Home Away from Home: Proses Aplikasi Visa bagi Dependant (2)

Setelah mempersiapkan berbagai persyaratan visa, tahap berikutnya adalah melakukan aplikasi visa. Berikut ini adalah penjelasan kami mengenai proses aplikasi visa.

 

Proses Aplikasi Visa

Bear yourself, kepeningan belum berakhir. Setelah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pengajuan visa, langkah selanjutnya adalah melakukan pengajuan visa. Proses aplikasi visa sendiri dilakukan secara online (bagian pertama) dan dengan datang ke visa application center. UKVI sendiri tidak secara langsung berhubungan dengan aplikan visa, tetapi menunjuk pihak VFS (http://www.vfsglobal.co.uk/indonesia/) sebagai third party. Saat ini, terdapat tiga visa application center di Indonesia, yaitu di Jakarta, Bali, dan Surabaya (http://www.vfsglobal.co.uk/indonesia/applicationcentre.html).

Bagi Anda yang tidak berdomisili di kota-kota tersebut, sayangnya Anda harus mengeluarkan dana lebih untuk menghadiri visa appointment di tempat-tempat yang telah ditentukan. Proses aplikasi visa dapat dibagi menjadi lima langkah yang akan dijelaskan satu per satu berikut ini.

 

  1. Mengisi formulir online

Langkah pertama dalam pengajuan visa adalah mengisi formulir online di https://www.visa4uk.fco.gov.uk/. Saat masuk ke website ini, kita diminta untuk melakukan registrasi terlebih dahulu. Satu registrasi dapat digunakan untuk mengajukan beberapa visa. Setelah registrasi, kita dapat mulai mengisi formulir visa. Pengisian formulir bisa dilakukan secara bertahap karena kita bisa menyimpan form yang telah diisi. Pastikan bahwa kita telah memiliki semua bentuk PDF atau JPEG dari dokumen-dokumen yang diperlukan, termasuk passport. Karena visa yang akan kita ajukan adalah dependant visa, maka kelengkapan dokumen visa pasangan (Tier 4 (General) Student) juga diperlukan.

  1. Membayar IHS

IHS adalah singkatan dari Immigration Health Surcharge (https://www.gov.uk/healthcare-immigration-application/overview). Bahasa lainnya, asuransi! Pemerintah UK memang memberikan fasilitas kesehatan gratis bagi warganya. Dulu, para imigran juga dapat menikmati fasilitas ini. Namun, meningkatnya jumlah imigran di UK membuat pemerintah UK mengenakan biaya IHS sebagai persyaratan visa. Pembayaran IHS ini dilakukan pada saat mengisi formulir online. Akan ada link yang mengarahkan kita ke website untuk membayar IHS. Mahal kah IHS? Jumlah pembayaran IHS bergantung kepada lama tinggal kita di UK. Jadi, apabila kita berencana untuk tinggal di UK selama 12 bulan, maka kita akan dikenakan biaya selama 12 bulan. Kemudian, jumlah biaya IHS akan dihitung secara pro-rata. Bagi aplikan Tier 4 (General) Student, jumlah yang harus dibayarkan untuk studi 12 bulan adalah £150. Biaya IHS dikenakan per orangan sehingga anak-anak pun harus membayar, ya. Sedikit tantangan yang akan dihadapi saat membayar IHS adalah kita harus membayar dengan menggunakan kartu kredit. Tidak semua orang memiliki kartu kredit, toh? Biasanya, teman-teman yang tidak mempunyai kartu kredit akhirnya harus meminjam dulu kartu kredit milik orang lain dan kemudian mengganti uang ke orang tersebut. Setelah membayar IHS, kita akan mendapatkan nomor referensi. Penting untuk diingat bahwa jangan sampai nomor referensi ini hilang ya, karena kita harus memasukkan nomor ini ke dalam formulir aplikasi visa. Selain itu, coba untuk screen capture halaman bukti pembayaran Anda sehingga ada dokumen bukti bahwa kita telah membayar IHS. Biasanya, kita juga akan mendapatkan email keterangan dari IHS yang harus di-print. Sebaiknya email dari IHS ini juga disertakan pada saat pengajuan visa, karena berdasarkan pengalaman, saat itu alif diminta menunjukkan email tersebut oleh petugas di VFS. Oh ya, apabila pengajuan visa ditolak, biaya IHS ini dapat di-refund.

