarkan masih terbatas. Lalu? Apakah harus kirim dari Indonesia? Tenang, di Inggris ada sangat banyak toko yang menawarkan produk khas Asia. Biasanya, toko-toko ini didominasi oleh produk Cina dan India/Pakistan. Oleh karena itu, kami biasa menyebutnya ‘toko Cina’ dan ‘toko India’. Salah satu toko Cina yang sangat besar dan ada di berbagai kota adalah Wing Yip. Apa saja barang-barang yang dapat dibeli di toko khas Asia? Banyak sekali! Tempe, tahu, berbagai jenis mie, buah kaleng, bumbu khas asia, gula aren (mirip gula jawa tapi warnanya tidak coklat gelap), bumbu dapur beku, berbagai jenis seafood beku, sambal dan kecap ABC, hingga cemilan-cemilan mulai dari yang tradisional sampai yang kemasan pabrikan semacam Hello Panda. Orang-orang Indonesia biasanya agak kalap kalau belanja disini. Rasanya seperti kembali ke negara sendiri. Hahaha. Di beberapa tempat pun ada yang menjual durian hingga ikan teri. Selain itu, ada juga toko Afrika dimana kita bisa membeli ikan asin, plantaine (pisang kepok), dan singkong. See? Hidup di UK tidak menderita kok! Asal mau usaha, ada saja toko yang menawarkan barang kebutuhan kita.

Bagaimana jika tidak ada toko khas Asia di kota Anda? Dengan kemajuan teknologi dan banyaknya diaspora Indonesia di UK, ada fasilitas online shop barang khas Indonesia. Sejauh ini, ada dua toko online yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, yaitu toko IndoPro dan Toko Gordon. Kedua toko ini memiliki akun di Facebook sehingga cukup mudah untuk diakses oleh siapa saja. Khusus untuk kedua toko ini, barangnya pun sangat khas Indonesia. Namun, kadang kita harus berebut memesan karena setiap barang tersedia hanya dalam jumlah terbatas. Ketika barang datang, secepat mungkin harus memesan. Selanjutnya, barang pesanan Anda akan dikirimkan melalui pos. Saran kami, karena biaya pengiriman cukup besar, lebih baik jika Anda memesan bersama teman-teman yang tinggal di kota yang sama. Dengan begitu, biaya pengiriman dapat ditanggung bersama sehingga lebih hemat.

Bicara mengenai harga, produk-produk khas Asia ini memang harganya lebih mahal. Jarang sekali ada satu barang yang harganya kurang dari 1 GBP (kecuali Indomie). Cukup menguras dompet juga kalau sering-sering berbelanja disini. Kalau harga produk beku dan kemasan mahal, maka harga produk segar, seperti sayur dan buah bisa dikategorikan sangat mahal. Suka sayur kangkung? Sayuran ini adalah barang mewah di UK. Bayangkan saja, dua ikat kangkung harganya lebih mahal dari satu ekor ayam. Atau anda kangen dengan sawi putih? Harga satu bonggol sawi putih pun setara dengan tiga kilogram beras yang biasa kami beli. Yak, penggemar kangkung, sawi putih dan sayuran khas asia mulai menangis (dompetnya). Sekali-kali bolehlah beli untuk mengobati kangen, hehehe..Intinya, bijaklah dalam berbelanja di toko Asia. Jangan sampai budget Anda kendor karena membeli barang-barang disini. Sebenarnya ada alternatif lain jika anda ingin lebih berhemat, misalnya dengan menanam sendiri sayur-sayur dan bumbu dapur, yaitu dengan cara menyisakan batang dan akarnya kemudian menumbuhkannya di media air dan atau tanah. Beberapa yang pernah kami temui dan berhasil ditumbuhkan kembali adalah kecambah, daun bawang (spring onion), kangkung, daun mint, dan daun seledri. Dengan begitu, anda dapat menghemat pengeluaran dan memiliki stok sayuran segar sewaktu-waktu dibutuhkan.

 

Makanan Halal

Kebutuhan makanan halal merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat beragama Islam, karenanya sangat penting untuk menentukan kehalalan makanan. Memasak sendiri adalah cara paling tepat untuk menjamin kehalalan makanan kita, karena kita dapat memastikan mulai dari bahan, cara olah, alat masak, dan alat makan yang tidak tercampur dengan zat yang tidak halal. Lalu banyak orang bertanya, susah nggak sih, mencari bahan makanan halal di UK? Tidak! Hampir di setiap kota, bahkan di beberapa cabang supermarket besar seperti ASDA dan Tesco, ada toko atau bagian yang menjual daging dan makanan beku halal. Jadi, kita tidak perlu puasa makan sosis, nugget, dan makanan olahan lain saat tinggal di UK. Banyak sekali produsen makanan beku halal di UK. Toko daging halal pun ada banyak sekali. Biasanya, toko-toko ini berada di pusat kota atau di area pemukiman muslim. Cari saja masjid, biasanya di sekitarnya ada toko barang-barang halal. Dengan banyaknya muslim di UK, maka  keberadaan toko bahan makanan halal pun tidaklah sulit untuk ditemukan. Indeed, kurma pun bukan makanan aneh disini. Murah pula harganya!

Selain daging-dagingan yang cukup jelas batasan halal-haram nya, kita harus cukup teliti dalam membeli barang tertentu untuk memastikan kehalalan suatu produk. Otoritas di UK cukup tegas dalam hal ini. Secara umum, kehalalan produk dan bahan makanan khususnya produk daging di UK dapat dilihat dari ada atau tidaknya sertifikat halal dari HFA (Halal Food Authority) dan HMC (Halal Monitoring Committee UK). Dengan adanya dua badan tersebut, warga muslim di UK dimudahkan untuk mencari tahu tentang halal tidaknya produk bahan makanan yang mereka konsumsi. Ada beberapa produk yang sudah mendaftarkan kehalalan produk sehingga tertera label halal di kemasannya. Meskipun begitu, masih banyak juga produk yang harus ditentukan kehalalannya dengan membaca keterangan bahan yang terkandung dalam produk tersebut. Salah satu indikasi yang mungkin dapat di jadikan guidance adalah apabila pada makanan kemasan tercantum ‘suitable for vegetarian’. MInimal, kita menjadi tahu bahwa produk tersebut terbebas dari kandungan bahan-bahan yang berasal dari hewan. Pengecekan bahwa makanan tidak mengandung alkohol dan zat aditifpun perlu dilakukan. Menjadi muslim di UK memang mengajarkan kami untuk lebih teliti dan berhati-hati, juga untuk semakin aware tentang kehalalan makanan.

Masih juga merasa kesulitan? Anda bisa dengan mudah mengecek apakah suatu produk halal dengan bertanya langsung pada penjaga toko atau kepada produsen barang tersebut. Mereka akan dengan senang hati membantu Anda. Sebagian besar masyarakat UK sudah memahami peraturan halal/haram bagi umat Islam sehingga Anda tidak akan disangka sebagai ‘alien’ ketika bertanya mengenai hal ini.

Selain berbelanja bahan makanan untuk dimasak sendiri, ada kalanya kita mungkin sedang  capek atau dilanda kebosanan, lalu muncul keinginan untuk makan di luar rumah bersama keluarga. Nah, kalau sudah begini kitapun harus memilih restoran yang halal, bukan? Untuk menemukan restoran halal di Inggris memang tidak selalu mudah, tetapi juga bukan hal yang sulit. Hampir sama seperti toko bahan makanan, jika anda ingin mencari rumah makan halal, maka datangilah area dimana komunitas muslim tinggal, maka biasanya dengan mudah anda dapat menemukannya. Selain itu, terkadang di lingkungan sekitar kampus dan pemukiman mahasiswa, banyak juga terdapat gerai makanan halal ini. Contohnya di Birmingham, banyak sekali tempat makan halal yang berlokasi di sekitar universitas dan pemukiman mahasiswa. Di Manchester, ada sebuah area yang dijuluki ‘Curry Lane’ saking banyaknya restoran India dan timur tengah disana. Karena kebanyakan penjualnya adalah warga timur tengah, maka jenis makanan yang dijualpun adalah seputar nasi biryani dan kebab. Bicara harga, anda perlu menyiapkan GBP 3-5 untuk seporsi makan, tergantung varian dan topping yang anda inginkan. Meskipun mayoritas rumah makan tersebut menempelkan logo halal, jangan kaget jika ada juga restoran yang menjual kebab tetapi tidak memiliki logo halal di gerai nya. Nah, kalau sudah seperti ini, penilaian halal-haram kembali kepada keyakinan diri masing-masing ya, hehe.

