Home Away from Home: Kesehatan (2)

Setelah minggu lalu kita membahas tentang pelayanan kesehatan secara umum yang ada di UK, kini saatnya melanjutkan pembahasan tentang topik yang sama tetapi lebih detil pada benefit yang diperoleh untuk anak-anak dan ibu hamil. Dua golongan ini boleh dikata mendapat perlakuan istimewa di sini, dan tentu saja kebanyakan bisa didapat secara gratis. Sehingga, meskipun nilai tukar poundsterling lebih mahal dibanding rupiah, Anda yang membawa anak-anak dan atau sedang hamil tidak perlu pusing memikirkan biaya kesehatan di sini.

 

Pelayanan Kesehatan Anak

Orang tua tentunya menginginkan yang terbaik untuk anaknya termasuk urusan kesehatan. Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, di UK pun terdapat pemberian vaksin secara berkala dan terjadwal, hanya bedanya adalah semuanya gratis kalau anda mengambil pelayanan vaksin tersebut melalui NHS. Setelah anda tiba di UK dan mendaftar ke GP, tentunya mereka akan memiliki data tentang keluarga termasuk anak anda. Dari data yang mereka punya, biasanya nanti pihak GP ini akan mengirimkan surat pemberitahuan secara berkala apabila mereka akan mengadakan pelayanan kesehatan berkala semisal vaksinasi sesuai usia dan riwayat kesehatan anak. Usahakan untuk datang dan mendapatkan vaksin tersebut untuk putra-putri anda sesuai jadwal yang diberikan GP. Bagaimana jika anda sekeluarga sedang bepergian atau ada urusan sehingga tidak bisa datang ke appointment tersebut? Tenang dulu, coba anda bicarakan dengan dokter atau petugas kesehatan di GP, dan tanyakan apakah ada kemungkinan untuk meng-arrange pemberian vaksin di waktu yang lain, atau mungkin di GP yang berbeda.

Selain layanan kesehatan yang general, melalui NHS, anak-anak juga bisa memperoleh pelayanan kesehatan gigi secara cuma-cuma. Anda bisa menemukan tempat dokter gigi terdekat dengan lokasi tempat tinggal anda melalui link berikut:  http://www.nhs.uk/Service-Search/Dentist/LocationSearch/3

Selain GP, terkadang sekolah juga bekerjasama dengan GP atau rumah sakit untuk dapat mengadakan imunisasi atau vaksinasi gratis. Tentunya, prosedur yang digunakan sama dengan prosedur yang dilakukan di Indonesia. Orang tua akan diberikan surat dan formulir yang menyatakan boleh atau tidaknya anak diberikan treatment tertentu. Begitu juga dengan perawatan gigi yang terkadang didatangkan juga ke sekolah.

Berbeda dengan di Indonesia, anak di UK tidak dibiasakan untuk minum obat. Jadi, bersiaplah para orang tua yang sering mengandalkan antibiotik bagi anak. Disini, memberikan paracetamol bagi anak adalah hal yang paling “mantap” bisa diberikan oleh dokter. Dokter hanya mau memberikan antibiotik apabila kondisi anak sudah sangat parah. Oleh karena itu, mungkin membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi anak bisa dipertimbangkan karena pemberian obat di UK sangat langka.

Anak-anak juga mendapatkan fasilitas khusus yang berhubungan dengan kesehatan mata. Apabila anak mengalami gangguan penglihatan, ia dapat berobat ke dokter secara gratis dan bisa menebus “resep” kacamata secara gratis. Selain itu, ia juga mendapatkan fasilitas gratis penggantian kacamata setiap 6 bulan sekali. Hihi… enak yaa… Mungkin hal ini bisa dimanfaatkan untuk menimbun kacamata sebelum pulang. Eits, tapi ingat yaa, fasilitas ini hanya berlaku bagi anak-anak.