  1. Membayar biaya visa

Tahap terakhir sebelum pengisian formulir visa selesai adalah pembayaran biaya visa. Lagi-lagi, pembayaran harus dilakukan dengan menggunakan kartu kredit. Pada saat ini, biaya visa bagi student dependant adalah USD 476 per orang (https://visa-fees.homeoffice.gov.uk/y/indonesia/usd/study/points-based-system-tier-4/student-applicant-and-dependants-see-student-visa-page-for-full-definition). Setelah biaya visa dibayar, barulah kita dapat menentukan jadwal visa appointment, yaitu saat kita harus datang ke visa application center untuk menyerahkan dokumen dan melakukan biometric information collection. Biaya visa ini tidak dapat di-refund apabila ternyata aplikasi visa kita ditolak.

  1. Menjadwalkan perjanjian visa

Karena sebagian besar program studi di UK dimulai pada bulan September, maka jadwal perjanjian visa di beberapa bulan sebelum September cukup padat. Oleh karena itu, kami menyarankan Anda untuk mendaftar lebih cepat. Kita dapat memilih tanggal dan jam untuk visa appointment kita. Tentunya, jadwal yang dipilih adalah preferensi pribadi dan menyesuaikan dengan jadwal yang dimiliki. Tetapi meskipun terkadang kita sudah merencanakannya dari jauh-jauh hari, tetap saja pada akhirnya kita mengajukan visanya sudah mepet dengan jadwal keberangkatan. Nah kalau sudah seperti ini, yang bisa dilakukan adalah memilih jam appointment yang pagi banget agar meminimalisir antrian yang membludak. Selain itu dengan semakin awalnya kita datang, maka jika ada dokumen atau syarat yang masih kurang, kita bisa segera melengkapinya dan kembali ke counter di hari yang sama.

  1. Datang pada saat visa appointment

Langkah terakhir dari proses pengajuan aplikasi visa adalah datang ke visa application center pada jadwal yang telah direncanakan sebelumnya. Semua orang yang akan mengajukan aplikasi visa harus datang sendiri. Jadi, apabila Anda berencana membawa anak yang masih bayi, maka anak tersebut juga harus ikut pada saat visa appointment. Bahkan, meskipun anda menggunakan jasa agen untuk pembuatan visa, anda tetap harus ikut datang sendiri ke VFS lho.

Pada saat visa appointment, kita harus membawa bukti visa appointment yang berupa print-out email dari VFS atau UKVI. Email tersebut berisi nomor registrasi aplikasi visa, waktu perjanjian, dan nama kita. Selain itu, kita juga harus membawa berbagai dokumen persyaratan visa, yaitu formulir online yang telah di-print dan ditandatangani, bukti ketersediaan dana, dokumen pribadi (buku nikah, akta kelahiran, dan lain-lain), foto, dan passport. Seluruh dokumen yang diberikan harus merupakan terjemahan dalam bahasa Inggris dan disertai dengan dokumen asli (berdoalah semoga semua dokumen kembali dengan lengkap). Ada baiknya dokumen asli dan copynya tersebut sudah disusun (di set) berurutan untuk memudahkan kita dan petugas pada saat verifikasi dokumen. Semua dokumen yang dibawa akan diserahkan kepada petugas VFS pada saat visa appointment. Menyerahkan semua dokumen tersebut seperti menyerahkan nyawa! (hihi, maaf ya sedikit lebay)..Super deg-degan karena dalam proses ini, kita tinggal berpasrah dan berdoa menunggu hasilnya setelah semua ikhtiar yang kita lakukan. Setelah menyerahkan dokumen, kita akan mendapatkan struk tanda terima yang juga berisi nomor barcode yang dapat digunakan untuk mengecek status aplikasi visa kita.