Jika anda bosan dengan menu makanan arab dan timur tengah, ada juga beberapa restoran cepat saji di UK yang menyediakan menu halal, KFC dan SUBWAY adalah contonya. Kedua restoran ini, merupakan franchise restoran cepat saji yang juga cukup familier di sini. Ada gerai KFC dan SUBWAY yang menyediakan menu halal di restorannya. Untuk KFC halal, mereka mengklaim bahwa semua makanan yang dijual adalah halal dan merekapun biasanya telah mengantongi HFA halal certificate. Sementara SUBWAY halal, ada yang semua makanannya halal, tetapi ada pula yang partially halal, dimana mereka menyediakan beberapa pilihan menu halal disamping menu non-halalnya. Wah? Kalau setengah menunya non-halal, berarti tetap tidak halal dong, karena ada kemungkinan kontaminasi? Well, peraturan mengenai pengolahan dan penyajian makanan di UK cukup ketat sehingga kontaminasi bahan makanan pun diperhatikan. Biasanya, restoran-restoran yang sudah mendapatkan label halal ini pun memiliki standar baik dari segi pengolahan maupun penyajiannya ke customer, sehingga makanan halal tidak akan tercampur dan terkontaminasi oleh makanan non-halal.

 

Meskipun kita tinggal di UK yang setiap pengeluarannya menggunakan pound sterling, tetapi jika kita tahu dimana harus belanja, bisa banget kok menghemat jatah bulanan. Tinggal di negara yang muslimnya minoritas pun, sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk tidak memastikan kehalalan makanan yang kita konsumsi. Dengan tetap mencari informasi, berhati-hati dan selektif, maka mencari makanan halal tidaklah sesulit yang kita kira. Semoga cerita kami di atas dapat menjadi sedikit panduan berbelanja khususnya groceries dan daily stuff di Inggris ya.

Minggu depan, kita masih akan membahas seputar kehidupan sehari-hari di UK. Stay tuned!

Home Away from Home: Budgeting

Photo Source: http://ukace.org/wp-content/uploads/2015/07/4cfbad65-2641-4e04-ab8a-6ab28f6356d9_money_pounds_cash.jpg

Hidup di Inggris itu mahal. Betul, kah?

Apakah biaya hidup di sana cukup hanya dengan beasiswa yang kita dapat? Seringkali kami mendapatkan pertanyaan mengenai hal ini. Kami juga beberapa kali mendengar keraguan keluarga yang akan ikut pasangan ke UK mengenai kecukupan tunjangan yang diberikan oleh beasiswa untuk menghidupi keluarga. Hal ini wajar saja, karena memang harga barang dan jasa di UK akan terasa sangat tinggi apabila kita mengkonversi dari Poundsterling ke Rupiah. Hmmmm… cukup sulit memang untuk menjawab pertanyaan tersebut karena  skema beasiswa yang diperoleh pelajar yang sekolah di sini berbeda, ada yang menyertakan tunjangan untuk anggota keluarga, ada pula yang tidak. Selain itu, tempo pencairan beasiswanya pun tidak sama, ada yang rutin setiap bulan, setiap tiga bulanan, bahkan ada juga yang memiliki pengalaman tentang tak menentunya frekuensi pencairan allowancenya. Tetapi terlepas dari itu semua, kecukupan uang sangat tergantung pada gaya hidup masing-masing keluarga. Namun, pengalaman kami dan banyak keluarga disini, tunjangan dari beasiswa masih cukup kok untuk hidup, meskipun pada kasus-kasus tertentu ada pasangan yang harus bekerja untuk menambah pemasukan atau keluarga yang harus berhemat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup, terlebih lagi agar dapat menabung untuk keperluan jalan-jalan.

 

Biaya Hidup di Inggris

Seperti pada penjelasan mengenai financial planning, komponen yang harus dipertimbangkan dalam budgeting adalah biaya. Berbeda kah biaya yang dikeluarkan oleh keluarga di Indonesia dan di UK? Sebenarnya komponennya relatif sama, hanya memang kursnya yang berbeda,hehehe. Biaya hidup disini mencakup uang sewa rumah atau akomodasi, tagihan listrik, gas, dan air, uang belanja kebutuhan pokok, dan biaya transportasi.

Biaya sewa rumah atau akomodasi biasanya memiliki porsi terbesar dalam pengeluaran kita. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya di artikel mengenai akomodasi (link), kisaran biaya sewa tempat tinggal adalah 500-800 GBP per bulan bagi keluarga (harga di luar kota London). Biaya ini bisa dihemat dengan cara misalnya, sharing rumah bagi keluarga yang belum memiliki anak atau dengan mencari alternatif tempat tinggal lain. Namun, sebaiknya kita jangan terlalu berharap mendapatkan akomodasi dengan harga sewa di bawah range tersebut karena susaaahhh… Ya, akomodasi mahasiswa adalah bisnis yang bergerak dengan cepat di UK. Oleh karena itu, penghematan di komponen ini pun agak sulit dilakukan. Impact-nya apa? Bagi Anda yang mendapatkan beasiswa, uang sewa ini umumnya bisa menghabiskan 40-60% tunjangan uang hidup yang diberikan (tunjangan di luar London).

Masih berhubungan dengan uang sewa akomodasi, komponen berikutnya adalah tagihan listrik, gas, dan air. Ada beberapa agen yang menawarkan tempat tinggal yang harga sewa-nya sudah mencakup pembayaran tagihan. Beruntunglah Anda yang mendapatkan tempat tinggal tersebut karena tidak perlu pusing memikirkan besar tagihan setiap bulan, atau setiap tiga bulan. Namun, jarang sekali uang sewa rumah sudah mencakup bills. Oleh karena itu, pengeluaran di komponen ini harus diperhatikan karena rekening bank pun bisa bolong kalau tidak berhati-hati dalam menggunakan listrik, air, dan gas. Berapa sih kisaran tagihan yang harus dibayarkan per bulan? Biaya listrik dan gas dihitung berdasarkan pemakaian, sedangkan biaya air sudah dipatok tetap, tergantung provider. Karena penghitungan berdasarkan pemakaian, maka yang pasti kita bisa lakukan adalah berhemat. Seperti halnya di Indonesia, pada siang hari kita bisa mematikan lampu, tidak banyak menggunakan alat elektronik, dan berbagai trik lainnya. Tapi…. Nah, ada tapinya. Kondisi hidup di UK tentu berbeda dengan di Indonesia. Di UK, banyak sekali peralatan dapur yang memakan listrik cukup banyak, seperti kompor (ya, disini tidak ada kompor yang pakai LPG ya), pemanas air (no, disini tidak ada dispenser), dan microwave. Semua adalah alat yang pasti digunakan setiap hari. Selain itu, kalau di Indonesia kita bisa mengganti AC dengan kipas angin atau kipas manual, disini – apalagi bagi orang Indonesia – susah sekali menggantikan the power of heater. Jangan pernah berharap ada AC di rumah di UK, tapi pastikanlah rumah yang Anda sewa memiliki heater yang memadai. DINGIN! Bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis, mungkin kalau bisa pemanas ruangan on 24 jam setiap hari selama suhu di bawah 20 derajat. Tapi permasalahannya, uang pun terbatas. Otomatis, kita harus pintar-pintar mengatur pemakaian pemanas sehingga tidak membobol rekening bank.