 

Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil

Sama halnya dengan anak-anak yang memerlukan prioritas pengawasan dan penanganan untuk tumbuh kembangnya, ibu hamil juga mendapatkan hak pelayanan istimewa di Inggris. Mulai dari awal pemeriksaan kehamilan, penanganan rutin selama kehamilan, sampai pada saat melahirkan dan pasca kelahiran si bayi. Oh ya! Perawatan gigi bagi ibu hamil pun ikutan gratis loh! Paramedis di sini memberikan pelayanan yang dikategorikan kelas dunia khususnya kepada calon ibu.
Untuk wanita yang mungkin baru saja hamil saat berada di UK, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah datang ke GP unit maternity untuk mendapatkan dan membuat janji dengan bidan (midwife) yang akan memandu atau memberikan pelayanan selama kehamilan hingga melahirkan. Pada pertemuan pertama biasanya midwife akan mencatat data diri anda, dan memberikan informasi dasar tentang kehamilan dan nomor-nomor penting yang bisa dihubungi dalam kondisi urgent, selain itu juga mereka akan memberitahukan timeline selama 9 bulan yang meliputi jadwal pemeriksaan dan kontrol rutin dengan midwife, tes darah dan pemeriksaan lain bila diperlukan, juga kapan anda bisa melakukan USG. Lebih lanjut bidan juga akan menanyakan kembali lebih detail tentang riwayat kesehatan dan kebiasaan sehari-hari ibu hamil, serta memberikan family questionnaire yang harus diisi, sehingga hal ini dimaksudkan agar dapat membantu pihak medis untuk mengidentifikasi lebih dini apakah anda temasuk dalam kehamilan berisiko. Biasanya, sebelum pulang mereka akan memberikan brosur-brosur, CD, ataupun mini book yang menambah informasi tentang kehamilan dan bacaan seputar persiapan menjadi ibu. Oh iya, karena di sini bukan negara berpenduduk mayoritas Islam, jadi tidak ada salahnya bagi anda yang muslim untuk menanyakan terlebih dahulu apakah zat yang diberikan saat vaksinasi berbahan halal atau bisakah dipakai untuk vegetarian. Manfaatkan pertemuan dengan midwife ini semaksimal mungkin ya, anda bisa bertanya sebanyak-banyaknya tentang apapun yang ingin anda ketahui, karena memang pada dasarnya mereka di assign untuk membantu dan menjadi pendamping selama kehamilan dan proses melahirkan. Usahakan untuk selalu bisa hadir sesuai jadwal yang sudah disepakati di awal, karena untuk reschedule berarti menunda pertemuan dan membutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu lebih lama.

Di UK, pertemuan dengan midwife ini biasanya dilakukan di tempat medical practice terdekat dengan rumah untuk konsultasi dan cek rutin, dan beberapa kali di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan khusus semisal down syndrome test atau USG. Jadi, disini peran midwife mostly untuk tempat konsultasi seputar kandungan, pemeriksaan rutin termasuk tes urin, cek tekanan darah dan detak jantung bayi. Sedangkan apabila ditemukan tanda-tanda kelainan atau ketidakberesan terhadap janin, maka GP akan merujuk ke rumah sakit untuk dapat dilakukan tindakan yang diperlukan. Ibu hamil biasanya akan memperoleh jatah USG gratis sebanyak satu kali selama kehamilan, yaitu di kisaran usia kandungan 10-14 minggu. Selanjutnya apabila ditemukan kondisi yang kurang baik pada janin, atau misalnya karena si ibu hamil mempunyai riwayat kehamilan yang bermasalah, maka akan diberikan scan USG yang kedua. Tetapi untuk memperoleh scan tambahan ini, anda tidak dapat meminta langsung kepada rumah sakit melainkan harus dengan rujukan terlebih dulu dari maternity unit atau GP terdekat.

Fasilitas lain yang juga bisa didapatkan adalah kelas seperti breastfeeding workshop, dimana para calon ibu diberikan berbagai informasi tentang pentingnya ASI dan persiapan menyusui. Ada juga antenatal class yang memberikan berbagai informasi serba-serbi kehamilan dan terutama tentang proses kelahiran yang akan dijalani. Di sini, ibu hamil diberikan kebebasan untuk memilih ingin melahirkan dengan metode apa, misalnya normal, caesar, waterbirth; jadi dalam kelas tersebut juga dijelaskan plus minus melahirkan dengan masing-masing metode tersebut, misalnya tentang kapan sebaiknya calon ibu mulai datang ke rumah sakit, persiapan apa saja yang harus dilakukan sebelum melahirkan, tindakan apa saja yang akan dilakukan paramedis untuk masing-masing metode, sampai kepada jenis suntikan dan anestesi apa saja yang akan mereka berikan dan juga yang dapat dipilih oleh si calon ibu termasuk efek sampingnya. Selain itu, dijelaskan pula tentang opsi melahirkan secara caesar dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan para medis saat operasi caesar tersebut termasuk mengajak para peserta workshop melihat ruang operasinya. Antenatal class ini dianjurkan untuk dapat diikuti tidak hanya oleh calon ibu saja, tetapi juga suami, agar memahami tentang apa yang nantinya dapat dilakukan dan dipersiapkan untuk membantu istri menjelang persalinan. Perawatan atau pelayanan kesehatan gigi juga bisa diperoleh secara gratis selama kehamilan hingga setahun pasca melahirkan. Menarik, bukan? Hehe.