Selain menyerahkan dokumen, pihak UKVI yang diwakili oleh VFS juga akan mengambil biometric information collection kita pada saat visa appointment. Apa sih biometric information collection? Intinya adalah mengambil foto dan sidik jari kita. Keseluruhan proses visa appointment tidak memakan waktu yang lama. Tanpa antrian, seluruh proses bisa selesai dalam waktu kurang dari satu jam. Namun, pada saat-saat tertentu, antrian bisa jadi cukup panjang sehingga proses ini memakan waktu yang lebih lama. Seperti yang sudah ditulis di atas, kuncinya sih kalau bisa dapatkan antrian di jam yang pagi.

 

Hasil Aplikasi Visa

Setelah proses aplikasi visa selesai, kita hanya bisa berdoa agar pengajuan visa kita diterima. Biasanya, kita akan mendapatkan hasil aplikasi visa dalam waktu sekitar 14 hari kerja, bisa lebih cepat atau lebih lama. Apabila dalam waktu 14 hari kerja hasil visa belum juga keluar, maka kita bisa menghubungi VFS untuk mengetahui status visa kita. Biasanya, hal ini terjadi karena masih ada dokumen tertentu yang belum lengkap atau karena antrian yang panjang. KIta akan menerima e-mail dari VFS yang akan mengabarkan apakah visa kita granted atau ditolak.

Ketika hasil aplikasi visa sudah tersedia (beserta dengan segala dokumen yang kita sertakan), kita bisa mengambilnya di visa application center atau memilih agar hasil aplikasi tersebut dikirimkan ke tempat tinggal (tentunya dengan biaya tambahan). Opsi tersebut bisa dibaca lebih lanjut di website VFS: http://www.vfsglobal.co.uk/indonesia/user_pay_services.html. Terdapat dua kemungkinan hasil aplikasi visa, yaitu granted atau not granted. Berbahagialah ketika Anda mendapatkan izin tinggal di UK. Berarti, langkah selanjutnya adalah memesan tiket dan mempersiapkan keberangkatan. Namun, apabila tidak mendapatkan izin tinggal, apa yang harus dilakukan?

Bisa jadi dokumen yang disertakan belum cukup untuk membuktikan bahwa kita bisa mendapatkan izin tinggal. Biasanya, poin yang menjadi perhatian adalah mengenai dana dan bukti relasi kita dengan pasangan. Pada saat aplikasi masih dalam proses UKVI, kita mungkin akan dihubungi oleh UKVI untuk memberikan informasi tambahan sehingga UKVI dapat memberikan izin tinggal. Namun, apabila UKVI sudah memutuskan untuk tidak memberikan izin tinggal bagi kita, kita masih dapat melakukan appeal. Proses appeal dapat menghabiskan waktu yang cukup lama. Intinya, pada proses ini, kita berusaha untuk membuktikan bahwa keputusan UKVI salah dan kita berhak mendapatkan izin tinggal. Apabila appeal diterima, maka kita akan mendapatkan visa UK sebagai dependant. Namun, apabila tidak diterima, maka kita harus mengulang proses aplikasi visa dari awal, dengan biaya visa yang tidak dapat di-refund.

Nah, selesai sudah penjelasan mengenai aplikasi visa UK bagi dependant. Semoga membantu anda semua dalam mempersiapkan diri mengajukan visa. Tunggu artikel kami berikutnya mengenai persiapan keberangkatan ke UK.