Selain biaya akomodasi diatas, kebutuhan pangan merupakan hal pokok yang juga harus dianggarkan. Pilihan cerdasnya adalah dengan memasak sendiri. Dengan memasak sendiri, selain dapat menekan anggaran konsumsi, tentunya anda juga bisa menentukan sendiri makanan sesuai selera keluarga bukan? Apalagi bagi yang muslim, memasak sendiri adalah cara tepat untuk menyajikan makanan halal di rumah dengan budget yang adjustable. Rata-rata di kota Birmingham, pengeluaran yang dianggarkan jika kita memilih memasak sendiri kurang lebih £250-£400 dalam sebulan (asumsi ini untuk satu keluarga yang memiliki anak). Lain halnya untuk pasangan yang masih belum memiliki anak, biayanya berada pada kisaran £100-£200 perbulan. Di sinipun, terdapat banyak supermarket bahkan pasar yang menyediakan berbagai bahan kebutuhan pokok dan bahan makanan dengan harga sangat terjangkau, sehingga tidak akan sulit rasanya untuk tetap irit dalam hal makanan. Tetapi, bila anda tidak senang atau bahkan tidak bisa memasak sendiri, anda dapat membeli makanan di luar dengan kisaran harga per porsinya £3-£7, tergantung preferensi dan porsi makan anda. Setidaknya £10 perlu anda siapkan dalam sehari, inipun dengan asumsi anda makan dua kali sehari. Biaya satu bulan? Anda tinggal mengalikannya dengan 30 hari sebagai perkiraan. Nah, bagi yang tinggal di kota besar seperti London, tentunya akan berbeda lagi biaya yang harus dianggarkan. Dari sini anda sudah dapat mengkalkulasi perkiraan rata-rata biaya untuk makan dalam sebulan, baik jika anda memasak sendiri maupun membeli masakan jadi.

Bicara tentang mobilitas, tentunya tidak terlepas dari transportasi. Seberapa sering pasangan kita bepergian ke kampus, berapa kali dalam sebulan kita perlu pergi berbelanja ke pasar atau toko grosir? Bagaimanakah akses dari rumah ke sekolah anak, bisakah ditempuh hanya dengan berjalan kaki, atau harus naik kendaraan umum? Beberapa hal tersebut yang nantinya akan mempengaruhi keputusan dalam menganggarkan biaya transportasi. Ya, meskipun bukan komponen yang paling utama, tetapi biaya transportasi mau tidak mau harus diperhitungkan sebagai porsi yang signifikan dalam menghitung biaya hidup. Di Inggris, alat transportasi umum relatif lengkap, mulai dari bus, kereta, subway, dan bahkan tram di beberapa kota. Anda dapat memilih moda transportasi mana yang sesuai dan dapat digunakan untuk mobilitas sehari-hari dari rumah. Misalnya, tidak semua rumah berdekatan lokasinya dengan stasiun kereta atau subway, tetapi bus mungkin bisa menjadi pilihan jika terdapat halte yang dekat dengan rumah dan juga tempat tujuan. Anda juga bisa melihat lebih efisien manakah dari segi waktu, antara naik bus atau kereta. Kombinasi waktu antara jalan kaki dan naik public transport, juga merupakan faktor penting untuk membuat keputusan dalam menentukan moda transportasi apa yang akhirnya pas digunakan. Biaya transport ini juga variatif di masing-masing kota, biasanya semakin banyak perusahaan penyedia moda transportasi umum, maka semakin rendah pula biaya yang ditawarkan agar mereka tetap dapat bersaing. Di Birmingham, biaya sekali jalan dengan bus adalah £2.3, sedangkan tiket one day pass adalah seharga £4. Lebih hemat lagi, jika anda bepergian dengan beberapa teman (maksimal 5 orang), maka anda dapat membeli tiket ‘group day saver’ seharga £8, yang dapat dipakai untuk naik bus sehari penuh. Sama halnya jika anda membawa keluarga dan anak-anak, pilihan membeli tiket ‘family day saver’ pun akan sangat menghemat pengeluaran. Tips lain untuk berhemat adalah dengan membeli kartu berlangganan bus yang bisa di isi dan di top-up saldonya. Lain lagi jika anda memilih kereta sebagai moda transportasi yang akan sering dipakai, untuk ini anda harus apply membuat rail card, semacam kartu diskon saat naik kereta. Dengan rail card, kita bisa mendapat potongan harga 30% setiap pembelian tiket perjalanan menggunakan kereta api. Tersedia berbagai pilihan untuk pelajar, pasangan, maupun family. Pembuatannya pun cukup mudah dan kartunya bisa kita terima dalam beberapa hari saja (tergantung antrian juga sih). Selain alat transportasi tersebut, menggunakan sepeda juga lumrah dilakukan di sini. Anda dapat membeli sepeda baru maupun yang bekas tetapi masih layak digunakan, bahkan biasanya warga Indonesia yang akan selesai masa studinya tak jarang yang menghibahkan atau menjual murah sepedanya.

Oh ya, salah satu bagian penting yang tidak boleh terlupakan lagi adalah biaya komunikasi. Tidak dapat dipungkiri, internet sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup kita. Oleh karena itu, perlu juga kita memberikan budget terhadap kebutuhan ini. Rata-rata harga langganan SIM card berinternet di UK adalah £10-15. Biasanya, harga tersebut sudah mencakup juga telepon dan SMS ke nomer UK, sedangkan untuk menghubungi keluarga di Indonesia (apabila tidak menggunakan media internet) biasanya harga dipatok sekitar £0.5-1 per menit.

To sum up, jadi berapa biaya yang dihabiskan per bulan untuk hidup di UK? Dengan mempertimbangkan seluruh biaya tersebut, kira-kira satu keluarga akan mengeluarkan £700-1000 per bulan dengan asumsi memasak sendiri di rumah. Ini hanya jumlah perkiraan yang in reality akan tergantung gaya hidup dan kota tempat tinggal, dan kemungkinan masih bisa ditekan lagi jika kita tahu caranya berhemat.

 

Sumber Penghasilan

Ada pengeluaran, tentu harus ada penghasilan juga ya. Setelah mengetahui jumlah biaya hidup yang dibutuhkan, kita bisa mulai menghitung, cukupkah tabungan atau tunjangan bulanan yang didapatkan?

Bagi teman-teman yang self-funding, tunjangan bulanan akan tergantung pada jumlah uang yang dimiliki. Dengan perkiraan budget, tentu jadi bisa lebih berhemat dan mengetahui apakah dana yang dimiliki cukup untuk hidup bersama keluarga di UK.

Bagi teman-teman yang disponsori oleh beasiswa, maka besaran tunjangan hidup sudah ditentukan oleh pemberi beasiswa. Berapa besarnya? Secara rata-rata, kisaran uang tunjangan hidup di UK adalah £800-1200, angka ini depend on pemberi beasiswa dan kota tempat tinggal. Nah, untuk yang pemasukannya hanya berasal dari beasiswa dan terutama untuk yang sudah memiliki anak inilah yang harus pintar-pintar mengatur keuangan. Bagi yang masih mempunyai tabungan di Indonesia, memang perasaan akan lebih lega ya, karena uang tersebut masih bisa diandalkan, lalu ditransfer ke UK untuk menambah-nambah uang jajan dan ongkos jalan-jalan. Namun, jika tabungan di Indonesia pun sudah terkuras untuk kepentingan persiapan berangkat ke sini, lalu apa yang bisa dilakukan untuk dapat menutup kekurangan biaya atau sekedar menambah tabungan cadangan di sini? Jawabnya adalah dengan bekerja.

Bagi dependant, bekerja disini jangan dibayangkan kerja kantoran yang setiap hari rutin harus datang sesuai jam kantor ya, alternatif bekerja disini maksudnya adalah kerja sampingan alias part time. Yang namanya kerja sampingan sudah pasti jam kerjanya adalah beberapa jam saja dalam sehari, kerjanya bersifat klerikal atau technical, dan biasanya gajinya pun menggunakan base waktu kerja, misalnya sekian poundsterling per jam. Beberapa pilihan pekerjaan part time yang ada di sini antara lain cleaning service (merupakan jenis kerja sampingan yang paling banyak tersedia), pelayan restoran atau toko, translator, wirausaha dengan cara membuka usaha katering masakan Indonesia. Yang terakhir ini mungkin bisa menjadi alternatif yang cukup menjanjikan. Selain menyalurkan hobi, banyaknya warga Indonesia yang bersekolah disini yang rindu makanan khas kampung halaman dan tidak punya waktu untuk memasak sendiri adalah peluang pasar yang lumayan untuk jenis usaha ini. Selain pekerjaan-pekerjaan yang disebutkan di atas, sebenarnya masih banyak peluang yang ada untuk menambah pundi-pundi recehan poundsterling yang kita miliki. Memang sifatnya tidak rutin, tetapi tetap bisa menjadi penghasilan tambahan insidentil. Misalnya, dengan menjadi ‘kelinci percobaan’ penelitian mahasiswa di kampus atau rajin-rajin membuka website lowongan pekerjaan untuk mencari temporary job saat liburan. Nah, berapa sih uang yang didapatkan saat bekerja di sini? Biasanya, kita akan dibayar sekitar 7-10 GBP per jam apabila kita bekerja pada orang, atau tergantung margin keuntungan apabila kita berjualan atau menawarkan jasa.