Setelah proses melahirkan, pihak rumah sakit akan membuatkan akte kelahiran yang bisa diproses dalam waktu cukup singkat (sekitar 30 menit saja), akan tetapi ‘sadisnya’, si ibu hamil akan segera diminta untuk meninggalkan rumah sakit hanya 6 jam setelah melahirkan. Hah? Beneran seperti itu?? Jangan kaget ya, hal ini memang sudah menjadi standar pada proses kelahiran di UK, kecuali jika ada masalah kesehatan pada si ibu dan bayi yang menjadi alasan yang cukup untuk tetap menginap di rumah sakit. Jika akhirnya anda sebagai ibu baru menginap di rumah sakit, harus rela berbagi kamar dengan pasien lain yang jumlahnya bisa sampai 12 orang dalam satu ruangan. Apabila menginginkan kamar pribadi maka jadinya pelayanan ini tidak lagi gratis, hehe. Pasca melahirkan, ibu tidak perlu kawatir karena midwife atau petugas kesehatan akan berkunjung ke rumah beberapa kali selama sekitar 10 hari pertama untuk memeriksa kondisi kesehatan ibu dan bayi, bahkan dapat diperpanjang sesuai kondisi bayi. Selanjutnya, petugas kesehatan akan rutin melakukan visit hingga bayi berusia 6 bulan, dan biasanya akan terus berlanjut hingga anak berusia 5 tahun menyesuaikan keperluan dan kondisi si anak.

 

Nah, sepertinya kami cukupkan sampai di sini ya pembahasan tentang pelayanan kesehatan di UK. Setidaknya anda jadi lebih tahu dan bisa mempersiapkan diri menghadapi situasi yang berlaku di sini. Utamanya, karena sudah paham bahwa para medis di sini sangat pelit dengan obat-obatan, sehingga memang kami sangat menyarankan agar anda jangan lupa untuk membawa obat sendiri yang sudah biasa dipakai dan cocok bagi keluarga. Meskipun begitu, percayalah bahwa seminim-minimnya tindakan kesehatan yang di berikan, dokter maupun tenaga medis di sini pastinya melakukan hal tersebut untuk kebaikan pasien juga kok. Jangan lupa untuk selalu melaksanakan pola hidup sehat, ya!

Seri Home Away from Home is coming to the end. Minggu depan adalah artikel terakhir dari seri tulisan ini. Jangan kelewatan ya!

 

Photo source: http://www.nhs.uk/Conditions/vaccinations/PublishingImages/when-to-get-child-vaccinated_364x200_104822596.jpg

Advertisements

Home Away from Home: Kesehatan (1)

Anda tentunya sudah paham dengan sistem pelayanan BPJS di Indonesia, kan? Bagaimana menurut anda? Pusing? Jangan pusing dulu karena kami akan menjelaskan sistem pelayanan kesehatan semacam BPJS yang berlaku di UK. Selayaknya welfare countries lainnya, banyak sekali fasilitas umum di UK yang bersifat gratis, seperti pendidikan dan kesehatan. Namun, sejak beberapa tahun lalu, ke-gratis-an di bidang kesehatan itu hanya berlaku bagi warga negara UK. Hal ini mungkin akhirnya diberlakukan sebagai akibat dari banyaknya imigran yang masuk ke UK setiap tahunnya. Apa dampaknya terhadap kita yang akan bersama keluarga menetap di UK? Kita harus membayar fee yang disebut dengan IHS (Immigration Health Surcharge) pada saat apply visa. Biaya IHS ini sebenarnya adalah biaya asuransi kesehatan. Jadi, setelah membayar IHS, seluruh fasilitas kesehatan, kecuali obat resep dokter, bersifat gratis untuk kita. Apa yang tidak gratis? Dokter gigi dan kesehatan mata. Ya, perawatan gigi di UK dianggap sebagai ‘kosmetik’ sehingga tidak bersifat gratis bagi orang dewasa. Sedangkan kesehatan mata pun dianggap sebagai sesuatu yang seharusnya dapat dipelihara sendiri oleh masing-masing orang. Jadi, kedua fasilitas ini sifatnya berbayar. Namun untuk anak-anak, fasilitas kesehatan gigi dan mata masih gratis, kok.