Advertisements

Home Away from Home: Proses Aplikasi Visa bagi Dependant (1)

Ketika memutuskan untuk menemani pasangan melanjutkan studi di Inggris, hal pertama yang menurut kami harus disiapkan (selain mental) adalah visa. Proses pengurusan visa memang memakan waktu yang cukup lama dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Ketika mencoba mencari tahu mengenai pengalaman orang-orang yang mengajukan aplikasi visa dependant, ternyata banyak juga yang mengalami hal tidak mengenakkan. Pengajuan visa, baik bagi dependant maupun bagi orang yang akan kuliah, memang agak tricky. Banyak orang yang bisa mendapatkan visa dengan lancar, tetapi ada juga yang tidak berhasil dan harus mengulang prosesnya dari awal jika tetap ingin berangkat. Tidak sedikit juga sih yang memilih menggunakan jasa dari agency untuk membantu apply visa, tapi kalau mau irit sih lebih baik kita urus sendiri ya.. (apalagi model-model seperti kami yang suaminya penerima beasiswa, hahaha). Sebenarnya pembuatan visa tidak se ‘angker’ yang di bayangkan, asal kita apply dengan benar dan sesuai aturan. Untuk meningkatkan kemungkinan permohonan visa kita diterima, persiapan adalah kuncinya.

 

Mempersiapkan Aplikasi Visa

Ketika orang-orang bertanya mengenai proses aplikasi visa, tentunya kami tidak bisa menjawab dengan ‘asal’. Mengapa? Karena ini berhubungan dengan hajat hidup orang lain dan regulasi dari UK Visa and Immigration (UKVI) yang cukup sering berubah-ubah. Mirip lah dengan Indonesia… hehehe… Oleh karena itu, seringkali kami harus merujuk ke dokumen mengenai visa dependant berupa PDF (link) dan website UKVI (https://www.gov.uk/government/organisations/uk-visas-and-immigration). Sebaiknya, penjelasan yang diberikan oleh UKVI dibaca terlebih dahulu dengan teliti sehingga proses aplikasi visa tergambar dengan lebih jelas.

Wah, ternyata banyak ya, jenis visa UK? Betul. Banyak sekali jenis visa untuk tinggal di UK. Namun, bagi kita yang akan menemani pasangan melanjutkan studi, maka peraturan yang akan diikuti adalah peraturan dibawah Tier 4 (General) Student Visa (https://www.gov.uk/tier-4-general-visa). Jadi, walaupun kita bukan orang yang akan belajar, kita tetap mengacu pada peraturan tersebut. Dapat dilihat bahwa salah satu poin yang dijelaskan mengenai Tier 4 (General) Student Visa adalah mengenai family members. Lalu, apa saja syarat yang harus dipersiapkan? Berikut ini adalah rangkuman dan sedikit pengalaman kami mengenai proses mempersiapkan aplikasi visa, yang juga merujuk pada dokumen regulasi yang ada.

Surat pernyataan bahwa pasangan adalah pelajar

Untuk dapat mengajukan aplikasi visa dependant, kita harus dapat membuktikan bahwa pasangan kita akan melanjutkan studi di UK dengan menunjukkan dokumen yang membuktikan bahwa dia terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah program di universitas yang durasi studinya lebih dari 6 bulan. Jadi, apabila pasangan hanya mengikuti short course yang kurang dari 6 bulan, kita tidak dapat mengajukan aplikasi visa dependant. Bagaimana cara mengetahui bahwa pasangan kita benar-benar telah terdaftar? Setiap universitas akan mengeluarkan surat bernama CAS (Confirmation of Acceptance for Studies), yang berisi nomor seri dan keterangan resmi mengenai studi yang akan dijalani oleh pasangan. Selain itu, kita juga sebaiknya meminta surat keterangan dari universitas bahwa pasangan diperbolehkan membawa keluarga selama masa studi. Biasanya, surat ini bisa diminta saat mengurus pendaftaran dari International Office. Surat keterangan dari universitas ini sifatnya tidak wajib, tetapi akan cukup membantu untuk meyakinkan pihak UKVI bahwa universitas memperbolehkan pasangan untuk membawa keluarga.