Capek dan menguras tenaga adalah keniscayaan dalam melakukan pekerjaan sampingan ini, tetapi sebagai tambahan pengalaman dan tambahan tabungan untuk keperluan biaya hidup di sini, tidak ada salahnya mencoba mengambil part time job yang cocok dengan kondisi dan waktu luang anda. Meskipun peluangnya cukup menggiurkan, banyak juga kok family yang memilih untuk sama sekali tidak mengambil kerja sampingan ini, dan tetap bisa survive dengan cara berhemat masing-masing.

 

Contoh kasus

Nah, berdasarkan paparan di atas, sebenarnya bagaimana sih flow pemasukan dan pengeluaran selama di UK? Sebagai ilustrasi, kami coba menyiapkan contoh kasus sederhananya seperti berikut:

A datang ke UK dengan membawa istri dan seorang anak berusia 4 tahun. Ia mendapatkan beasiswa dengan jumlah living allowance sebesar 1100 GBP per bulan. Istri dari si A memilih untuk bekerja part time sehingga pendapatan tambahan yang diperoleh setiap bulannya kurang lebih 150GBP.

Ia berkuliah di Birmingham dan memilih untuk menyewa sebuah rumah yang berjarak 20 menit berjalan kaki dari kampus. Harga sewa rumahnya adalah 650 GBP. Total tagihan listrik, air, dan gas yang harus dibayar adalah 110. Istri A selalu memasak setiap hari sehingga biaya makan di luar bisa dikurangi. Uang belanja per bulan yang dihabiskan untuk keluarga A adalah 200 GBP.

Biaya lain yang tidak dapat dihindari adalah biaya komunikasi. A harus menyisihkan uang sebesar 25 GBP setiap bulan untuk membayar paket langgangan SIM card miliknya dan istrinya. Sedangkan untuk biaya transportasi, A tidak terlalu banyak mengeluarkan uang di pos ini. Setiap hari ia berjalan kaki ke kampus dan anaknya pun berjalan kaki ke sekolah (disini, sekolah gratis, tis. Hanya perlu beli seragam sekolah). Namun, setiap seminggu sekali, setidaknya A sekeluarga menyempatkan pergi ke pusat kota untuk refreshing dimana ia harus membeli tiket bus bersama keluarga. Total pengeluaran transportasi per bulannya kira-kira 35 GBP.

Dari kasus keluarga A, dapat disimpulkan bahwa pemasukan keluarga adalah 1250 GBP dan total pengeluaran adalah 1020 GBP. Wah, ternyata masih ada sisa! Ya, semua kembali pada gaya hidup masing-masing keluarga. Mungkin ada keluarga yang suka makan atau jajan di luar? Mungkin ada keluarga yang lebih suka jalan-jalan? Pada kasus tertentu, ada pula yang mungkin tunjangan ludes atau bahkan harus nombok, hehe..

 

Jadi, mahalkah hidup di UK? Banyak keluarga yang mengaggap bahwa selain biaya akomodasi dan rekening yang bikin kepala pusing tujuh keliling, sebenarnya hidup di UK tidak terlalu mahal. Bahkan, pada komponen tertentu, seperti misalnya harga bahan makanan dan pakaian, bisa lebih murah daripada di Indonesia. Namun, kembali lagi, semua tergantung pada gaya hidup dan pilihan masing-masing keluarga. Cukup kah tabungan yang dibawa dari Indonesia? Cukup kah tunjangan dari beasiswa? Silahkan mulai menghitung!

Kuncinya, jangan lupa untuk menentukan skala prioritas dan mendahulukan kebutuhan di atas keinginan.
Next on: Kehidupan sehari-hari di UK. Bagaimana sih kehidupan para diaspora mahasiswa dan keluarga mereka di UK? Simak artikel kami minggu depan, ya…

Home Away from Home: Settling In

Pindah ke tempat baru membuat perasaan bercampur aduk. Salah satu perasaan yang kami rasakan saat baru tiba di UK adalah overwhelmed. Bayangkan saja, setelah belasan jam di pesawat, sampai di bandara tujuan pun harus alert di bagian imigrasi, membawa barang dengan jumlah yang banyak, harus pula mencari jalan untuk sampai ke tempat tujuan (akomodasi atau rumah tinggal sementara). Tugas adaptasi pun tidak selesai disana. Masih ada banyak hal yang harus diurus hingga akhirnya bisa nyaman dan terbiasa hidup di negeri orang. Saran kami, jangan panik. Tentukanlah prioritas mengenai apa yang akan dilakukan. Ada beberapa hal wajib yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu setelah kedatangan. Hal ini kami sebut proses settling in. Apa saja aktivitasnya? Berikut ini paparan kami.

 

Beradaptasi dengan cuaca

Biasanya perkuliahan di Inggris dimulai pada bulan September, sehingga hampir pasti kebanyakan dari pelajar dan juga yang membawa serta keluarga, akan tiba sekitar akhir Agustus hingga pertengahan September. Pada bulan-bulan tersebut, cuaca di UK berada pada kisaran suhu 15-20 derajat celcius, terkadang hujan, dan cukup berangin. Musim gugur dimulai dan biasanya diikuti dengan penurunan temperatur yang cukup drastis. Nah, sedingin apa sih autumn di sini? Yang pasti hawanya beda dengan negara tropis seperti Indonesia ya, mungkin dinginnya setara ketika kita berada di Puncak Bogor saat malam hari, tetapi seringnya menjadi lebih dingin karena hembusan angin di sini cukup kencang. Oleh karenanya, untuk mempermudah adaptasi terhadap perubahan cuaca, akan lebih baik jika anda menyiapkan outfit yang sesuai. Seperti yang sudah pernah dibahas pada seri ‘persiapan keberangkatan’ di artikel sebelumnya, jaket adalah barang mutlak yang anda perlukan. Tidak harus jaket super tebal sih, tetapi pilihlah jaket tipis/sedang yang berbahan hangat misalnya wool, flanel, atau jaket biasa yang berlapis fleece. Selain itu, persiapkan juga payung dan raincoat, karena hujan terkadang tiba-tiba turun meskipun matahari sedang bersinar terang. Untuk berjaga-jaga, anda juga bisa coba cek dan memantau sendiri perkiraan cuaca di Inggris melalui link berikut: http://www.bbc.co.uk/weather/.

Sebelum tiba di bandara terdekat dengan kota yang kita tuju, usahakan agar kita sudah mencari informasi bagaimana caranya untuk mencapai rumah tinggal kita dari airport, dapat diakses dengan moda transportasi apa dan berapa kisaran biayanya. Dengan begitu, setidaknya anda dapat mempersiapkan apa atau berapa uang yang dibutuhkan misalnya untuk naik kereta, bus, dan bahkan taxi. Akan lebih baik lagi, jika anda dapat meminta bantuan teman Indonesia untuk menjemput anda di bandara atau stasiun terdekat.

 

Beberapa hari pertama setelah kedatangan

Selanjutnya, karena berada di tempat yang baru, sebaiknya kita mulai dengan mengenal lingkungan sekitar tempat tinggal kita (dengan asumsi sudah memiliki rumah tinggal). Misalnya mengetahui lokasi supermarket atau pasar terdekat, tempat membeli makan, sekolah terdekat (untuk yang membawa anak), ATM atau bank terdekat, akses transportasi sekitar rumah, dan juga mencari tahu akses ternyaman untuk pergi ke kampus tempat pasangan kita bersekolah. Biasanya, orang Indonesia yang sudah lebih dulu tinggal disini akan bersedia membantu untuk menjadi ‘guide’ dalam pengenalan lingkungan tempat tinggal kita.