Sistem pelayanan kesehatan di UK disebut NHS, singkatan dari National Health Service. Nah, pelayanan kesehatan ini tersedia mulai dari tingkat paling kecil, semacam puskesmas di Indonesia, hingga rumah sakit besar. Untuk bisa secara legal menerima pelayanan kesehatan, hal yang pertama perlu kita lakukan di minggu-minggu awal ketibaan kita di UK adalah mendaftarkan diri di General Practitioner, atau yang umumnya disebut GP, dan kita pilih yang lokasinya terdekat dari tempat tinggal kita. Prosedur ini harus dilakukan agar kita dapat menikmati seluruh fasilitas kesehatan yang ada. Iya lah, sudah bayar IHS mahal-mahal, masa kita mau menyia-nyiakannya? Apa saja yang harus dipersiapkan ketika kita akan mendaftarkan diri di GP? Kita membutuhkan BRP dan bukti alamat tempat tinggal. Ingat ya, GP tidak akan menerima pendaftaran kita apabila ada GP lain yang letaknya lebih dekat dari tempat tinggal kita. Biasanya, beberapa minggu setelah kita mendaftarkan diri di GP, kita akan menerima surat dari NHS yang berisi promosi beberapa layanan kesehatan yang sesuai dengan kondisi kita. Misalnya, ada tawaran pemeriksaan gula darah bagi Anda yang menderita diabetes atau tawaran screening kanker serviks bagi wanita. Tertarik? Silahkan saja langsung daftar ke GP Anda untuk mendapatkan fasilitas tersebut. Semuanya gratis.

Nah, bagaimana kalau kita, atau anggota keluarga kita, sakit? Agak berbeda dengan prosedur di Indonesia dimana kita bisa dengan mudah menemukan praktik dokter di rumah atau langsung ke klinik dan rumah sakit, pelayanan kesehatan di UK sifatnya berjenjang. Jadi, pertama kita harus memeriksakan diri ke puskesmas dulu (tingkat paling kecil). Kemudian jika ternyata puskesmas ini tidak bisa melayani, baru kita akan dirujuk ke rumah sakit terdekat, dan seterusnya. Langkah awal yang harus Anda lakukan ketika hendak berobat ke GP adalah mendaftarkan diri, baik melalui internet (kalau GP nya memiliki website sendiri) atau telepon. Kita tidak bisa langsung datang ke GP dan bertemu dengan dokter. Oh, no, no. Di sini, semua harus melalui perjanjian terlebih dahulu. Setelah mendapatkan jadwal, Anda datang ke GP pada jadwal yang ditentukan untuk bertemu dengan dokter. Alhamdulillah kalau Anda bisa pulang tanpa harus menebus obat. Namun, kalau ternyata harus menebus obat, maka Anda harus datang ke apotek terdekat (GP tidak menyatu dengan apotek) dan membayar GBP 8.40 untuk satu macam obat. Tenang (atau mungkin tidak tenang), dokter-dokter di UK sangat pelit dalam memberikan obat. Anak sudah muntah-muntah dan badan panas? Mereka hanya akan menyarankan untuk banyak minum air dan istirahat. Titik. No medicine for you. Cerita menarik tentang berobat di Inggris bisa Anda lihat juga di blog teman kami, Mbak Ari Kristiana:

http://arikristiana.blogspot.co.uk/2014/05/betapa-pelitnya-dokter-di-inggris.html.