Kecukupan Dana

Salah satu hal yang cukup perlu dari jauh hari dipersiapkan adalah dana. Salah satu poin besar yang menentukan diterima atau tidaknya pengajuan visa kita adalah ketersediaan dana. Pemohon visa harus menunjukkan bahwa ia memiliki jumlah uang yang cukup untuk menunjang hidupnya selama berada di UK. Hal ini dapat dibuktikan melalui surat pernyataan dari bank yang berisi nomer rekening, nama pemegang rekening, dan jumlah uang yang ada di rekening. Biasanya, surat ini disebut bank statement letter. Banyak bank besar nasional yang sudah familiar untuk mengeluarkan surat tersebut sebagai persyaratan visa. Lebih bagus lagi, jika selain surat keterangan bank, pemohon visa juga bisa memberikan surat keterangan sponsor sebagai bukti cukupnya dana untuk hidup di UK. Beberapa pemberi beasiswa memang mengalokasikan sejumlah dana yang disebut family allowance. Surat-surat tersebut ditujukan kepada British Embassy sebagai syarat pengajuan visa. Nah, surat-surat tersebut harus bertanggal kurang dari 31 hari sebelum kita mengajukan aplikasi visa. Tanggal pengajuan visa sendiri adalah tanggal saat kita membayar visa fee secara online. Misalnya, saya berencana akan membayar visa fee pada tanggal 31 Maret. Maka, tanggal yang ada di surat yang membuktikan bahwa saya memiliki dana yang cukup untuk hidup di UK paling cepat adalah 1 Maret. Berarti, saya boleh membawa surat yang bertanggal 15 Maret pada saat pengajuan visa, tetapi tidak boleh membawa surat bertanggal 27 Februari.

Lalu, berapa banyak dana yang harus tersedia bagi dependant? Here’s the tricky part. Untuk menemani pasangan melanjutkan studi di UK, kita harus dapat menunjukkan bahwa kita memiliki dana sejumlah persyaratan dari UKVI yang mengendap di dalam tabungan selama 28 hari. Untuk amannya, mungkin dana bisa diendapkan selama 1.5 bulan untuk menghindari tidak dihitungnya hari libur atau akhir pekan. Jumlah dana yang harus tersimpan berbeda tergantung lokasi pasangan berkuliah nantinya. Jumlah dana telah ditetapkan oleh UKVI dan dihitung dengan mengalikan dana per bulan hingga 9 kali (asumsi tinggal selama 9 bulan). Untuk dependant yang akan ikut pasangan berkuliah di London, maka jumlah dana yang harus mengendap adalah £845/bulan/orang. Hitungannya, apabila Anda berdua saja dengan pasangan, maka jumlah uang hidup yang harus dimiliki untuk diri Anda sendiri (karena perhitungan dana bagi mahasiswa berbeda) adalah £845 x 9 = £7,605. Apabila pasangan akan berkuliah diluar kota London, maka dana yang harus mengendap adalah sejumlah £680/bulan/orang. Dengan asumsi satu orang dependant, maka total dana yang harus disiapkan adalah £680 x 9 = £6,120. Jumlah dana yang disiapkan tersebut tentu saja akan berlipat sesuai dengan jumlah dependant yang akan ikut berangkat.

Apakah harus menabung dalam mata uang poundsterling? Jawabannya adalah tidak harus. Kita bisa menunjukkan dana dalam mata uang rupiah, dengan nilai konversi yang telah ditentukan oleh UKVI. Berikut ini adalah currency converter yang dipergunakan oleh UKVI: https://www.oanda.com/currency/converter/. Silahkan masuk ke website tersebut dan mulai menghitung yaa..

Okay… sudah mulai pening? Bagaimana cara saya mendapatkan uang sebanyak itu? Banyak cara sebenarnya. Ada orang-orang yang memang sudah bersiap untuk pindah dan tinggal di UK dari jauh hari sehingga mereka bisa menabung. Ada juga orang-orang yang memang sudah memiliki dana sebanyak itu. Ada juga orang-orang yang harus menjual beberapa aset mereka untuk memenuhi persyaratan tersebut. Lalu, ada juga cara yang biasanya banyak orang terapkan, yaitu dengan meminjam uang dan menyimpannya sementara di rekening agar dapat menunjukkan bahwa dana yang dimiliki sudah cukup untuk hidup di UK. Percayalah, pada kenyataannya hidup di UK tidak semahal itu. Ketentuan jumlah dana memang dibuat sedemikian rupa oleh UKVI sehingga tidak sembarang orang bisa masuk dan tinggal di sana dan juga karena alasan pemerintah UK memang cenderung lebih konservatif dalam hal tersebut. Lalu bagaimana dengan pengalaman kami?