Selain pengenalan lingkungan, sembari unpacking isi koper, kita perlu memikirkan barang apa saja yang urgent masih dibutuhkan untuk survive selama beberapa hari pertama. Apabila belum mendapat akomodasi, maka hal pertama yang dilakukan adalah segera hunting tempat tinggal (sebagaimana sudah dibahas di artikel sebelumnya). Jika sudah ada rumah, mulailah kritis dengan melihat misalnya apakah peralatan dasar memasak dan makan sudah tersedia? Apakah toiletries, sprei, bantal, dan peralatan bedsheet lain sudah ada? Kebanyakan akomodasi yang disewakan memang tidak menyertakan item-item diatas. Namun, kadang-kadang ada juga ‘warisan’ barang yang ditinggalkan penghuni sebelumnya.

Sebagai catatan, bahwa di negara empat musim, rumah-rumahnya memang sudah dilengkapi dengan sistem pemanas ruangan. Akan tetapi untuk penduduk negara tropis seperti kita, meskipun belum memasuki musim dingin dan sekaligus untuk menghemat biaya listrik dan gas, membeli duvet dan electric blanket biasanya menjadi pilihan.

Yang juga tidak kalah pentingnya, jangan lupa untuk memperkirakan apakah persediaan logistik termasuk bumbu dapur sudah cukup? Dari pertanyaan-pertanyaan basic terebut, anda dapat segera membelinya di supermarket atau toko-toko terdekat. Bagi anda yang melanjutkan tempat tinggal orang lain, kentungan yang diperoleh biasanya adalah kita akan mendapat lungsuran atau warisan household stuff dari keluarga yang sebelumnya tinggal di tempat tersebut. Yeay! Hal ini berarti anda dapat menghemat lagi pos pengeluaran untuk settling-in.

Jangan kaget apabila dalam beberapa hari pertama sesampainya di UK, pengeluaran kita terasa sangat besar karena kebanyakan dari kita harus berbelanja barang-barang kebutuhan dasar. Tetapi tidak perlu kawatir, karena tidak setiap bulan kita akan berbelanja sangat banyak. Saran kami, prioritaskan barang-barang yang perlu dibeli dan carilah barang yang tahan lama agar tidak perlu mengganti di pertengahan tahun karena barang tersebut rusak.

 

Administrasi

Ada 3 hal yang termasuk dalam urusan administrasi yaitu: BRP collection, Lapor Diri, dan Pendaftaran GP

BRP Collection

Sebagai warga’ baru di UK, kita harus memiliki ‘kartu tanda penduduk’ di sini. Untuk pemegang visa UK yang lama, visa tersebut sudah otomatis menjadi bukti sah sebagai warga UK. Akan tetapi untuk pemegang visa baru (sejak tahun 2015) yang masa expired nya terbatas, anda perlu melakukan pengambilan BRP (Biometric Resident Permit). BRP merupakan kartu identitas yang memuat detil data personal dan informasi biometric dari pemohon visa atau ijin tinggal di UK selama lebih dari 6 (enam) bulan. Jadi, kalau anda hanya ikut pasangan ke UK kurang dari 6 bulan, anda tidak memerlukan BRP ini. BRP ini fungsinya mirip dengan KTP dan harus dibawa di saat bepergian terutama jika keluar UK, karena fungsinya yang juga sebagai pengganti visa.

Bagaimana cara memperoleh BRP? Pada saat menerima decision atas permohonan visa sebagai dependant, bersamaan dengan kembalinya paspor, kita akan menerima selembar kertas yang berisi detil informasi tentang BRP collection atau bagaimana cara kita mengambil kartu BRP ini. Ada dua pilihan yaitu di kampus atau di post office yang ditunjuk. Untuk opsi pertama, dapat dilakukan ketika pada saat proses pengajuan visanya, aplikan memilih untuk mengambil BRP nya di universitas. Pada saat pengisian permohonan visa online, aplikan yang biasanya adalah pelajar dapat memasukkan kode universitas sebagai reference tempat pengambilan BRP nya, hal inipun dapat berlaku juga bagi dependant-nya. Pengambilan BRP card di kampus hanya mewajibkan student nya (dalam hal ini pasangan kita) saja yang datang dengan membawa dokumen dependant-nya. Kapankah waktu pengambilan BRP? Biasanya pasangan yang akan berkuliah akan mendapatkan email keterangan pengambilan BRP yang cukup detail, berisi tempat pengambilan, tanggal, dan jam pengambilan BRP.

Tempat lain yang ditunjuk sebagai tempat BRP collection adalah post office. Opsi kedua ini juga umum dilakukan dan biasanya akan ditunjuk branch terdekat dengan alamat rumah tinggal yang sudah di isikan pada formulir pengajuan visa sebelumnya. Anda juga harus memasukkan pilihan jadwal appointment untuk BRP collection ini. Dokumen yang dibutuhkan untuk pengambilannya adalah passport asli dan lembaran decision dari UKVI yang berisi informasi tentang pengambilan BRP. Oh iya, perlu diingat bahwa BRP collection ini harus dilakukan maksimal 1 (satu) bulan setelah kedatangan di UK, dan tahapan ini tidak dipungut biaya.

Just in case UKVI tidak menunjuk lokasi kantor pos terdekat, penting bagi anda untuk mengetahui dimana kantor pos terdekat dengan tempat tinggal anda, sehingga anda bisa memilih tempat tersebut, karena setelah menentukan lokasi pengambilan BRP, disarankan untuk tidak merubahnya. Permohonan perubahan lokasi BRP collection ini memang dimungkinkan tetapi tahapannya akan lebih sulit, selain itu akan ada tambahan biaya (service fee) dan penambahan waktu tunggu lagi sekitar 10 hari.

Lapor Diri

Selain mengurus ‘KTP’ sebagai warga UK, ada hal lain yang masih harus dilakukan karena kita adalah warga negara Indonesia yang sedang tinggal di luar negeri yaitu, lapor diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Inggris. Kegiatan lapor diri ini dimaksudkan juga agar pihak KBRI mengetahui keberadaan kita di luar negeri. Untuk kita, selain dapat memudahkan dalam pengurusan hal-hal terkait keimigrasian dan kekonsuleran, lapor diri juga sebagai bentuk berjaga-jaga apabila di kemudian hari terjadi masalah, at least KBRI sudah memiliki data kita dan hopefully dapat memberikan perlindungan dan membantu menyelesaikan persoalan kita di tanah rantau. Manfaat lain adalah kita bisa masuk ke dalam daftar pemilih apabila kita masih berada di luar negeri ketika PEMILU berlangsung di Indonesia. Seperti halnya pengalaman Alif yang saat PEMILU 2014 masih tinggal di Jepang, karena sudah lapor diri ke KBRI, dia tidak kehilangan hak pilihnya karena otomatis sudah masuk ke dalam daftar pemilih. Lapor diri ini dapat dilakukan dengan cara datang langsung ke kantor KBRI London atau juga dapat dilakukan dengan mengirim dokumen melalui pos. Adapun dokumen yang perlu dilampirkan adalah paspor asli, 2 lembar pas foto ukuran 4×6, dan formulir lapor diri yang telah diisi. Jika mengirim dokumen via pos, jangan lupa untuk menyertakan amplop kosong yang sudah tertulis alamat kita beserta prangko untuk balasannya. Formulir lapor diri ini dapat anda unduh dari link berikut: http://www.kbrilondon.org.uk/index.php/lapor

Selain cara di atas, biasanya untuk kota yang jumlah warga Indonesia nya banyak, PPI atau organisasi yang mewakili komunitas warga Indonesia dapat melakukan koordinir dengan mengadakan program lapor diri bersama. Event ini bisa dilakukan dengan pengiriman kolektif via pos ke KBRI atau dapat juga dengan mengundang dan mendatangkan staff konsuler dari KBRI ke kota tempat kita tinggal.