Bagi kita yang terbiasa dengan obat-obat generik di Indonesia, harga menebus obat resep dokter yang GBP 8.40 itu mahal sekali ya. Yak, memang betul. Harga obat yang bebas beredar di pasaran tentunya lebih murah dari itu. Namun, kalau sakitnya sudah parah, mau tidak mau harus bergantung pada si obat mahal rujukan dokter. Harga tersebut berlaku bagi semua kalangan, kecuali anak berusia di bawah 16 tahun, lansia berusia lebih dari 60 tahun, anak usia 16-18 yang bersekolah, ibu hamil, dan ibu yang baru melahirkan kurang dari 12 bulan. Berbahagialah apabila Anda ada di dalam golongan tersebut. Jika tidak?

Ada beberapa cara untuk meminta keringanan biaya penebusan obat ini. Di UK, keringanan biaya kesehatan sering disebut sebagai HC (Health Certificate). Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan HC? Pertama, kita harus meminta form HC 1 dari GP tempat kita terdaftar, meminta NHS mengirimkan form ke alamat rumah kita (https://apps.nhsbsa.nhs.uk/LISWebAppStaticData/begin.do), atau dengan mencetak formulir sendiri (http://www.nhsbsa.nhs.uk/HealthCosts/1128.aspx). Form HC 1 berisi semacam kuesioner tentang tempat tinggal, kondisi kehidupan, kondisi keuangan, serta income yang kita miliki. Setelah form selesai diisi, kita harus mengirimkan form tersebut beserta bukti keuangan berupa print-out tabungan di rekening atas nama kita ke alamat yang sudah tercetak di amplop atau alamat yang dicantumkan di website (free of charge). Then, we have to wait. Tunggu hingga pihak NHS memberikan jawaban apakah kita berhak mendapatkan HC 2 atau HC 3, atau malah bisa jadi tidak mendapatkan keringanan sama sekali.

Apa bedanya HC 2 dan HC 3? Perbedaan yang mendasar adalah pada besar keringanan biaya yang diberikan. Pemegang HC 2 berhak mendapatkan full coverage yang berarti Anda tidak usah membayar apa pun, sedangkan pemegang HC 3 berhak mendapatkan partial coverage. Untuk lebih jelasnya, silahkan buka link berikut ini: http://www.nhs.uk/healthcosts/documents/dh_4138953%5B1%5D.pdf/ atau http://www.nhsbsa.nhs.uk/HealthCosts/Documents/DentalServices/PECS_booklet_web.pdf.

Nah, penjelasan di atas merupakan proses-proses yang dapat dilakukan pada saat kita sedang sakit, tapi berbeda untuk kondisi emergency. Bagaimana jika ada kejadian yang mengharuskan Anda atau anggota keluarga menerima intervensi medis dalam keadaan darurat? Ada 3 cara yang bisa Anda lakukan, tergantung dari kondisi yang dialami. Apabila pasien (si orang sakit) masih bisa berjalan dan sadar, ada akses keluar rumah, dan masih di dalam range jam kerja, maka Anda disarankan untuk membawa pasien ke GP Walk-In. GP Walk-In adalah praktek GP tanpa perjanjian. Jadi, Anda bisa langsung ke tempat tersebut untuk berobat. Namun, GP Walk-In tidak semuanya buka 24 jam. Pelayanan kesehatan yang buka 24 jam adalah A&E di rumah sakit. Oleh karena itu, apabila kejadian darurat terjadi pada malam hari, atau di jam-jam yang ‘tidak normal’, maka Anda disarankan untuk segera datang ke A&E rumah sakit terdekat. Namun, bagaimana kalau si pasien tidak sadar, tidak bisa berjalan dan berdiri, dan tidak ada akses untuk keluar rumah? Anda bisa menelepon ambulans. Layanan ambulans di UK dapat diakses dengan menelepon 999. Siap-siap ditanya berbagai hal ya, ketika menelepon ambulans ini.