Kebetulan pada saat akan mengajukan visa dependant, suami Alif sudah satu tahun lebih dulu tinggal di UK (ceritanya nih suami mengambil program master dua tahun, lalu Alif menyusul di tahun kedua). Dalam kasus ini, sebaiknya kita menyertakan bank statement dari UK yang menunjukkan kecukupan aliran dana untuk biaya hidup penanggung (dalam hal ini suami) selama di UK. Nah, waktu itu bank statement yang didapat dari bank di UK hanya berupa print-out jumlah dan mutasi rekening saja, jadi bukan surat pernyataan resmi seperti di Indonesia. Selanjutnya, untuk bisa memenuhi jumlah dana yang disyaratkan, Alif juga memindahkan uang dari rekeningnya agar mengendap di rekening suami, sehingga lebih meyakinkan bahwa suami sebagai penanggung memiliki kecukupan dana untuk ‘mensponsori’ hidup pasangan atau keluarga yang akan dibawa. Oh iya, bank statement dari bank di Indonesia saat itu (Agustus 2015) bisa diperoleh dengan biaya sekitar Rp.100.000 – Rp.150.000 tergantung bank nya ya. 😀

Cerita Izza berbeda lagi. Izza memilih untuk meminjam dana sementara hanya untuk menunjukkan bahwa ia memiliki dana yang cukup untuk tinggal di UK. Dengan perhitungan jumlah dana yang dibutuhkan, ia meminjam uang dan mengendapkan uang tersebut di rekening suami selama 1.5 bulan, yang kemudian dikembalikan setelah visa didapatkan. Surat keterangan dari bank dipergunakan untuk membuktikan ketersediaan dana. Selain itu, pemberi beasiswa suami memang memberikan family allowance sehingga surat dari pemberi beasiswa juga meyakinkan bahwa Izza akan mendapatkan tunjangan living allowance sepanjang masa studi suami sebesar jumlah yang ditentukan oleh UKVI.

Wait, jadi uang mengendap harus ada di rekening pasangan yang akan berkuliah? Sebenarnya tidak ada ketentuan mengenai hal ini. Namun, berdasarkan hasil research pengalaman orang-orang yang mengajukan visa dependant, hal ini bisa berguna. Mengapa? Karena dengan begitu, kita benar-benar dianggap sebagai dependant yang bergantung pada pasangan yang mendapatkan visa utama. Nah, apabila memang surat keterangan bank mengenai pasangan yang diputuskan untuk dipergunakan untuk mengajukan visa, jangan lupa untuk membuat surat keterangan bahwa pasangan memperbolehkan kita untuk menggunakan dana tersebut untuk hidup kita selama di UK. Tanda tangan di atas materai! Then, you are ready to go.

Tes Tuberkulosis

Langkah persiapan pengajuan visa berikutnya yang cukup memakan waktu adalah melakukan tes TB (https://www.gov.uk/tb-test-visa). Ya, ini adalah persyaratan yang cukup baru bagi beberapa negara, termasuk Indonesia (sigh, sedihnya masih dianggap negara dunia ketiga yang dianggap sebagai endemik si TB ini). Tes TB ini harus dilakukan di tempat-tempat yang telah dirujuk oleh UKVI. Yang jelas, rumah sakit yang dianggap kredibel tidak banyak dan biayanya cukup besar. Silahkan cek di link ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut: https://www.gov.uk/government/publications/tuberculosis-test-for-a-uk-visa-clinics-in-indonesia/tuberculosis-testing-in-indonesia. Meskipun pasangan mungkin mendapatkan tunjangan untuk membayar tes ini apabila ia mendapatkan beasiswa, tidak ada beasiswa yang meng-cover biaya tes TB bagi keluarga. Oleh karena itu, siapkan juga dana yang cukup, ya.

