Home Away from Home: Komunitas Indonesia di UK

Menetap di negeri orang, baik itu dalam jangka waktu yang lama atau sebentar, tetap saja kerinduan akan kampung halaman melanda. Homesick, itu pasti untuk para perantau. Jangankan yang di negeri orang, meninggalkan rumah untuk bersekolah ke luar kota saja seringkali membuat kita kangen dengan rumah dan keluarga, ya kan? Hehehe..

Bersyukurnya, hampir sama seperti negara-negara lain, di UK pun banyak komunitas orang Indonesia yang bisa menjadi tempat kita berkumpul, bertukar cerita, bersama berbagi nasib sebagai perantau dan setidaknya bisa mengurangi rasa kangen terhadap kampung halaman. Adanya masyarakat Indonesia di sekitar tempat tinggal kita lah yang membuat perantauan ini menjadi home away from home. Dalam tulisan kali ini kami akan membahas tentang keberadaan komunitas orang Indonesia yang ada di Inggris, khususnya kota Birmingham

Perkumpulan Pelajar Indonesia (PPI)

Hampir di setiap negara dimana terdapat orang Indonesia yang menetap dan bersekolah di sana, maka biasanya ada pula organisasi yang mewadahi yaitu PPI. Biasanya, PPI ini akan digawangi oleh sejumlah pelajar Indonesia dalam me-manage nya. Para pengurus PPI biasanya akan memiliki program kerja yang dalam pengerjaannya akan melibatkan partisipasi warga Indonesia baik pelajar, maupun non-pelajar. PPI yang ada di tiap kota akan menginduk pada PPI di satu negara, lalu PPI yang lebih besar misal tingkat benua, bahkan dunia. Berbagai kegiatan seperti day trip ke luar kota, seminar kecil, sampai perayaan hari nasional Indonesia seperti hari kemerdekaan yang dimeriahkan dengan lomba tujuh belasan pun diadakan. Selain itu, juga ada lomba fotografi bagi dewasa dan menggambar untuk anak-anak. Apabila ada tokoh negara yang datang berkunjung ke salah satu kota untuk meninjau masyarakat Indonesia yang ada, maka biasanya PPI inilah yang akan melakukan koordinasi untuk menyambut dan mengorganisir pertemuan atau dialog bersama antara tamu dari Indonesia tersebut dengan warga Indonesia.

Mudah sekali cara untuk mendeteksi keberadaan PPI. Sebagian besar (atau bahkan semua) PPI memiliki jaringan di media sosial, khususnya Facebook. Selain itu, masing-masing PPI juga mungkin memiliki website sendiri. Kita tinggal meng-add friend PPI kota tempat tujuan dan memantau berita yang ada di Facebook. Biasanya, hampir seluruh kegiatan pelajar dan non-pelajar Indonesia yang ada di kota tersebut akan diinformasikan melalui halaman Facebook PPI.

Sayangnya, PPI hanya bisa berdiri apabila jumlah pelajar Indonesia di kota tersebut lebih dari sama dengan 12 orang. Nah loh? Bagaimana jika tidak ada PPI di kota tersebut? Mudah saja,. carilah PPI yang terdekat dengan kota tujuan Anda. Melalui komunikasi dengan PPI kota sebelah, Anda mungkin akan mendapatkan informasi mengenai warga yang tinggal di kota tujuan Anda. Tenang, biasanya setidaknya ada 2 atau 3 orang Indonesia di kota tujuan, kok! Selain itu, pastinya Anda tetap masih bisa bergabung dalam acara dengan teman-teman di PPI kota terdekat.