Beberapa hal yang ditanyakan pada saat berbicara dengan operator 999 misalnya adalah kondisi pasien, sejarah kondisi kesehatan pasien, dan alamat rumah. Setelah itu, paramedis akan datang untuk memeriksa pasien. Selama paramedis berada di jalan menuju lokasi rumah pasien, tidak jarang juga lho mereka akan tetap melakukan komunikasi dan tanya jawab untuk memantau kondisi pasien dan memandu anda atau pasien untuk melakukan penanganan awal. Nah, jangan PD dulu bahwa setelah didatangi paramedis lalu pasien akan dibawa ke rumah sakit. Kadang-kadang, kalau menurut paramedis si pasien berada pada stage yang tidak terlalu gawat, Anda diminta untuk datang ke A&E sendiri atau untuk beristirahat di rumah setelah diberikan obat oleh mereka. Waduuh… ya, hal ini memang mereka lakukan karena biaya ambulans cukup mahal dan diprioritaskan untuk membantu orang-orang yang kondisinya sudah benar-benar gawat. Oleh karena itu, tenaga medis pun kadang tidak langsung datang dengan ambulans. Apabila memang kondisi pasien sangat gawat, barulah ambulans dengan ukuran lebih besar dengan peralatan lebih komplit dipanggil untuk membawa pasien ke rumah sakit.

Detil kondisi-kondisi yang dianggap emergency dan beberapa hal terkait prosedur penanganannya dapat anda lihat  pada link berikut: (http://www.nhs.uk/NHSEngland/AboutNHSservices/Emergencyandurgentcareservices/Pages/responding-to-emergencies-FAQ.aspx).

Bagaimana kondisi setelah pasien sampai di rumah sakit? Pada kondisi sakit yang bukan merupakan akibat kecelakaan, jika sedang ada kamar kosong, tentunya pasien  akan di tempatkan di kamar tersebut, dan biasanya pasien dengan kondisi emergency akan lebih diprioritaskan dalam hal ini. Selanjutnya, paramedis dan dokter akan memeriksa dan melakukan observasi terhadap kondisi pasien. Dalam tahap awal, serangkaian tes darah dilakukan dan apabila  perlu cairan infus diberikan pada masa tunggu hasil lab keluar. Apabila kondisi pasien belum membaik, tetapi dalam hasil lab tidak ditemukan penyakit serius, seringkali dokter menganjurkan pasien untuk segera pulang dan istirahat di rumah, bahkan pulang pada saat tengah malam sekalipun. Dokter di sini tidak akan gampang menyatakan dan memberikan diagnosa atas suatu penyakit tertentu kepada pasien.  Biasanya mereka hanya memberikan resep antibiotik saja, dan dipesan untuk datang kembali kontrol apabila obat telah habis tetapi kondisi belum juga membaik. Mungkin di awal Anda akan terheran-heran melihat ketika gejala penyakit yang muncul dan dirasakan nampaknya serius, tetapi ternyata bentuk tindakan yang dilakukan oleh pihak medis sangat sederhana. Wah, beda jauh ya dengan di Indonesia..Nah, pengalaman seperti inilah yang sering dialami oleh pasien, terutama orang Indonesia (karena kami mendengar banyak cerita serupa dari teman-teman Indonesia yang juga tinggal di sini). Mungkin rasanya ada kekurangpuasan atas tindakan dan penanganan yang dilakukan ya, bercampur dengan kekhawatiran jika sang dokter salah mendiagnosa, karena mungkin di Indonesia, kita terbiasa dengan beberapa jenis obat yang langsung diresepkan dokter. Tetapi ya memang begitulah situasi di UK, dokter menganggap bahwa semua penyakit akar masalahnya adalah diri manusia sendiri, dan oleh karenanya antibodi pasien sendirilah yang akan menyembuhkan, tentunya dibarengi dengan banyak istirahat dan pola makan yang benar. Hal semacam ini tampaknya diamini juga oleh warga UK. Dan jika dipikir kembali, memang ada benarnya juga kan? Tidak membiasakan mengkonsumsi obat-obatan demi kesehatan kita, agar organ tubuh juga tidak manja. Sejalanlah dengan prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati. 

Wah, sebenarnya masih banyak cerita-cerita mengenai pengalaman menjajal fasilitas kesehatan di UK. Namun, sebagai awalan, sepertinya informasi di atas sudah cukup. Apa pendapat anda? Baguskah? Lebih nyaman daripada BPJS di Indonesia? Hmmmm… silahkan Anda coba sendiri ya.. Hehehe… Artikel kami berikutnya masih akan membahas mengenai pelayanan kesehatan di UK. Nantikan minggu depan, ya!

 

Photo Source: http://buddyloans-blog.s3-eu-central-1.amazonaws.com/app/uploads/2015/02/nhs-scheme2.jpg