GP

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah pendaftaran GP (General Practicioners). Istilah apa lagi ini? Puyeng juga ya kebanyakan istilah baru..hehehe..Ya, namanya juga tinggal di tempat baru, beda bahasa pula. Wajar saja kan jika semua istilahnya juga baru pertama kita dengar. Sistem kesehatan di UK mengharuskan setiap warganya untuk mendaftarkan diri di GP ini, agar dapat merasakan manfaat dari NHS. GP sebenarnya mirip seperti puskesmas atau praktek klinik lokal, dimana biasanya untuk bisa ke Rumah Sakit, kita memerlukan rujukan terlebih dahulu di GP yang terdekat dengan lokasi tempat tinggal kita. Untuk mengetahui GP mana yang lokasinya terdekat dengan kita, anda bisa cek di link berikut:

http://www.nhs.uk/Service-Search/GP/LocationSearch/4

Langkah registrasinya, kita harus datang ke GP terdekat pada jam layanan yang ditentukan dengan membawa passport, visa yang masih berlaku, BRP, dan bukti bahwa kita memang tinggal di alamat rumah tinggal kita (misalnya tagihan listrik, dokumen kontrak rumah yang memuat nama dan alamat rumah). Kemudian kita harus mengisi form pendaftaran dan mengembalikannya kepada petugas. Setelah itu, biasanya petugas akan memasukkan data kita ke dalam list pasien dan memberikan sedikit penjelasan mengenai layanan yang diberikan. Biasanya, dalam beberapa hari, kita akan mendapatkan surat dari NHS yang menunjukkan bahwa kita telah terdaftar dalam NHS dan berhak untuk mendapatkan pelayanan gratis. Gratis? Ya, kecuali biaya menebus resep. Ingat uang IHS yang telah kita bayarkan pada saat pengajuan visa? Ya, inilah bentuk yang kita terima dari pembayaran IHS kita: fasilitas kesehatan gratis.

Mendaftarkan diri dan keluarga ke GP cukup penting, terutama bagi keluarga yang membawa anak karena banyak fasilitas gratis bagi anak, seperti imunisasi, dan lain-lain. Selain itu, kita pasti berharap agar tidak sakit selama di UK. Namun, apabila kita sampai sakit, kita tidak bisa langsung bertemu dokter atau pergi ke Unit Gawat Darurat tanpa memberikan keterangan mengenai GP tempat kita terdaftar. Oleh karena itu, cobalah untuk mendaftar ke GP di minggu-minggu awal kedatangan kita.

 

Komunikasi

Memberikan kabar kepada keluarga di Indonesia bahwa kita telah tiba di negeri orang dengan selamat adalah hal mendesak yang juga perlu kita lakukan. Caranya bisa melalui internet ataupun telepon. Bagaimana bila di rumah tinggal belum ada sambungan wi-fi internet? Kita bisa menggunakan simcard UK untuk dipasang pada handphone kita. Biasanya, di bandara selepas kita keluar dari section kedatangan, akan ada sales person yang membagi-bagikan SIM card secara gratis. Kita bisa memanfaaatkannya dan kemudian melakukan pembelian pulsanya melalui internet maupun gerai-gerai tertentu yang menjual pulsa. Alternatif lainnya adalah dengan memesan nomor (SIM card) secara online dan gratis, kemudian kita bisa mengisikan pulsanya melalui website resmi provider SIM card tersebut. Dengan begitu komunikasi dengan keluarga baik yang di Indonesia maupun di UK dapat terjalin.

Selain melalui telepon, biasanya kita juga membutuhkan internet untuk mempermudah dan mempermurah biaya komunikasi. Banyak akomodasi yang sudah menyertakan biaya internet di dalam harga sewa. Hal ini cukup memudahkan karena berarti saat kita tiba, maka internet di rumah sudah aktif. Tidak perlu lagi berurusan dengan registrasi pemasangan internet dan lain-lain. Namun, bagi Anda yang akomodasinya belum mencakup internet, ada satu aktivitas tambahan yang harus dilakukan, yaitu memasang internet di rumah. Bagaimana caranya?

Pertama, tentukan dulu provider yang akan Anda gunakan. Setelah itu, Anda bisa datang ke gerai provider tersebut dan berbicara dengan customer service. Mereka akan membantu Anda memilih paket yang cocok dan kadang-kadang juga memberikan promosi harga. Selain biaya bulanan, Anda akan dikenakan biaya pemasangan sekitar 60 GBP. Nah, kadang-kadang provider atau customer service memberikan potongan pada biaya pemasangan ini. Setelah harga disepakati dan aplikasi diajukan, kita akan mendapatkan jadwal kapan engineer akan datang untuk memasang internet di rumah kita. Pada masa-masa peak, sekitar bulan Agustus sampai Oktober, antrian jadwal pemasangan internet bisa sampai 2-4 minggu. Jadi, bersiaplah hidup tanpa internet dalam jangka waktu tersebut dan hanya mengandalkan paket data internet yang ada di smartphone saja.

 

Semoga penjelasan kami kali ini dapat membantu Anda dalam menghadapi hari-hari pertama di negeri rantau. Ternyata, tidak se-ribet itu, kan?

Next on: budgeting. Salah satu hal yang cukup bikin deg-degan juga saat memutuskan untuk ikut pasangan sekolah ke luar negeri. Simak artikelnya minggu depan!

Home Away from Home: Akomodasi

Bagaimana kriteria Anda mengenai rumah yang bagus? Rumah yang ada halaman depan dan belakang, ruang keluarga yang lega, garasi, lengkap dengan area untuk menjemur baju? Atau rumah dengan kamar tidur besar, berkamar mandi dalam, dan seluruh lantainya ditutup oleh karpet? Atau mungkin, rumah yang setiap ruangannya ber-AC? Dijamin, Anda tidak akan mendapatkan rumah ber-AC di UK, yang ada adalah rumah-rumah berpemanas ruangan. Indeed, kriteria rumah ideal bagi setiap orang berbeda-beda, pun persepsi rumah yang baik di setiap budaya berbeda. Hal ini juga bisa dirasakan saat mencari dan memilih akomodasi di UK.

Image source: http://nap-wp.s3.amazonaws.com/2014/05/student-housing_2402882b.jpg

Jenis Akomodasi

Terdapat berbagai pilihan akomodasi yang ditawarkan bagi mahasiswa berkeluarga di UK. Beberapa universitas ada yang menawarkan flat atau studio apartment bagi pasangan, meskipun biasanya harga yang ditawarkan cukup mahal dan jumlahnya terbatas. Namun, apabila ingin berhemat dan jumlah anggota keluarga lebih dari dua orang, maka pilihan akomodasi di luar kampus dapat menjadi pilihan. Secara umum, pilihan akomodasi bagi mahasiswa berkeluarga dapat dibagi menjadi tiga, yaitu flat, shared house, dan rumah. Tentunya, pilihan akan tergantung pada kebutuhan Anda karena masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan.

Bagi Anda yang baru saja menikah, belum memiliki anak, dan baru memiliki satu anak berusia kurang dari 4 tahun, sepertinya pilihan untuk menyewa flat dapat dipertimbangkan. Flat ini bentuknya seperti apartemen dengan pilihan studio hingga dua kamar. Luasnya memang lebih kecil daripada rumah dan biasanya tidak memiliki halaman. Apabila Anda menginginkan tempat tinggal yang privat dan tidak terlalu repot untuk mengurusnya, flat adalah alternatif yang tepat. Mengapa kami tidak menyarankan pilihan ini untuk keluarga yang lebih besar? Karena memang jumlah kamar dan luasnya yang terbatas. Harga sewa untuk akomodasi jenis ini akan tergantung pada kota tempat Anda akan tinggal nanti. Sebagai gambaran, flat tipe studio atau satu kamar disewakan seharga sekitar 600 GBP di Birmingham.

Pilihan untuk tinggal di shared house juga bisa diberikan kepada Anda yang baru berdua atau memiliki satu anak berusia kurang dari 4 tahun. Namun, kadang-kadang ada juga keluarga dengan anak lebih dari satu yang memilih jenis akomodasi ini. Tinggal di shared house berarti tinggal bersama orang lain di sebuah rumah. Praktik ini cukup umum dilakukan oleh keluarga Indonesia agar dapat meminimalkan jumlah  pengeluaran untuk akomodasi. Mengapa? Karena harga sewa rumah pun dapat dibagi dengan orang-orang yang tinggal bersama kita. Rata-rata rumah yang disewakan untuk mahasiswa berkeluarga di UK memiliki 3-4 kamar. Nah, alokasi kamar pun bisa ditentukan apakah keempat kamar tersebut akan dihuni oleh orang berbeda atau ada satu keluarga yang menghuni 2 kamar dan sisanya dihuni oleh mahasiswa lain. Cukup menarik juga kan, pilihan ini? The drawbacks – bagi Anda yang ingin hidup dengan tingkat privasi yang tinggi, mungkin pilihan ini kurang cocok bagi Anda karena sehari-hari Anda akan bertemu dengan orang lain yang non-keluarga. Selain itu, biasanya rumah di UK hanya memiliki 1 toilet dan 1 kamar mandi di dalamnya. Jadi, mungkin Anda harus pandai mengatur waktu giliran menggunakan kamar mandi. Kisaran harga per kamar untuk menyewa shared house adalah sekitar 300-350 GBP diluar biaya listrik, air, gas, dan internet, tergantung berapa banyak keluarga lain yang akan share dengan anda.