Perkumpulan Agama

Salah satu hal yang juga dapat meredakan kerinduan pada kampung halaman adalah forum-forum perkumpulan agama. Biasanya, ada dua perkumpulan agama masyarakat Indonesia, yaitu pengajian bagi muslim dan forum nasrani. Namun, apabila Anda beragama selain dari kedua agama tersebut, bisa saja Anda bertemu dengan rekan-rekan seagama dan membuat forum sendiri. Nah, ini bukan berarti kita lalu tidak bergaul dan bergabung dengan masyarakat internasional seagama yang ada di kota tempat tinggal, ya. Adanya perkumpulan agama khusus bagi masyarakat Indonesia sifatnya adalah untuk memfasilitasi silaturahmi dan sebagai wadah mencari ilmu agama dengan lebih mudah. Hihi iya, pastinya perlu agak “mikir” ya kalau mendengarkan ceramah dalam bahasa non Indonesia. Dengan adanya perkumpulan sesama orang Indonesia, tentu akan lebih mudah bagi kita untuk berbagi ilmu dan komunikasi tentang pengetahuan agama dalam bahasa sendiri.

Di beberapa kota, perkumpulan agama ini pun dilengkapi dengan acara khusus bagi anak-anak. Misalnya, di Birmingham dan Manchester (juga di beberapa kota lain) ada madrasah bagi anak yang diadakan seminggu sekali. Selain itu, ada juga acara-acara lain yang sifatnya tambahan dari kegiatan kajian agama, seperti field trip, outing, atau sekedar family gathering. Pilihan untuk mengikuti perkumpulan agama tentunya bisa jadi prioritas bagi Anda yang ingin berkumpul dengan sesama warga Indonesia sekaligus menambah wawasan agama.

Namun, jangan heran jangan bingung kalau perayaan keagamaan (misalnya Idul Fitri, Idul Adha, dan Natal) akhirnya pun diramaikan oleh teman-teman yang tidak seagama. Bantu membantu dalam hal penyediaan makanan, memasak, bahkan juga tenaga bagian perlengkapan dan acara pada saat hari H pun dilakukan oleh seluruh elemen warga Indonesia. Jadi, mungkin tradisi ini agak berbeda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Nah, untuk memfasilitasi semua masyarakat, biasanya menu makanan di perayaan hari besar keagamaan pun akhirnya dibuat 100% halal.

Perkumpulan Masyarakat Lain

Nah, namanya juga kumpul-kumpul. Bebas saja kan, mau kumpul dengan agenda apa? Karena seluruh kegiatan masyarakat Indonesia ini berbasis inisiatif sendiri, jadi lumrah saja apabila ada kegiatan-kegiatan lain yang diadakan di luar kedua organisasi tersebut. Misalnya, di Birmingham ada perkumpulan dependant yang sering mengadakan kegiatan sharing ilmu melalui cooking class dan english club. Selain itu, ada juga kegiatan piknik bersama serta playdate anak-anak. Intinya, semua berdasarkan inisiatif masing-masing dan dilakukan berdasarkan aspirasi masyarakat.

Memiliki “keluarga” setanah air di negara yang jauh dari Indonesia merupakan kebahagiaan tersendiri. Mungkin saja, karena sesama rantau, justru ikatan kekerabatan yang ada terasa semakin erat. Dengan memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat Indonesia, banyak manfaat yang bisa didapat. Utamanya, kita bisa saling tolong-menolong. Sakit, musibah, dan kesulitan bisa “ditanggung” bersama, meskipun mungkin teman-teman hanya bisa menjadi tempat curhat atau menyumbang saran. Intinya sih, selama berada di negara yang jauh ini, merekalah saudara terdekat kita. Selain itu, perlu diingat juga bahwa kemeriahan dan kebermanfaatan perkumpulan masyarakat Indonesia akan sangat tergantung pada masyarakat sendiri yang menjadi inisiator, sekaligus peserta dari kegiatan tersebut.
Artikel ini adalah tulisan terakhir kami di seri Home Away from Home. Kami berharap rangkaian seri ini telah (dan dapat) berguna bagi teman-teman yang membaca. Terima kasih telah membaca seri kami dan terima kasih juga kepada para kontributor kami yang telah membantu memberikan informasi untuk penulisan artikel-artikel Home Away from Home. Selamat mempersiapkan diri untuk merantau ke UK, dan bagi Anda yang akan ke Birmingham, sampai bertemu (insyaAllah kalau kami belum pulang)!

IzzaAlif

Photo Source: Koleksi pribadi (dan Kak Sondang); Facebook PPI-MIB; http://www.ppimib.org/komunitas/kegiatan-istri-mahasiswa/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s