Mengapa kami sebut tes TB memakan waktu yang lama? Pertama, karena kita harus mendaftar dulu di rumah sakit yang telah dirujuk. Karena jumlah rumah sakit tidak sebanding dengan jumlah orang yang tes TB, maka terkadang kita harus menunggu untuk mendapatkan jadwal yang tersedia. Biasanya, hasil tes TB akan keluar 2 hari setelah kita datang dan dites. Alhamdulillah kalau hasilnya baik dan bisa langsung mendapatkan sertifikat. Kalau tidak? Nggak jadi berangkat? Oh, no! Tenang… kalau ternyata ada indikasi bahwa terdapat bakteri TB, kita akan diminta untuk mengikuti treatment medis tertentu. Masalahnya, treatment tersebut memakan waktu hingga 6 bulan sebelum kita diperbolehkan untuk tes TB lagi.  It is a good time to start now untuk mencoba mengecek apakah ada bakteri TB di paru-paru kita. Karena TB bisa juga diderita secara pasif, tidak ada salahnya untuk melakukan tes TB (tidak usah di tempat yang menjadi rujukan UKVI) meskipun tidak ada gejala TB yang dialami.

Pengalaman yang Alif alami saat tes TB ini waktu itu sih langsung aja datang ke RS yang ditunjuk, jadi tidak pakai daftar terlebih dahulu. Asalkan datangnya pagi-pagi banget, tidak akan terlalu antri. Tapi biasanya kalau datangnya mepet-mepet di bulan yang banyak orang akan mengajukan visa UK, ya siap-siap aja antrinya agak panjang.

Jangan lupa untuk menyiapkan dokumen seperti paspor, pas foto (karena akan ditempel di sertifikatnya), dan uang cash untuk pembayaran tesnya. Sedangkan tips dari Izza, selama sebulan sebelum tes TB, ia dan suami secara konsisten minum susu (merk B**r Br**nd) dan vitamin agar paru-paru bersih (yaa… ikhtiar tidak ada salahnya, kan?).

Dokumen

Hal berikutnya yang harus disiapkan adalah dokumen. Bagian ini adalah bagian perintil-perintil, yang karena perintil jadi sering terlupakan. Semua dokumen yang akan digunakan untuk mengajukan visa harus menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu, kita juga harus menyiapkan waktu untuk menerjemahkan dokumen yang dibutuhkan di penerjemah tersumpah. Jangan menerjemahkan sendiri, ya… Hehehe… Biasanya, ada beberapa rekomendasi penerjemah tersumpah yang telah dipercaya oleh UKVI.

Harganya bervariasi tergantung jumlah lembar yang akan diterjemahkan dan berapa lama waktu pengerjaannya. Untuk wilayah Jakarta pusat bisa ke UI Salemba atau ke daerah Pramuka yang banyak gerai penerjemah tersumpah. Bagi wilayah lainnya, silahkan googling sendiri yaa…

Dokumen apa saja yang diperlukan? Bagi dependant, dokumen wajib yang menjadi persyaratan visa adalah surat nikah dan akta kelahiran. Apabila sudah memiliki anak, maka akta kelahiran anak dengan nama jelas orang tua juga dibutuhkan. Selain itu, kadang-kadang dokumen mengenai tempat tinggal juga dibutuhkan. Hal ini bisa ditunjukkan dengan KTP beralamat sama, kartu keluarga, atau rekening bersama. Bagi kami yang long distance marriage? Perbanyaklah dokumen tambahan yang mendukung bukti bahwa kami memang telah menikah dengan pasangan (di poin berikutnya, ya). Dokumen-dokumen lain, seperti ijazah, sertifikat TOEFL, dan KTP, juga bisa disertakan agar aplikasi visa kita terlihat meyakinkan. Intinya, dokumen apapun yang dianggap relevan bisa diberikan.