Pilihan terakhir yang menjadi alternatif akomodasi mahasiswa berkeluarga di UK adalah menyewa rumah, sehingga privasi anggota keluarga lebih terjaga. Karena memang menyewa rumah ini kita gunakan sendirian (satu keluarga) saja, maka harga sewa nya berkisar antara 600-750 GBP (belum termasuk bill). Biasanya tedapat halaman depan dan belakang untuk pilihan jenis rumah ini.

Mempertimbangkan Pilihan Akomodasi

Setelah mengetahui jenis akomodasi yang ditawarkan beserta dengan kelebihan dan kekurangannya, terdapat beberapa faktor lain yang juga harus dijadikan bahan pertimbangan saat memilih akomodasi yang akan disewa selama masa studi. Beberapa faktor tersebut adalah akses, harga, dan preferensi.

Akses disini mencakup jarak dari tempat tinggal  dari dan ke tempat lain yang dibutuhkan terutama fasilitas publik, juga terkait dengan moda transportasi apa yang akan lebih banyak dipakai selama di sini. Rumah-rumah di UK pada umumnya memiliki akses yang cukup baik. Terkait hal ini, saran kami adalah cek  terlebih dahulu lokasi rumah yang Anda incar menggunakan Google Maps, bahkan jika diperlukan lihat juga Google street view nya untuk memastikan bentuk dan letak rumah tersebut. Dengan begitu, Anda bisa mengira-ngira jarak tempuh dari rumah ke kampus, halte bus, supermarket, dan sarana penunjang lainnya. Kami menyarankan Anda untuk tidak kaget karena di banyak kota di UK, jarak normal jalan kaki dari satu tempat ke tempat lain adalah sekitar 15-25 menit. Jadi, sepertinya kecil kemungkinan Anda untuk tinggal di rumah yang jaraknya hanya 5 menit jalan kaki ke kampus (meskipun sebenarnya ada, tetapi kebanyakan harganya jauh lebih mahal). Oleh karena itu, jangan langsung mencoret pilihan akomodasi dengan jarak jalan kaki 15-25 menit dari fasilitas umum.

Apa saja fasilitas umum yang harus dipertimbangkan? Bagi Anda yang memiliki anak usia sekolah (mulai dari usia 3 tahun), maka fasilitas pertama yang harus Anda cek adalah sekolah. Di UK, pemilihan sekolah didasarkan pada kesamaan area dengan tempat tinggal. Biasanya, satu ‘kelurahan’ memiliki 1-2 sekolah dasar dan sekolah menengah. Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan jarak dari akomodasi ke lingkungan kampus (karena pasangan akan berkuliah), jarak ke supermarket, dan jarak ke halte bus. Kemudahan akses tentunya berbanding lurus dengan harga sewa yang ditawarkan. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih. Bagi anda yang di Indonesia terbiasa menggunakan kendaraan untuk bepergian, kini saatnya ada mengubah mind set untuk mulai membiasakan berjalan kaki di UK.

Faktor kedua yang harus dipertimbangkan adalah harga. Saat mempertimbangkan harga akomodasi, jangan lupa memasukkan hitungan bills (rekening listrik, gas, dan air) dan deposit. Sebagai gambaran, biaya listrik per rumah untuk satu bulan berkisar antara 80-120 GBP (tergantung penggunaan). Kemudian, biaya air yang biasanya dibayarkan per tiga bulan adalah sekitar 15 GBP per bulan. Biaya internet rata-rata perbulan adalah sekitar 25-30 GBP per bulan. Oh ya, sebagai informasi tambahan, instalasi listrik dan gas juga berpengaruh terhadap besaran biaya kedua rekening tersebut. Oleh karena itu, cek juga instalasi listrik dan gas di rumah yang akan dipilih. Bertanya ke penghuni sebelumnya juga bisa dilakukan sehingga tahu besaran biaya lain-lain yang harus dikeluarkan. Selain biaya  utilitas bulanan tersebut, kita juga harus mempertimbangkan jumlah deposit yang diminta. Deposit ini berguna sebagai uang jaminan yang akan dikembalikan (sesuai dengan kondisi pemakaian) pada akhir masa sewa. Kadang-kadang, deposit kita bisa dipotong apabila rumah yang kita sewa kotor, ada bagian yang rusak, atau tidak sesuai dengan kondisi pada saat akomodasi tersebut baru kita tempati. Besaran deposit sendiri tergantung pada kebijakan agent atau landlord. Namun, rata-rata kami harus membayar sebesar harga 1 bulan sewa dan bahkan banyak juga yang ditetapkan lebih besar dari jumlah sewa sebulan. Ada beberapa agent atau landlord yang meminta deposit tambahan apabila Anda membawa keluarga dengan jumlah anak yang banyak.

Faktor selanjutnya adalah preferensi. Preferensi disini maksudnya adalah standar masing-masing keluarga mengenai sebuah rumah. Seperti yang telah disebutkan di atas, konsep rumah ideal masing-masing orang berbeda dan rumah di UK memiliki standar yang berbeda dengan rumah di Indonesia. Biasanya, hal yang juga dilihat saat viewing rumah adalah tingkat kebersihan, taman, lingkungan tempat tinggal, pencahayaan, air, ukuran kamar atau ruangan, dan kelembaban rumah. Nah, mengenai kelembaban ini juga perlu diperhatikan karena kebanyakan rumah di UK cenderung lembab. Hal ini menyebabkan jamur yang membandel dan terkadang sulit dibersihkan sehingga rumah cenderung kotor. Selain itu, furnitur di dalam rumah juga perlu dicek. Ada rumah-rumah yang sudah modern berikut furniturenya, ada pula rumah tua dengan barang-barang yang cenderung sudah tua, dan ada juga rumah yang partly furnished atau unfurnished. Tentunya, hal tersebut akan mempengaruhi harga sewa dan deposit. Rumah unfurnished akan lebih murah dengan deposit yang lebih rendah juga. Sayangnya, dengan memilih rumah seperti ini, berarti kita juga harus melengkapi isi rumah dengan membeli sendiri furnitur yang diperlukan, jadi jangan lupa untuk mengalokasikan tambahan pengeluaran untuk pos ini. Akan tetapi, jika Anda tetap tertarik dengan rumah jenis ini, tenang saja karena Anda tidak perlu membeli furnitur yang semuanya baru. Banyak sekali charity shop yang menawarkan furnitur bekas dengan kondisi yang masih sangat layak pakai.

Agen Properti dan Landlord

Terdapat dua jenis cara menyewa akomodasi yang dikenal secara umum. Kita bisa menyewa dan mencari akomodasi melalui agen properti atau langsung melalui pemilik akomodasi (landlord). Pada dasarnya, kedua cara tersebut sama saja. Namun, beberapa hal ini dapat dipertimbangkan ketika memilih untuk menyewa melalui agen atau langsung ke pemilik rumah.

Terdapat banyak sekali jenis agen properti yang ada di berbagai kota di UK. Agen-agen ini memiliki website sendiri dan kita dapat melihat properti yang ditawarkan melalui website mereka. Agen properti berfungsi sebagai penyambung antara pihak penyewa dengan pemilik akomodasi. Apa saja keuntungan yang didapat ketika menyewa akomodasi melalui agen? Kita tidak perlu repot mengurus ini-itu dan tinggal ‘tau beres’. Masalah-masalah mengenai akomodasi dapat dilaporkan ke agen properti dan biasanya mereka akan merespon dalam waktu yang relatif cepat (ya, kecuali beberapa agen yang sudah terkenal lambat dalam merespons). Namun, tentunya kemudahan ini berbanding dengan service fee yang diminta oleh agen. Biasanya, agen properti mengenakan administration fee pada saat kita menyewa akomodasi dalam listing mereka. Besar administration fee berbeda-beda masing-masing agen, tetapi biasanya berkisar antara 200-400 GBP. Selain itu, tawar-menawar harga sewa pun cenderung terbatas karena kita tidak bisa langsung menawar kepada si pemilik akomodasi.

Cara kedua dalam menyewa akomodasi adalah langsung melalui landlord atau pemilik akomodasi. Cara ini mungkin lebih familiar bagi orang Indonesia karena terasa lebih kekeluargaan. Tidak-adanya perantara membuat proses tawar-menawar harga terasa lebih mudah. Tentunya, pilihan ini juga bebas dari biaya administrasi yang dikenakan oleh agen. Wah, berarti lebih enak ya, dibandingkan dengan menyewa melalui agen? Well, tergantung. Tidak seperti agen yang memiliki waktu respon yang cepat dan SOP penanganan masalah yang sudah saklek, landlord biasanya lebih fleksibel. Jadi, masalah-masalah berhubungan dengan akomodasi tidak selalu dengan cepat ditangani, tergantung dengan ketersediaan waktu pemilik akomodasi untuk mengurusinya.

Lalu, pilihan mana yang paling baik? Jawabannya ya tergantung preferensi Anda. Selain itu, cobalah hubungi dan berkomunikasi dengan agen atau landlord akomodasi yang Anda pertimbangkan. Membaca review dan bertanya kepada orang-orang yang menyewa rumah tersebut sebelumnya juga menjadi cara yang baik untuk mengetahui kelayakan dan kesesuaian akomodasi dengan Anda.

Mencari dan Menyewa Akomodasi

Ada banyak cara untuk mencari akomodasi di UK. Beberapa situs populer pencarian akomodasi adalah http://www.rightmove.co.uk/ dan http://www.zoopla.co.uk/. Dari kedua situs tersebut, biasanya ada banyak sekali jenis tempat tinggal yang ditawarkan. Kita juga dapat menghubungi pemilik tempat tinggal atau agen properti yang menangani tempat tinggal tersebut. Jangan lupa, kita juga bisa menggunakan filter untuk menyaring pilihan akomodasi sehingga sesuai dengan budget, kebutuhan, dan pilihan kita. Selain melalui situs pencarian, kita juga bisa bertanya kepada warga Indonesia yang telah menetap/tinggal di kota tujuan. Biasanya, tempat tinggal warga Indonesia bersifat turun-temurun. Jadi, setelah masa sewa seorang mahasiswa berakhir dan ia akan pulang ke Indonesia, maka biasanya tempat tinggalnya di-take oleh orang Indonesia lainnya. Memilih tempat tinggal ‘bekas’ orang Indonesia memiliki banyak keuntungan, diantaranya standar kebersihan dan kelayakan rumah yang sudah cukup terjamin, harga sewa sesuai dengan kantong, dan bagi yang memiliki anak, biasanya lokasi sekolah berada di dalam jangkauan tempat tinggal.

Proses pencarian hingga menyewa akomodasi di UK biasanya terdiri dari beberapa tahap. Pertama, kita harus menghubungi agen properti atau landlord untuk menanyakan lebih lanjut mengenai akomodasi yang ditawarkan. Biasanya, dari proses ini kita dapat mengetahui juga kecepatan respon agen properti atau landlord sebagai referensi apakah mereka cukup trustworthy atau tidak. Tahap berikutnya adalah viewing. Sebetulnya tahap ini tidak terlalu wajib. Namun, tidak ada salahnya apabila kita (atau orang lain yang dimintai tolong) melihat secara langsung wujud akomodasi yang ditawarkan. Foto di internet terkadang bisa saja tidak sesuai aslinya, kan? Setelah melihat ‘calon’ tempat tinggal, kita dapat memutuskan apakah cocok dengan kebutuhan kita atau tidak. Apabila cocok, maka kita dapat menghubungi agen properti atau landlord dan mereka kemudian akan membuat kontrak sewa akomodasi. Pada tahap ini, biasanya mereka meminta kita untuk membayar administration fee dan booking fee. Apa itu booking fee? Intinya sih seperti tanda jadi bahwa kita akan menyewa akomodasi tersebut dan kemudian iklan akomodasi di internet akan dicabut. Booking fee ini akan dihitung sebagai bagian dari uang sewa bulan pertama. Apabila kita menyewa akomodasi melalui agen properti, biasanya mereka pun meminta jaminan tertentu. Biasanya, kita diminta untuk mengirimkan scan pasport, bukti rekening atau bukti surat sponsor dari pemberi beasiswa, dan slip gaji penjamin. Siapakah  yang bisa dijadikan sebagai penjamin tersebut? Bisa siapa saja, baik teman dekat atau keluarga, yang masih bekerja. Setelah seluruh dokumen lengkap, biasanya satu bulan sebelum kedatangan, kita diminta untuk mentransfer uang deposit dan uang sewa bulan pertama sehingga kita bisa langsung masuk ke akomodasi tersebut pada saat kedatangan. Bagaimana halnya dengan orang-orang yang mencari akomodasi setelah tiba di UK? Prosesnya kira-kira sama, hanya saja uang deposit, administration fee, dan uang sewa bulan pertama akan dibayarkan pada saat yang bersamaan.

Jadi, kapan kita harus mulai mencari dan menyewa akomodasi? Lagi-lagi, semua tergantung kenyamanan pribadi. Ada orang-orang yang memilih untuk tiba dulu di UK, menumpang tinggal di rumah warga Indonesia yang ada di sini sembari mencari akomodasi.  Tentunya, sebelumnya mereka juga sudah memantau perkembangan penawaran akomodasi melalui internet sebelum mendatangi agen properti yang ada di kota-kota di UK. Keuntungan ketika kita memilih opsi ini adalah dapat dengan mudah melakukan negosiasi harga, dapat langsung viewing tempat tinggal, dan dapat membandingkan langsung pilihan tempat tinggal yang ada. Namun, ada beberapa orang yang merasa kurang nyaman apabila masih harus menumpang tinggal di rumah orang lain (yang bisa jadi mengakibatkan kita memilih akomodasi apa saja yang tersedia pada saat itu tanpa sempat mempertimbangkan hal-hal lain) dan terkadang pilihan yang ada pun terbatas karena sudah banyak akomodasi yang di-book oleh orang lain. Sebagai gambaran, pencarian rumah yang disewakan bagi mahasiswa berkeluarga sudah mulai marak di bulan April hingga Mei. Oleh karena itu, apabila kita baru mencari akomodasi di bulan September, maka pilihan pun lebih sedikit. Di sisi lain, ada juga orang-orang yang memilih untuk menyewa akomodasi terlebih dahulu saat di Indonesia sehingga ketika tiba di UK mereka dapat langsung menuju tempat tinggal pilihan. Tentunya, pilihan ini bisa dilakukan walaupun kita akan sedikit kesulitan dalam berhubungan dengan agen properti (karena hanya melalui email) dan dalam mentransfer deposit, administration fee, dan booking fee. Selain itu, kita juga tidak bisa melihat langsung akomodasi sebelum ketibaan kita di UK. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan meminta tolong warga Indonesia yang sudah ada di kota tujuan untuk melakukan viewing. Namun, dengan sudah beresnya persoalan sewa-menyewa akomodasi ini sedari kita masih di Indonesia, kita bisa memperoleh manfaat, misalnya, urusan visa akan lebih mudah karena kita sudah memiliki bukti kontrak tempat tinggal yang valid. Bukti ini akan menambah keyakinan pihak imigrasi Inggris dalam memberikan izin tinggal untuk kita. Selain itu, kita juga bisa lebih santai saat kedatangan karena sudah memiliki tujuan tempat tinggal yang jelas.

 

Setelah penuh dengan pertimbangan menentukan pilihan akomodasi tetapi pada akhirnya Anda memperoleh rumah tinggal yang mungkin kurang sreg di hati, yaa santai saja, tetaplah bersyukur karena sudah memiliki tempat tinggal, karena memang perkara mencari rumah ini gampang-gampang susah dan bergantung kepada kecocokan masing-masing. Dengan tulisan di atas, kami berharap agar minimal dapat sedikit memberikan pencerahan untuk anda yang akan berburu akomodasi di UK. Happy hunting rumah yaa!