Bukti pendukung (tidak wajib)

Pengalaman beberapa orang yang pernah ditolak pengajuan visanya bisa membuat kita deg-degan. Biaya permohonan visa yang cukup menguras kantong adalah salah satu alasannya. Selain itu, males yaa harus ngurus visa dua kali. Sekali aja udah bikin kita pusing, masa iya harus mengulang? Kalo bisa jangan yaa. Berdasarkan cerita yang kami tau dari beberapa orang, visa biasanya ditolak karena faktor seperti ketidakcukupan dana dan kurang kuatnya bukti  bahwa kita memang pasangan resmi/keluarga inti dari pengaju visa utama (pasangan yang akan kuliah di UK). Bagaimana cara mengatasinya? Hal ini bisa diantisipasi dengan melakukan persiapan yang lebih matang. Nah kalau sudah menyertakan surat nikah dan kartu keluarga masa  sih masih tidak dipercaya juga? Whaaaat? Buku nikah tidak cukup? Well, agak tidak masuk akal ya, tapi ini terjadi lho… Hal ini cukup risky terutama bagi pasangan yang tidak tinggal bersama atau bagi pasangan yang baru menikah. Lalu, bagaimana menyiasatinya? Izza mengikuti sebuah tips yang ia dapatkan dari sebuah blog. Saran dari penulis blog tersebut adalah menyertakan bukti hari pernikahan. Jadilah pada saat mengajukan aplikasi visa, Izza menyertakan foto-foto pernikahan, undangan pernikahan, dan juga surat keterangan saksi yang ditandatangani oleh saksi diatas materai. Alif juga melakukan hal serupa karena sebelumnya sudah pernah long distance marriage, jadi menyertakan foto-foto pernikahan berikut foto piknik bareng pasangan adalah salah satu solusinya. Waaah,,,kok ribet banget yaa? Demii visa dan izin tinggal bareng keluarga, kasih laah.. Hehehhe…

Selain itu, memiliki bukti bahwa kita telah memiliki akomodasi saat nanti di UK atau setidaknya undangan dari warga yang sudah tinggal di UK juga dapat membantu kelancaran proses pengurusan visa ini. Biasanya, pihak UKVI ingin memastikan bahwa imigran yang datang tidak homeless. Oleh karena itu, telah memiliki kontrak akomodasi sebelum tiba di UK atau meminta warga yang telah menetap untuk memberikan undangan perlu dipertimbangkan.

Sebenarnya pada saat kami mengajukan visa, syarat ini tidak ada. Tetapi, ada informasi yang menyebutkan bahwa sekarang dependant harus memiliki bukti berkemampuan bahasa Inggris. Ada beberapa negara yang dikecualikan dari persyaratan ini, tetapi sayangnya Indonesia tidak masuk di dalamnya. Setelah mengecek kebenaran informasi ini, kami tidak menemukan adanya persyaratan tes bahasa Inggris untuk dependant dengan tipe visa Tier 4 (General) Student Dependant visa. Namun, tidak ada salahnya (kalau memang mau dan mampu) untuk juga menunjukkan dokumen ini. Untuk lebih jelasnya mengenai persyaratan ini bisa buka link berikut ya.

https://www.gov.uk/government/publications/guidance-on-applying-for-uk-visa-approved-english-language-tests

 

Bagaikan pepatah mengatakan, persiapkan senjatamu sebelum berperang. Jadi, intinya sebelum mengajukan visa, persiapkan dengan cermat semua persyaratan formal dan biayanya. Yang juga perlu di ingat, bahwa dalam proses pengajuan visanya, pemerintah UK ini sangat hobi merubah-ubah aturan. Jadi sering-sering intip aja website resminya dan baca dengan seksama, biar tidak terlalu jantungan kalau ada kebijakan yang berubah, hehe…

Bagian selanjutnya dari artikel ini adalah mengenai proses aplikasi visa. Stay tuned.